Atap Jemuran Otomatis Berbasis AT89S51
Atap Jemuran Otomatis Dengan Sensor Hujan Berbasis AT89S5
Dea Sabrina Eka Andifa, Faris Setya Nagara, Raditya Raffa, Refa Danaraya W
Jurusan Teknik Elektro, Prodi Teknologi Rekayasa Elektronika, Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Kec, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, 50275
Intisari - Jurnal ini membahas mengenai perancangan prototype sebuah sistem otomatis yang mampu merespons perubahan cuaca, khususnya hujan. Sistem ini memanfaatkan mikrokontroler AT89S51 sebagai otak pengendali utama yang memproses data dari sensor dan mengontrol aktuator. Sensor hujan berperan sebagai input utama yang mendeteksi adanya hujan, dilengkapi dengan sensor Hujan untuk mendeteksi air hujan. Ketika sensor hujan mendeteksi air, mikrokontroler akan memberikan perintah kepada aktuator (Motor DC ) untuk menutup atap jemuran secara otomatis. Proses sistem kerja secara garis besar adalah sebagai berikut: sensor hujan mengirimkan sinyal ke komparator yang akan membandingkan nilai ambang batas yang telah ditentukan. Jika nilai sensor melebihi nilai ambang batas, maka sinyal akan dikirimkan ke mikrokontroler AT89S51, mikrokontroler akan memproses sinyal tersebut menggunakan bahasa pemrograman assembly dan akan mengaktifkan motor driver untuk menutup atap. Sebaliknya, jika sensor dibawah nilai ambang batas motor akan membuka atap. Keunggulan dari sistem ini adalah mampu beroperasi secara otomatis tanpa campur tangan manusia, sehingga lebih efisien dan mengurangi risiko kerusakan benda disekitar atau pakaian yang tidak kering akibat perubahan cuaca yang tidak menentu. Hasil prototype berhasil merancang sistem Atap Jemuran Otomatis Menggunakan Sensor Hujan dan IC AT89S51. Sistem ini memiliki potensi yang besar untuk diaplikasikan pada berbagai rumah tinggal, terutama pada daerah yang sering mengalami hujan dan cuaca tidak menentu. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan dengan menambah fitur-fitur tambahan seperti kontrol jarak jauh, monitoring kondisi cuaca melalui aplikasi, dan integrasi dengan sistem rumah pintar
Kata Kunci-Atap Otomatis, Sensor Hujan, AT89S51, Mikrokontroller, Sistem Kendali Otomatis
I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang otomatisasi. Salah satu contohnya adalah penerapan teknologi mikrokontroler dalam berbagai sistem kontrol. Mikrokontroler, seperti AT89S51, menawarkan fleksibilitas dan kemampuan komputasi yang handal untuk mengendalikan berbagai perangkat secara otomatis dengan bahasa pemrograman assembly yang efisien. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah bagaimana menjaga agar pakaian atau barang seperti jemuran tetap kering saat terjadi hujan yang tidak terduga. Sistem atap jemuran otomatis hadir sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan tersebut, terutama di daerah dengan cuaca yang tidak menentu.
Pembuatan prototype Atap Jemuran Otomatis Dengan Sensor Hujan Berbasis AT89S51 menggunakan mikrokontroler AT89S51 sebagai otak pengendali utama yang memproses input dari sensor. Dengan menggunakan sensor hujan, sistem ini dapat mendeteksi adanya air hujan dan secara otomatis memberikan perintah kepada motor driver L298N Mini untuk menggerakkan motor DC 5V yang menutup atap jemuran guna melindungi pakaian di bawahnya. Driver L298N Mini berfungsi sebagai penguat daya yang mampu mengendalikan arah putaran dan kecepatan motor DC dengan efisien. Motor DC 5V dipilih karena tegangan operasinya yang sesuai dengan sistem mikrokontroler dan torsi yang cukup untuk menggerakkan mekanisme atap. Melalui pembuatan prototype ini, diharapkan dapat dihasilkan sebuah sistem atap jemuran otomatis yang efisien, handal, dan mudah digunakan. Sistem ini memiliki potensi untuk diaplikasikan pada berbagai jenis bangunan, seperti rumah tinggal, kos-kosan, dan area jemuran komunal. Selain itu, dengan adanya sistem ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi otomasi rumah tangga yang lebih canggih, praktis, dan membantu masyarakat dalam menghadapi cuaca yang tidak menentu.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian diatas, terdapat beberapa perumusan masalah yang harus diperhatikan yaitu:
1. Bagaimana merancang sebuah sistem atap otomatis yang dapat merespon perubahan cuaca, khususnya hujan, dengan memanfaatkan mikrokontroler AT89S51?
2. Apa saja kendala teknis yang mungkin timbul dalam implementasi sistem atap otomatis berbasis mikrokontroler dan bagaimana cara mengatasinya?
3. Seberapa efektifkah sistem atap otomatis berbasis mikrokontroler dalam melindungi benda-benda dibawahnya dari kerusakan akibat hujan?
C. TUJUAN
1. Membangun sebuah sistem atap otomatis yang dapat berfungsi secara mandiri dan efektif.
2. Mengevaluasi kinerja sistem prototype dalam mendeteksi hujan, menggerakkan atap, dan melindungi benda dibawahnya.
3. Mengidentifikasi kendala teknis yang mungkin timbul selama proses perancangan, pembuatan, dan pengujian.
4. Mencari solusi yang efektif untuk mengatasi kendala-kendala yang ditemukan.
II. METODOLOGI
Metodologi penelitian ini diawali dengan studi pustaka untuk mengidentifikasi konsep sistem atap otomatis, karakteristik sensor hujan dan sensor cahaya, serta mikrokontroler AT89S51 dan algoritma kontrol yang sesuai. Selanjutnya dirancang diagram blok dan rangkaian perangkat keras yang meliputi sistem minimum AT89S51, rangkaian antarmuka sensor, driver motor, motor penggerak, serta catu daya. Setelah itu disusun algoritma dan program pada AT89S51 (assembly/BASCOM 8051) untuk membaca sensor, memproses logika hujan–tidak hujan dan terang–gelap, serta mengendalikan motor atap. Prototipe kemudian dibuat dan dirakit, program diunduh ke mikrokontroler, dilanjutkan dengan kalibrasi dan uji awal untuk memastikan sistem bekerja sesuai rancangan. Tahap akhir adalah pengujian fungsional dengan berbagai skenario kondisi cuaca, pengambilan data kinerja (respon dan keberhasilan buka–tutup atap), serta analisis data untuk menilai kesesuaian kinerja sistem dengan kriteria yang telah ditetapkan
III. KAJIAN PUSTAKA
Pembahasan dalam bagian ini meliputi perancangan dan komponen apa aja yang digunakan dalam projek ini.
A. KOMPONEN
1.Mikrokontroler AT89S51
Gambar 1. Mikrokontroler AT89S51AT89S51 adalah mikrokontroler 8-bit dari keluarga MCS-51 dengan memori flash 4 KB yang dapat diprogram ulang secara in-system, RAM internal 128 Byte, dan kemampuan operasi hingga frekuensi 24 MHz. Mikrokontroler ini memiliki 32 pin I/O yang terbagi dalam 4 port (P0, P1, P2, P3) dengan masing-masing port 8-bit, dua timer/counter 16-bit, serta antarmuka komunikasi serial UART. AT89S51 menggunakan bahasa pemrograman assembly sebagai bahasa native-nya, meskipun dapat juga diprogram menggunakan bahasa C. Mikrokontroler ini sering digunakan untuk aplikasi embedded seperti sistem kontrol otomatis, interface sensor, display LCD, kontrol motor, dan perangkat otomatisasi rumah karena arsitekturnya yang sederhana, dokumentasi yang lengkap, serta harga yang terjangkau.
2. Sensor Hujan dengan komparator
Gambar 2. Sensor Hujan dengan KomparatorSensor hujan adalah komponen elektronik yang dirancang untuk mendeteksi keberadaan air. Prinsip kerjanya beragam, namun umumnya melibatkan perubahan sifat fisik suatu material saat terkena air. Perubahan ini kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang dapat dibaca oleh mikrokontroler melalui komparator. Disini komparator merupakan rangkaian yang digunakan untuk membandingkan tegangan ambang batas pada input untuk menghasilkan logic 1 atau 0 pada output.
3. Limit Switch
Gambar 3. Limit Switch
Limit switch merupakan komponen elektromekanik yang digunakan untuk mendeteksi posisi atau gerakan suatu objek. Ketika suatu objek mencapai batas tertentu (limit), maka saklar akan tertekan dan mengirimkan sinyal listrik. Sinyal ini kemudian akan dikirim ke mikrokontroler kemudian diproses untuk menggerakkan aktuator (motor DC).
4. Motor DC Gear Box Kuning
Gambar 4. Motor DC dengan Gear Box Kuning
Motor DC gearbox kuning adalah jenis motor listrik DC yang telah dimodifikasi dengan penambahan gearbox. Gearbox ini berfungsi untuk meningkatkan torsi(daya putar) motor. Tegangan kerja dari motor DC gear box kuning ini adalah berkisar antara 3V sampai 6V.
5. Driver L298N MINI
Gambar 5. Driver L298N Mini
Driver L298N Mini merupakan driver motor dc yang memiliki IC bernama MX1616 yang dirancang khusus untuk mengendalikan motor DC. Chip ini sering digunakan dalam berbagai proyek elektronik, terutama yang melibatkan pengendalian kecepatan dan arah putaran motor DC. MX1616 memungkinkan kita untuk mengontrol motor DC dengan mudah dan fleksibel menggunakan sinyal digital dari mikrokontroler atau sumber sinyal lainnya.
; DEFINISI PINSENSOR_HUJAN EQU P3.2 ; Input sensor hujan (LOW=hujan, HIGH=kering)LIMIT_TERBUKA EQU P3.3 ; Limit switch atap terbuka (LOW=tertekan)LIMIT_TERTUTUP EQU P3.4 ; Limit switch atap tertutup (LOW=tertekan)MOTOR_IN1 EQU P1.0 ; Kontrol motor IN1 (MX1508)MOTOR_IN2 EQU P1.1 ; Kontrol motor IN2 (MX1508); DEFINISI STATUS ATAPSTATUS_TERTUTUP EQU 00HSTATUS_TERBUKA EQU 01HSTATUS_MENUTUP EQU 02HSTATUS_MEMBUKA EQU 03H; PROGRAM UTAMAORG 0000HLJMP MAINMAIN:LCALL INIT_SYSTEMMAIN_LOOP:LCALL CEK_SENSOR_HUJANLCALL KONTROL_ATAPLCALL DELAY_200MSSJMP MAIN_LOOP; INISIALISASI SISTEMINIT_SYSTEM:; Set motor mati duluCLR MOTOR_IN1CLR MOTOR_IN2; Cek posisi awal atapJNB LIMIT_TERTUTUP, INIT_TERTUTUPJNB LIMIT_TERBUKA, INIT_TERBUKAMOV 30H, #STATUS_TERTUTUPSJMP INIT_DONEINIT_TERTUTUP:MOV 30H, #STATUS_TERTUTUPSJMP INIT_DONEINIT_TERBUKA:MOV 30H, #STATUS_TERBUKAINIT_DONE:RET; CEK SENSOR HUJAN; Return: Carry flag = 1 jika hujan, 0 jika keringCEK_SENSOR_HUJAN:CLR CJB SENSOR_HUJAN, TIDAK_HUJAN ; Jika HIGH = tidak hujanSETB C ; Jika LOW = hujan terdeteksiTIDAK_HUJAN:RETKONTROL_ATAP:LCALL CEK_SENSOR_HUJANJC HUJAN_TERDETEKSI ; Jika carry=1, hujan terdeteksiTIDAK_ADA_HUJAN:MOV A, 30HCJNE A, #STATUS_TERBUKA, BUKA_ATAP_CHECKRET ; Sudah terbuka, tidak perlu aksiBUKA_ATAP_CHECK:CJNE A, #STATUS_MEMBUKA, BUKA_ATAP_MULAIJNB LIMIT_TERBUKA, ATAP_SUDAH_TERBUKA ; Cek apakah sudah sampaiRET ; Masih dalam proses membukaBUKA_ATAP_MULAI:JB LIMIT_TERBUKA, JALANKAN_BUKA ; Jika belum sampai, bukaRET ; Sudah terbukaJALANKAN_BUKA:LCALL MOTOR_BUKAMOV 30H, #STATUS_MEMBUKARETATAP_SUDAH_TERBUKA:LCALL MOTOR_STOPMOV 30H, #STATUS_TERBUKARET; Hujan terdeteksi - tutup atap jika masih terbukaHUJAN_TERDETEKSI:MOV A, 30HCJNE A, #STATUS_TERTUTUP, TUTUP_ATAP_CHECKRET ; Sudah tertutup, tidak perlu aksiTUTUP_ATAP_CHECK:CJNE A, #STATUS_MENUTUP, TUTUP_ATAP_MULAIJNB LIMIT_TERTUTUP, ATAP_SUDAH_TERTUTUP ; Cek apakah sudah sampaiRET ; Masih dalam proses menutupTUTUP_ATAP_MULAI:JB LIMIT_TERTUTUP, JALANKAN_TUTUP ; Jika belum sampai, tutupRET ; Sudah tertutupJALANKAN_TUTUP:LCALL MOTOR_TUTUPMOV 30H, #STATUS_MENUTUPRETATAP_SUDAH_TERTUTUP:LCALL MOTOR_STOPMOV 30H, #STATUS_TERTUTUPRET; MX1508: IN1=HIGH, IN2=LOWMOTOR_BUKA:SETB MOTOR_IN1 ; IN1 = HIGHCLR MOTOR_IN2 ; IN2 = LOWRET; MX1508: IN1=LOW, IN2=HIGHMOTOR_TUTUP:CLR MOTOR_IN1 ; IN1 = LOWSETB MOTOR_IN2 ; IN2 = HIGHRET; Motor berhenti; MX1508: IN1=LOW, IN2=LOW (atau IN1=HIGH, IN2=HIGH)MOTOR_STOP:CLR MOTOR_IN1 ; IN1 = LOWCLR MOTOR_IN2 ; IN2 = LOWRETDELAY_200MS:MOV R0, #200DELAY_1MS:MOV R1, #250DELAY_LOOP:NOPNOPDJNZ R1, DELAY_LOOPDJNZ R0, DELAY_1MSRETEND
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. GAMBAR PROTOTIPE
B. CARA KERJA
Sensor hujan mengirimkan sinyal ke komparator yang akan membandingkan nilai ambang batas yang telah ditentukan. Jika nilai sensor melebihi nilai ambang batas, maka sinyal akan dikirimkan ke mikrokontroler, mikrokontroler akan memproses sinyal tersebut dan akan mengaktifkan motor untuk menutup atap. Sebaliknya, jika sensor dibawah nilai ambang batas, motor akan membuka atap. Ketika motor telah menekan limit switch maka motor akan otomatis berhenti.
V. KESIMPULAN
Pada percobaan ini telah berhasil dalam merancang dan mengimplementasikan sistem atap jemuran otomatis berbasis AT89S51 menggunakan prototype. Sistem ini memiliki potensi yang besar untuk diaplikasikan pada berbagai bangunan, terutama pada daerah yang sering mengalami hujan. Pengembangan alat ini memungkinkan pembuatan perangkat elektronik yang semakin cerdas dan efisien
VI. REFERENSI
Nuryanto, & Sudarno. (2012). Penutup Stadion Otomatis Menggunakan Mikrokontroller AT89S51 dengan Sensor Air dan LDR. Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika (JIKI), INABA.
Nur'ainingsih, & Handoyo. (n.d.). Sistem Kendali Conveyor Otomatis Berbasis Mikrokontroller AT89S51. Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa, ISSN: 14109093.
Rancang Bangun Rumah Cerdas Berbasis Mikrokontroler AT89S51. (n.d.). Retrieved from Scribd Digital Library.
Tumanduk, R. A., et al. (n.d.). Sistem Kontrol Atap Otomatis Tempat Penjemuran Berbasis Sensor. Jurnal MEKTEK UNSRAT.
Simanjuntak, M., & Wibowo, A. (n.d.). Atap Jemuran Otomatis dengan LDR dan Sensor Air Berbasis Mikrokontroler AT89S51. Repository Gunadarma.
VII. LINK PPT
https://www.canva.com/design/DAG6YlFfK0k/7C-FtHIv9jQazCD0SuRBNg/edit?utm_content=DAG6YlFfK0k&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton
VIII. LINK YOUTUBE
https://youtu.be/kyRsGln_tt8
Komentar
Posting Komentar