Kontrol Suhu Dengan Kipas DC



KELAS EK-2B KELOMPOK 5

Cahyo Trianto1, Ghaniy Fatkhu Rasyid 2, Lathifuddin Ma’ruf,3 Rifqa Faizullah Aira4

Prodi Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang

2025/2026

ABSTRAK - Pengendalian suhu merupakan aspek penting dalam menjaga performa dan keandalan sistem elektronik. Suhu yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan kinerja hingga kerusakan komponen. Pada proyek ini dirancang sistem kontrol suhu menggunakan sensor LM35, ADC0804, dan mikrokontroler 80C51 untuk mengendalikan kecepatan kipas DC secara otomatis. Data suhu yang terbaca akan diolah oleh mikrokontroler dan digunakan sebagai dasar pengaturan sinyal PWM untuk mengatur kecepatan kipas. Sistem ini diharapkan mampu menjaga suhu tetap stabil dan meningkatkan efisiensi pendinginan.

Kata kunci: Kontrol suhu, Kipas DC, LM35, ADC0804, Mikrokontroler 80C5I

       I.             PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Dalam berbagai sistem elektronik, pengendalian suhu menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga performa dan umur perangkat. Salah satu metode pendinginan yang umum digunakan adalah kipas DC. Dengan bantuan mikrokontroler, kecepatan kipas dapat diatur secara otomatis sesuai kondisi suhu lingkungan sehingga lebih efisien dibandingkan sistem manual

B.     RUMUSAN MASALAH

1.    Bagaimana merancang sistem kontrol suhu yang mampu mendeteksi perubahan suhu secara akurat menggunakan sensor suhu?

2.    Bagaimana mengolah data suhu analog menjadi data digital agar dapat diproses oleh mikrokontroler?

3.    Bagaimana mengendalikan kecepatan kipas DC secara otomatis berdasarkan nilai suhu yang terdeteksi?

 

C.    TUJUAN

1.    Merancang sistem kontrol suhu otomatis berbasis mikrokontroler 80C51.

2.    Mengatur kecepatan kipas DC sesuai dengan suhu yang terdeteksi.

3.    Menerapkan ADC sebagai pengubah sinyal analog ke digital

II.   METODOLOGI    

     Proyek ini memanfaatkan sensor analog untuk membaca suhu, kemudian data tersebut    dikonversi menjadi sinyal digital menggunakan ADC. Nilai digital ini selanjutnya diolaholeh mikrokontroler untuk menghasilkan sinyal PWM yang menyesuaikan kecepatan kipas.Dengan demikian, sistem dapat menyesuaikan putaran kipas secara proporsional terhadap perubahan suhu, meningkatkan efisiensi pendinginan dan mengurangi konsumsi energi dibandingkan sistem kipas dengan kecepatan tetap


 III.            TINJAUAN PUSTAKA

A.    Alat dan Bahan

1.     Mikrokontroler ATC80C51

 

 


 80C51 adalah salah satu mikrokontroler dari keluarga MCS-51 yang dikembangkan oleh Intel dan banyak digunakan untuk sistem kendali dan aplikasi embedded. IC ini berbasis arsitektur 8-bit dan memiliki kemampuan pengolahan data yang efisien untuk aplikasi kontrol sederhana hingga menengah.

2.    LED KECIL

 


LED (Light Emitting Diode) adalah komponen semikonduktor yang dapat memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik. LED kecil sering digunakan sebagai indikator status pada rangkaian elektronik karena konsumsi dayanya yang rendah dan umur pakainya yang panjang.

3.      LM35

                   LM35 adalah sensor suhu analog yang menghasilkan output tegangan yang berbanding lurus dengan suhu. Sensor ini memiliki karakteristik utama yaitu 10 mV per °C, sehingga sangat mudah digunakan dan tidak memerlukan kalibrasi eksternal.

4.   ADC 0804



ADC0804 adalah IC Analog-to-Digital Converter (ADC) yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital agar dapat diproses oleh mikrokontroler. Komponen ini sering digunakan pada sistem kontrol dan pengukuran yang memerlukan pembacaan sensor analog, seperti sensor suhu, tekanan, atau cahaya.

 

5.   L293D Motor Driver

 


 

L293D adalah IC dual H-Bridge motor driver yang digunakan untuk mengendalikan arah dan kecepatan motor DC maupun stepper. IC ini memungkinkan mikrokontroler, yang biasanya hanya bisa memberi sinyal logika rendah, untuk menggerakkan motor dengan arus lebih besar.

6.     Fan Motor



Fan motor adalah perangkat elektromekanis yang berfungsi menghasilkan aliran udara untuk pendinginan atau ventilasi. Dalam proyek kendali suhu, kipas ini digunakan untuk menurunkan temperatur sistem secara otomatis.

B.   DIAGRAM BLOK



 

C.FLOWCHART DIAGRAM




 

D.   SKEMATIK RANGKAIAN

 

 


 

 

E.     KODE PROGRAM


 


 

   IV.            HASIL DAN PEMBAHASAN

      A.    CARA KERJA RANGKAIAN

Rangkaian kontrol suhu dengan kipas DC bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan sensor suhu sebagai input utama. Sensor suhu LM35 mendeteksi suhu lingkungan dan menghasilkan tegangan analog yang besarnya sebanding dengan nilai suhu, yaitu sebesar 10 mV untuk setiap kenaikan 1°C. Tegangan analog ini kemudian dikirimkan ke ADC0804 untuk dikonversi menjadi data digital.

Data digital hasil konversi ADC selanjutnya dibaca oleh mikrokontroler 80C51 melalui port input. Mikrokontroler memproses data suhu tersebut sesuai dengan program yang telah ditanamkan. Berdasarkan nilai suhu yang terbaca, mikrokontroler menentukan tingkat kecepatan kipas yang diperlukan.

Untuk mengendalikan kecepatan kipas DC, mikrokontroler menghasilkan sinyal PWM (Pulse Width Modulation). Sinyal PWM ini kemudian diteruskan ke IC driver motor L293D yang berfungsi sebagai penguat arus sehingga mampu menggerakkan kipas DC dengan aman. Semakin tinggi suhu yang terdeteksi, maka duty cycle PWM semakin besar sehingga kecepatan putaran kipas meningkat. Sebaliknya, ketika suhu menurun, kecepatan kipas akan berkurang.

Dengan mekanisme tersebut, sistem mampu menyesuaikan kinerja kipas secara otomatis sesuai dengan perubahan suhu lingkungan, sehingga suhu dapat dijaga tetap stabil dan proses pendinginan menjadi lebih efisien.

  V.   KESIMPULAN

Berdasarkan hasil perancangan dan simulasi proyek kipas pendingin berbasis mikrokontroler 8051 menggunakan sensor suhu LM35 dan ADC pada EDSIM, dapat disimpulkan bahwa sistem mampu membaca perubahan suhu secara kontinu dan mengolahnya menjadi data digital yang dipahami oleh mikrokontroler. Data suhu tersebut digunakan sebagai dasar pengendalian kipas pendingin, sehingga kipas dapat bekerja secara terus menerus dan menyesuaikan kinerjanya sesuai dengan nilai suhu yang terdeteksi. Semakin tinggi suhu yang terbaca oleh sensor LM35, maka sistem tetap memastikan kipas beroperasi untuk membantu proses pendinginan. Proyek ini menunjukkan bahwa integrasi sensor suhu, ADC, dan mikrokontroler 8051 dapat digunakan secara efektif untuk membangun sistem pengendali suhu sederhana yang stabil dan responsif terhadap perubahan suhu lingkungan.

  VI.  REFERENSI

 Nale, A. V., Wagatkar, R. P., Majgawale, S. N., & Lanje, K. A., “Temperature Based Fan Speed Control Using Arduino”, IJRASET: International Journal for Research in Applied Science & Engineering Technology. Sistem ini menggunakan sensor suhu (LM35 / DHT11) untuk mengatur kecepatan motor DC fan otomatis melalui PWM berbasis Arduino. IJRASET

 Bagal, A., Chakane, S., & Sachin, G., “Automatic Fan Speed Control System Using Microcontroller”, Journal of Science & Technology. Makalah ini membahas 

VII.        LAMPIRAN  https://www.canva.com/design/DAG6d7UcDlc/cP9rarj9_6U57cP4n3_Wug/edit?utm_content=DAG6d7UcDlc&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIR TEMPERATURE SWITCHING AND MONITORING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM35 BERBASIS ATMEGA 16

RANCANG BANGUN KALKULATOR DIGITAL OPERASI KALI DAN BAGI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

SISTEM LAMPU LALU LINTAS PERTIGAAN BERBASIS AT89s51 DENGAN SENSOR INFRAMERAH