SISTEM KENDALI LAMPU SEIN MOTOR MENGGUNAKAN RANGKAIAN FLIP-FLOP SEBAGAI PENENTU PERGANTIAN ARAH


LAPORAN

SISTEM KENDALI LAMPU SEIN MOTOR MENGGUNAKAN
RANGKAIAN FLIP-FLOP SEBAGAI PENENTU PERGANTIAN ARAH

 

 


 

Dosen Pengampu:

Dr. Samuel Beta Kuntardjo, Ing.Tech., M.T.

 

                    Disusun Oleh:

            1.     ADITYA BINTANG M               EK-2A                   3.32.24.0.02

            2.     DZULFI AMALIA                       EK-2A                   3.32.24.0.08

            3.     EZRA FEBRINT K                      EK-2A                   3.32.24.0.10

            4.     RIZQI ROBBANI A                     EK-2A                   3.32.24.0.22

 

     PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

2025

 

Abstrak

Sistem kendali lampu sein motor merupakan elemen penting dalam keselamatan berkendara, karena berfungsi memberikan sinyal arah kepada pengguna jalan lain. Pada penelitian ini dikembangkan suatu sistem kendali lampu sein berbasis rangkaian flip-flop yang berperan sebagai penentu pergantian arah secara otomatis dan stabil. Flip-flop digunakan sebagai rangkaian logika sequential untuk mengatur perubahan keadaan (state) antara lampu sein kanan dan kiri, sehingga dapat menghasilkan pola nyala yang konsisten, tidak saling bertabrakan, serta mencegah kondisi lampu menyala bersamaan. Sistem ini dirancang dengan memanfaatkan sinyal input dari saklar pengendali yang kemudian diolah oleh flip-flop untuk menentukan keluaran sesuai logika arah yang dipilih. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penggunaan flip-flop mampu memberikan respon yang cepat, sederhana, dan efisien dalam mengatur pergantian arah lampu sein. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi alternatif rangkaian kendali yang lebih handal dan ekonomis untuk diaplikasikan pada kendaraan bermotor, khususnya pada sistem lampu isyarat belok.

Kata kunci: Lampu sein, sistem kendali, flip-flop, rangkaian logic

Abstract

The motorcycle turn signal control system is an essential component for road safety, as it functions to provide directional signals to other road users. This study develops a turn signal control system based on a flip-flop circuit that serves as a stable and automatic direction-switching mechanism. The flip-flop is used as a sequential logic circuit to regulate state transitions between the right and left turn signals, producing a consistent blinking pattern, preventing signal interference, and avoiding simultaneous activation of both signals. The system is designed by utilizing input signals from the control switch, which are then processed by the flip-flop to generate the appropriate output according to the selected direction. The design results show that the use of flip-flops provides a fast, simple, and efficient response in managing turn signal switching. Therefore, this system can serve as a more reliable and economical control circuit alternative for implementation in motor vehicles, particularly in turn signal indicator systems.

Keywords: Turn signal, control system, flip-flop, logic circuit.

 

 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan jurnal berjudul “Sistem Kendali Lampu Sein Motor Menggunakan Rangkaian Flip-Flop Sebagai Penentu Pergantian Arah”. Penulisan jurnal ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem kendali elektronika, khususnya pada pengaturan lampu isyarat belok kendaraan bermotor agar lebih stabil, efisien, dan mudah diterapkan.

Jurnal ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan melalui pemanfaatan rangkaian flip-flop sebagai logika penentu pergantian arah lampu sein. Penulis berharap bahwa penelitian ini dapat menjadi referensi dan mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam bidang sistem kendali berbasis rangkaian digital di masa mendatang.

Dalam proses penyusunan jurnal ini, penulis menyadari bahwa keberhasilan penelitian dan penyusunan laporan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

  1. DR. Samuel Beta K., Ing.Tech, M.T., yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan masukan berharga selama proses penelitian hingga penulisan jurnal ini.
  2. POLINES, yang telah menyediakan fasilitas dan sarana pendukung sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar.
  3. Keluarga dan teman-teman, atas doa, dukungan, dan motivasi yang senantiasa menguatkan penulis dalam menyelesaikan karya ini.

Penulis menyadari bahwa jurnal ini masih memiliki keterbatasan dan kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan karya ini di masa mendatang.

Akhir kata, penulis berharap semoga jurnal ini dapat memberikan manfaat, baik secara akademis maupun praktis, bagi semua pihak yang membacanya.

Hormat Kami

 

[Aditya,Dzulfi,Ezra,Rizqi]

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

            A .  LATAR BELAKANG

Lampu sein merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai alat isyarat untuk menunjukkan arah belok pengendara kepada pengguna jalan lain. Keberadaannya sangat berperan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan selama berkendara, terutama dalam kondisi lalu lintas yang padat. Oleh karena itu, sistem pengendali lampu sein harus dirancang dengan baik agar dapat berfungsi secara stabil, responsif, dan tidak menimbulkan kesalahan sinyal.

Pada sistem konvensional, pengaturan lampu sein umumnya masih bergantung pada rangkaian mekanis atau saklar sederhana yang berpotensi mengalami aus, kerusakan, atau ketidakstabilan sinyal seiring waktu. Selain itu, beberapa sistem pengendali lampu sein masih memungkinkan munculnya kondisi kesalahan, seperti kedua lampu sein menyala secara bersamaan akibat gangguan pada saklar atau kesalahan dalam penggunaan. Permasalahan ini menunjukkan perlunya sistem kendali yang lebih handal dan mampu memberikan kerja yang konsisten.

Rangkaian flip-flop sebagai salah satu elemen dasar dalam logika sequential menawarkan solusi yang tepat untuk mengatur pergantian keadaan (state) lampu sein secara otomatis dan terkontrol. Flip-flop memiliki kemampuan menyimpan kondisi logika sehingga dapat mengendalikan perubahan arah sinyal secara stabil dan mencegah keluaran ganda. Dengan memanfaatkan flip-flop, sistem kendali lampu sein dapat diatur agar pergantian arah antara kiri dan kanan berlangsung lebih terstruktur, sekaligus menghilangkan kemungkinan kedua arah menyala bersamaan.

Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis sistem kendali lampu sein motor berbasis rangkaian flip-flop sebagai penentu pergantian arah. Perancangan ini diharapkan dapat menghasilkan sistem yang lebih efisien, sederhana, dan mudah diaplikasikan pada kendaraan bermotor. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi rangkaian digital yang diterapkan pada perangkat keselamatan kendaraan.

Dengan adanya sistem kendali lampu sein berbasis flip-flop ini, diharapkan dapat tercipta solusi yang lebih handal dalam pengaturan sinyal belok kendaraan, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.

       

            B.    RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1.     Bagaimana merancang sistem kendali lampu sein motor menggunakan rangkaian flip-flop sebagai penentu pergantian arah?

2.     Bagaimana proses kerja flip-flop dalam mengatur perubahan keadaan (state) antara lampu sein kanan dan kiri?

3.     Apakah sistem kendali lampu sein berbasis flip-flop mampu memberikan sinyal pergantian arah yang stabil, responsif, dan mencegah kedua lampu menyala secara bersamaan?

4.     Seberapa efektif kinerja rangkaian flip-flop dalam meningkatkan keandalan sistem lampu sein dibandingkan dengan saklar konvensional?

C. BATASAN MASALAH

Agar penelitian lebih terarah dan fokus, maka batasan masalah ditetapkan sebagai berikut:

1.     Penelitian hanya membahas pengendalian lampu sein motor menggunakan rangkaian flip-flop jenis JK atau D (sesuai perancangan).

2.     Sistem hanya difokuskan pada fungsi pergantian arah lampu sein kanan dan kiri, tanpa membahas fungsi lampu hazard atau sistem kelistrikan motor secara keseluruhan.

3.     Pengujian dilakukan pada rangkaian simulasi

4.     Output sistem hanya berupa indikator LED sebagai representasi lampu sein

           D.    TUJUAN

           Tujuan dari penelitian ini adalah:

1.   Merancang dan membangun sistem kendali lampu sein motor menggunakan rangkaian flip-flop sebagai penentu pergantian arah.

2.   Menjelaskan mekanisme kerja flip-flop dalam mengatur perubahan state lampu sein.

3.   Menghasilkan sistem kendali lampu sein yang stabil, responsif, dan mampu mencegah keluaran ganda pada arah sinyal.


BAB II

METODOLOGI

 

1.   Perancangan Konseptual (Tahap 1):

Tahap awal ini berfokus pada perumusan konsep sistem kendali lampu sein motor. Pada tahap ini ditentukan penggunaan rangkaian flip-flop sebagai komponen utama untuk mengatur pergantian arah lampu sein kiri dan kanan. Selain itu, ditetapkan komponen pendukung seperti tombol (switch) sebagai input kendali, lampu LED sebagai indikator sein, serta catu daya yang sesuai dengan sistem kelistrikan sepeda motor.

 

2.   Perancangan Perangkat Keras (Hardware):

Pada tahap ini dilakukan studi literatur dari jurnal ilmiah, buku elektronika, dan artikel teknis untuk memahami prinsip kerja flip-flop serta aplikasinya dalam sistem kendali. Berdasarkan hasil studi tersebut, ditentukan jenis flip-flop yang digunakan (misalnya JK flip-flop atau D flip-flop), beserta komponen pendukung seperti resistor, kapasitor, transistor, dan relay bila diperlukan. Perancangan rangkaian dilakukan dengan memperhatikan kestabilan, efisiensi, dan keandalan sistem agar lampu sein dapat bekerja secara optimal.

 

3.   Perancangan Perangkat Lunak (Software):

Pada sistem ini tidak diperlukan perangkat lunak karena kendali dilakukan secara rangkaian logika digital. Namun, tahap ini difokuskan pada perancangan logika kerja rangkaian, termasuk penentuan kondisi logika input dan output flip-flop. Perancangan logika bertujuan untuk memastikan setiap penekanan tombol dapat mengubah kondisi flip-flop sehingga arah lampu sein dapat berganti secara otomatis antara kiri dan kanan.

 

4.   Kalibrasi dan Integrasi Sistem:

Setelah rangkaian dirancang, dilakukan proses perakitan dan pengujian awal pada setiap bagian rangkaian. Kalibrasi dilakukan untuk memastikan respon flip-flop terhadap input bekerja dengan benar dan tidak terjadi kesalahan logika. Seluruh komponen kemudian diintegrasikan menjadi satu sistem kendali lampu sein, sehingga perubahan keadaan flip-flop dapat mengendalikan nyala lampu sein sesuai arah yang diinginkan.

 

            5.  Uji Coba dan Analisis Kinerja:

Sistem yang telah terintegrasi selanjutnya diuji coba pada kondisi nyata atau simulasi kelistrikan sepeda motor. Pengujian dilakukan untuk memastikan lampu sein kiri dan kanan menyala secara bergantian sesuai dengan input yang diberikan. Apabila ditemukan ketidaksesuaian atau gangguan, dilakukan perbaikan pada rangkaian hingga sistem berfungsi dengan baik. Setelah sistem bekerja optimal, dilakukan analisis kinerja untuk menilai keandalan dan efektivitas penggunaan flip-flop sebagai penentu pergantian arah lampu sein.

BAB III

KAJIAN PUSTAKA

 

A.    Mikrokontroler AT89C4051              

Mikrokontroler AT89C4051 adalah model simulasi dari mikrokontroler berbasis arsitektur 8051 yang disediakan dalam software Proteus untuk memudahkan perancangan dan pengujian rangkaian digital. Dalam Proteus, AT89C4051 memiliki fitur lengkap seperti memori Flash 4 KB, RAM internal, port I/O, serta kemampuan eksekusi instruksi 8051. Komponen ini dapat dihubungkan dengan berbagai perangkat eksternal seperti LED, relay, sensor, dan LCD sehingga pengguna dapat mensimulasikan cara kerja program yang di-upload ke mikrokontroler (file .hex). Dengan adanya model ini, perancang bisa mengamati jalannya logika program, menguji kesalahan rangkaian, serta memverifikasi fungsi sistem tanpa harus membuat perangkat keras secara langsung, sehingga proses pengembangan menjadi lebih cepat dan efisien.

 

 

  Gambar 3.1 AT89C4051 

  

B.  Resistor

Resistor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran arus listrik dalam suatu rangkaian. Resistor digunakan untuk mengatur tegangan, membatasi arus, membentuk pembagi tegangan, serta melindungi komponen lain agar tidak menerima arus berlebih. Komponen ini memiliki nilai hambatan yang dinyatakan dalam satuan Ohm (Ω).

 

Mengupload: 15442 dari 15442 byte diupload.

 Gambar 3.2 Resistor

 

C.    Rotary Switch

Rotary Switch adalah jenis sakelar mekanik yang cara pengoperasiannya dilakukan dengan memutar tuas atau knob untuk memilih satu dari beberapa posisi kontak listrik. Setiap posisi putaran akan menghubungkan terminal pusat (common) dengan salah satu terminal keluar, sehingga memungkinkan perubahan jalur arus secara manual sesuai kebutuhan. Rotary switch umumnya digunakan dalam perangkat elektronik yang membutuhkan pemilihan mode, pengaturan level, pemilihan kanal, atau perubahan konfigurasi rangkaian, seperti pada kontrol volume lama, pemilih range multimeter analog, panel kontrol industri, dan perangkat audio. Keunggulan rotary switch adalah kemampuannya menyediakan banyak pilihan posisi dalam satu komponen, gerakan seleksi yang presisi, serta daya tahannya yang tinggi, sehingga sangat cocok untuk aplikasi yang memerlukan pemilihan fungsi secara bertahap dan andal.


 

 

 
 Gambar 3.3 Rotary Switch

 

D.    LED BIBY

 

LED BIBY adalah jenis LED indikator yang biasanya memiliki dua warna, yaitu Biru (Blue) dan Kuning (Yellow) dalam satu komponen. LED ini dirancang untuk menampilkan dua kondisi berbeda dalam satu titik tampilan. Ketika dialiri arus pada kaki tertentu, LED akan menyala warna biru, dan jika arus dialirkan pada kaki lainnya, LED akan menyala warna kuning. Pada beberapa rangkaian, LED BIBY juga dapat menghasilkan variasi warna jika kedua LED menyala bersamaan.

LED BIBY sering digunakan sebagai indikator status sistem, penanda mode operasi, atau sinyal peringatan dalam perangkat elektronik, karena lebih praktis dan efisien dibanding menggunakan dua LED terpisah. Komponen ini memudahkan perancang rangkaian menampilkan beberapa informasi hanya dengan satu titik cahaya.



 Gambar 3.4 LED 1

E.     Crystal

Crystal  adalah komponen osilator yang digunakan untuk memberikan sinyal clock akurat pada mikrokontroler atau rangkaian digital saat simulasi. Crystal berfungsi menghasilkan frekuensi stabil (misalnya 8 MHz, 12 MHz, atau 16 MHz) yang diperlukan agar mikrokontroler dapat menjalankan instruksi dengan timing yang tepat.

Dalam Proteus, crystal biasanya dipasang bersama dua kapasitor ke ground, sama seperti pemasangan pada rangkaian nyata. Crystal ini mensimulasikan kerja osilator eksternal sehingga pengguna dapat menguji performa program, timing, dan respon sistem secara realistis tanpa harus membuat rangkaian fisik.

 

  Gambar 3.5 Crystal

F.      Capasitor

Kapasitor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk menyimpan dan melepaskan muatan listrik dalam jangka waktu singkat. Kapasitor terdiri dari dua pelat konduktor yang dipisahkan oleh bahan isolator (dielektrik), dan digunakan dalam berbagai rangkaian untuk menstabilkan tegangan, menyaring noise, menghaluskan arus pada catu daya, serta membentuk rangkaian osilator bersama komponen lain seperti resistor atau crystal. Nilai kapasitor dinyatakan dalam satuan Farad (F), dengan satuan turunan seperti mikrofarad (µF), nanofarad (nF), dan pikofarad (pF). Karena kemampuannya menyimpan energi listrik sementara, kapasitor menjadi komponen penting dalam banyak aplikasi elektronik, baik analog maupun digital.


 Gambar 3.6 Capasitor


BAB IV

PERANCANGAN ALAT

             A.    Perangkat Keras dan Rangkaian Elektronika

Komponen yang digunakan dalam pembuatan project ini di antaranya:

1)  Mikrokontroler AT89C4051

2)   LED

3)  Capasitor

4)  Resistor

5)  Crystal

            B.    Cara Kerja

Sistem lampu sein bekerja dengan mengandalkan switch 3 posisi (SW-ROT-3) sebagai input arah, kemudian sinyal tersebut diproses oleh mikrokontroler AT89C4051. Ketika pengguna memilih arah kiri atau kanan melalui switch, mikrokontroler menerima input dan mulai menjalankan program yang mengatur LED kiri atau LED kanan berkedip.

Proses kedipan dihasilkan oleh logika program yang secara bergantian menyalakan dan mematikan LED dengan jeda tertentu. Selama sistem aktif, mikrokontroler terus mengecek tombol OFF; jika ditekan, semua LED langsung dimatikan. Dengan demikian, seluruh proses kendali lampu sein—mulai dari menerima perintah, menentukan arah, hingga menghasilkan kedipan—dikendalikan oleh program pada AT89C4051.

            C.    Diagram Blok


D.    Diagram Alir

 

 



          E.    Gambar Rangkaian

 


 

     F.    Program

 

 

/* ==================================================================

Pemrogram      : Kelompok EK-2A/2

  1. 02-Aditya Bintang          NIM:3.32.24.0.02

  2. 08-Dzulfi Amalia           NIM:3.32.24.0.08

  3. 10-Ezra Febrint K          NIM:3.32.24.0.10

  4. 22-Rizky Robbani           NIM:3.32.24.0.22

  ======================================================================

ORG 0000H           ; Mulai dari alamat 0000H

LJMP MAIN           ; Lompat ke program utama

 

ORG 0030H           ; Program utama dimulai di 0030H

MAIN:

    SETB P1.0       ; Set P1.0 sebagai input (Switch Kanan)

    SETB P1.1       ; Set P1.1 sebagai input (Switch Kiri)

    CLR P1.2        ; Matikan LED Kanan

    CLR P1.3        ; Matikan LED Kiri

 

; Loop utama - terus cek posisi switch

CHECK_SWITCH:

    ; Cek apakah switch di posisi KANAN (P1.0 = 0)

    JNB P1.0, SEIN_KANAN

   

    ; Cek apakah switch di posisi KIRI (P1.1 = 0)

    JNB P1.1, SEIN_KIRI

   

    ; Jika P1.0=1 dan P1.1=1, berarti posisi TENGAH (OFF)

    SJMP SEIN_OFF

 

; Sein KANAN - LED Kanan berkedip

SEIN_KANAN:

    CLR P1.3        ; Pastikan LED Kiri mati

   

    ; LED Kanan ON

    SETB P1.2

    ACALL DELAY_BLINK

   

    ; Cek lagi posisi switch setelah delay

    JNB P1.0, KANAN_OFF  ; Jika masih di kanan, lanjut kedip

    SJMP CHECK_SWITCH    ; Jika berubah, cek ulang

   

KANAN_OFF:

    ; LED Kanan OFF

    CLR P1.2

    ACALL DELAY_BLINK

   

    ; Cek lagi posisi switch

    JNB P1.0, SEIN_KANAN ; Jika masih di kanan, ulangi kedip

    SJMP CHECK_SWITCH    ; Jika berubah, cek ulang

 

; Sein KIRI - LED Kiri berkedip

SEIN_KIRI:

    CLR P1.2        ; Pastikan LED Kanan mati

   

    ; LED Kiri ON

    SETB P1.3

    ACALL DELAY_BLINK

   

    ; Cek lagi posisi switch setelah delay

    JNB P1.1, KIRI_OFF   ; Jika masih di kiri, lanjut kedip

    SJMP CHECK_SWITCH    ; Jika berubah, cek ulang

   

KIRI_OFF:

    ; LED Kiri OFF

    CLR P1.3

    ACALL DELAY_BLINK

   

    ; Cek lagi posisi switch

    JNB P1.1, SEIN_KIRI  ; Jika masih di kiri, ulangi kedip

    SJMP CHECK_SWITCH    ; Jika berubah, cek ulang

 

; Posisi TENGAH - Semua LED mati

SEIN_OFF:

    CLR P1.2        ; Matikan LED Kanan

    CLR P1.3        ; Matikan LED Kiri

    SJMP CHECK_SWITCH   ; Kembali cek switch

 

; Subroutine Delay untuk kedipan (sekitar 0.5 detik)

DELAY_BLINK:

    MOV R0, #10     ; Delay outer loop

DLY1:

    MOV R1, #250    ; Delay middle loop

DLY2:

    MOV R2, #250    ; Delay inner loop

DLY3:

    ; Cek switch selama delay untuk responsif

    JNB P1.0, CHK_R

    JNB P1.1, CHK_L

    SJMP CONT_DLY

   

CHK_R:

    JB P1.1, CONT_DLY   ; Pastikan hanya kanan yang aktif

    SJMP END_DLY        ; Jika kedua aktif, keluar delay

   

CHK_L:

    JB P1.0, CONT_DLY   ; Pastikan hanya kiri yang aktif

    SJMP END_DLY        ; Jika kedua aktif, keluar delay

   

CONT_DLY:

    DJNZ R2, DLY3

    DJNZ R1, DLY2

    DJNZ R0, DLY1

END_DLY:

    RET

 

END

 

 

 

 

V

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian sistem kendali lampu sein motor, dapat disimpulkan bahwa sistem yang dirancang menggunakan rangkaian logika digital dengan bantuan mikrokontroler AT89C4051 mampu mengendalikan pergantian arah lampu sein kiri dan kanan secara stabil dan terkontrol. Sistem ini bekerja dengan memproses input dari saklar arah, kemudian menghasilkan keluaran berupa kedipan lampu sein sesuai arah yang dipilih tanpa terjadi kondisi kedua lampu menyala secara bersamaan. Logika kendali yang diterapkan menunjukkan respon yang baik terhadap perubahan input, menghasilkan pola kedipan yang konsisten, serta meningkatkan keandalan dibandingkan sistem saklar konvensional. Dengan demikian, sistem kendali lampu sein berbasis logika digital ini dapat menjadi solusi yang efektif, sederhana, dan mudah dikembangkan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pada kendaraan bermotor.

 

VI

SARAN

                 1.     Pengembangan sistem dapat dilakukan dengan menambahkan fitur lampu hazard untuk meningkatkan fungsi dan keselamatan berkendara.

 

                2.     Rangkaian dapat dikembangkan menggunakan flip-flop murni tanpa mikrokontroler agar lebih sesuai dengan konsep rangkaian logika sekuensial.

 

              3.     Penggunaan mikrokontroler yang lebih modern dan hemat daya dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan efisiensi sistem.

 

              4.     Diperlukan pengujian lebih lanjut terhadap ketahanan dan keandalan komponen agar sistem dapat digunakan dalam jangka panjang.

 

             5.     Sistem dapat dikombinasikan dengan indikator tambahan, seperti buzzer atau indikator panel, untuk memberikan peringatan yang lebih jelas kepada pengendara

 

VII

DAFTAR PSTAKA

1.       Floyd, T. L. (2015). Digital Fundamentals. Pearson Education.

 

2.       Malvino, A. P., & Brown, J. A. (2016). Digital Computer Electronics. McGraw-Hill.

 

3.       Tocci, R. J., Widmer, N. S., & Moss, G. L. (2011). Digital Systems: Principles and Applications. Pearson Education.

 

4.       Atmel Corporation. (2009). AT89C4051 8-bit Microcontroller with 4K Bytes Flash. Datasheet.

 

5.       Sedra, A. S., & Smith, K. C. (2014). Microelectronic Circuits. Oxford University Press.

 

6.       Widodo, B., & Suryanto, A. (2018). Dasar-Dasar Elektronika Digital. Andi Offset.

 

7.       Mano, M. M., & Ciletti, M. D. (2013). Digital Design: With an Introduction to the Verilog HDL. Pearson Education.

 

8.       Bolton, W. (2015). Programmable Logic Controllers and Industrial Automation. Elsevier.

 

9.       Dogan Ibrahim. (2010). Microcontroller Based Applied Digital Control. John Wiley & Sons.

 

10.     Rashid, M. H. (2018). Power Electronics: Circuits, Devices, and Applications. Pearson Education.

 

11.     Putra, A. E. (2019). Sistem Kendali dan Otomasi. Deepublish.

 

12.     Kadir, A. (2017). Panduan Praktis Mempelajari Mikrokontroler dan Aplikasinya. Andi Offset.

 


 

BIODATA

 

 

 


 

Dzulfi Amalia. Penulis dilahirkan di Semarang, 10 Desember  2005. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMK Negeri 07 Semarang. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.0.08

 Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi melalui       

 E-mail: zulfi.33224008@mhs.polines.ac.id


 

Aditya Bintang Mahendra Penulis dilahirkan di Semarang, 2 Juni  2004. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMK Negeri 07 Semarang. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.0.02

 Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi melalui       

 E-mail: bintang.33224002@mhs.polines.ac.id



Rizqi Robbani Penulis dilahirkan di Balikpapan, 22 September  2005. Penulis telah menempuh pendidikan formal di MAS Muharikun Najaah Klaten. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.0.22

 Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi melalui       

 E-mail: rizqi.33224023@mhs.polines.ac.id



        Ezra Febrint K Penulis dilahirkan di Kabupaten Semarang 6 Februari  2006. Penulis telah menempuh pendidikan SMA N 2 Ungaran. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.0.10

 Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi melalui       

 E-mail: ezra.33224010@mhs.polines.ac.id

 

LAMPIRAN

1.    Link Youtube : https://youtu.be/RTDDXTiObZA?si=2SgGiaGHEtvVhslw 

2.    LinkCanva: https://www.canva.com/design/DAG6V0_U7YQ/LtUGDgSRI9BTt8HFP4CmSQ/edit?utm_content=DAG6V0_U7YQ&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIR TEMPERATURE SWITCHING AND MONITORING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM35 BERBASIS ATMEGA 16

RANCANG BANGUN KALKULATOR DIGITAL OPERASI KALI DAN BAGI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

SISTEM LAMPU LALU LINTAS PERTIGAAN BERBASIS AT89s51 DENGAN SENSOR INFRAMERAH