SISTEM KENDALI LAMPU SEIN MOTOR MENGGUNAKAN RANGKAIAN FLIP-FLOP SEBAGAI PENENTU PERGANTIAN ARAH
Dosen Pengampu:
Dr. Samuel Beta Kuntardjo, Ing.Tech., M.T.
Disusun Oleh:
1. ADITYA
BINTANG M EK-2A 3.32.24.0.02
2. DZULFI
AMALIA EK-2A 3.32.24.0.08
3. EZRA
FEBRINT K EK-2A 3.32.24.0.10
4. RIZQI
ROBBANI A EK-2A 3.32.24.0.22
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2025
Abstrak
Sistem
kendali lampu sein motor merupakan elemen penting dalam keselamatan berkendara,
karena berfungsi memberikan sinyal arah kepada pengguna jalan lain. Pada
penelitian ini dikembangkan suatu sistem kendali lampu sein berbasis rangkaian
flip-flop yang berperan sebagai penentu pergantian arah secara otomatis dan
stabil. Flip-flop digunakan sebagai rangkaian logika sequential untuk mengatur
perubahan keadaan (state) antara lampu sein kanan dan kiri, sehingga dapat
menghasilkan pola nyala yang konsisten, tidak saling bertabrakan, serta
mencegah kondisi lampu menyala bersamaan. Sistem ini dirancang dengan
memanfaatkan sinyal input dari saklar pengendali yang kemudian diolah oleh
flip-flop untuk menentukan keluaran sesuai logika arah yang dipilih. Hasil
perancangan menunjukkan bahwa penggunaan flip-flop mampu memberikan respon yang
cepat, sederhana, dan efisien dalam mengatur pergantian arah lampu sein. Dengan
demikian, sistem ini dapat menjadi alternatif rangkaian kendali yang lebih
handal dan ekonomis untuk diaplikasikan pada kendaraan bermotor, khususnya pada
sistem lampu isyarat belok.
Kata
kunci: Lampu sein, sistem kendali,
flip-flop, rangkaian logic
Abstract
The motorcycle turn signal control system is an essential component for
road safety, as it functions to provide directional signals to other road users.
This study develops a turn signal control system based on a flip-flop circuit
that serves as a stable and automatic direction-switching mechanism. The
flip-flop is used as a sequential logic circuit to regulate state transitions
between the right and left turn signals, producing a consistent blinking
pattern, preventing signal interference, and avoiding simultaneous activation
of both signals. The system is designed by utilizing input signals from the
control switch, which are then processed by the flip-flop to generate the
appropriate output according to the selected direction. The design results show
that the use of flip-flops provides a fast, simple, and efficient response in
managing turn signal switching. Therefore, this system can serve as a more
reliable and economical control circuit alternative for implementation in motor
vehicles, particularly in turn signal indicator systems.
Keywords: Turn signal, control system, flip-flop, logic
circuit.
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan jurnal
berjudul “Sistem Kendali Lampu Sein Motor Menggunakan Rangkaian Flip-Flop
Sebagai Penentu Pergantian Arah”. Penulisan jurnal ini bertujuan untuk
memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem kendali elektronika, khususnya
pada pengaturan lampu isyarat belok kendaraan bermotor agar lebih stabil,
efisien, dan mudah diterapkan.
Jurnal ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan
melalui pemanfaatan rangkaian flip-flop sebagai logika penentu pergantian arah
lampu sein. Penulis berharap bahwa penelitian ini dapat menjadi referensi dan
mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam bidang sistem kendali berbasis
rangkaian digital di masa mendatang.
Dalam proses penyusunan jurnal ini, penulis menyadari bahwa keberhasilan
penelitian dan penyusunan laporan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.
Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
- DR.
Samuel Beta K., Ing.Tech, M.T., yang telah memberikan bimbingan, arahan,
dan masukan berharga selama proses penelitian hingga penulisan jurnal ini.
- POLINES,
yang telah menyediakan fasilitas dan sarana pendukung sehingga penelitian
dapat berjalan dengan lancar.
- Keluarga
dan teman-teman, atas doa, dukungan, dan motivasi yang senantiasa
menguatkan penulis dalam menyelesaikan karya ini.
Penulis menyadari bahwa jurnal ini masih memiliki keterbatasan dan
kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis
harapkan demi kesempurnaan karya ini di masa mendatang.
Akhir kata, penulis berharap semoga jurnal ini dapat memberikan manfaat,
baik secara akademis maupun praktis, bagi semua pihak yang membacanya.
Hormat Kami
[Aditya,Dzulfi,Ezra,Rizqi]
BAB
I
PENDAHULUAN
A . LATAR
BELAKANG
Lampu sein merupakan salah satu komponen penting
pada kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai alat isyarat untuk menunjukkan
arah belok pengendara kepada pengguna jalan lain. Keberadaannya sangat berperan
dalam menjaga keamanan dan kenyamanan selama berkendara, terutama dalam kondisi
lalu lintas yang padat. Oleh karena itu, sistem pengendali lampu sein harus
dirancang dengan baik agar dapat berfungsi secara stabil, responsif, dan tidak
menimbulkan kesalahan sinyal.
Pada sistem konvensional, pengaturan lampu sein
umumnya masih bergantung pada rangkaian mekanis atau saklar sederhana yang
berpotensi mengalami aus, kerusakan, atau ketidakstabilan sinyal seiring waktu.
Selain itu, beberapa sistem pengendali lampu sein masih memungkinkan munculnya
kondisi kesalahan, seperti kedua lampu sein menyala secara bersamaan akibat
gangguan pada saklar atau kesalahan dalam penggunaan. Permasalahan ini
menunjukkan perlunya sistem kendali yang lebih handal dan mampu memberikan
kerja yang konsisten.
Rangkaian flip-flop sebagai salah satu elemen dasar
dalam logika sequential menawarkan solusi yang tepat untuk mengatur pergantian
keadaan (state) lampu sein secara otomatis dan terkontrol. Flip-flop memiliki
kemampuan menyimpan kondisi logika sehingga dapat mengendalikan perubahan arah
sinyal secara stabil dan mencegah keluaran ganda. Dengan memanfaatkan flip-flop,
sistem kendali lampu sein dapat diatur agar pergantian arah antara kiri dan
kanan berlangsung lebih terstruktur, sekaligus menghilangkan kemungkinan kedua
arah menyala bersamaan.
Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis
sistem kendali lampu sein motor berbasis rangkaian flip-flop sebagai penentu
pergantian arah. Perancangan ini diharapkan dapat menghasilkan sistem yang
lebih efisien, sederhana, dan mudah diaplikasikan pada kendaraan bermotor.
Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
pengembangan teknologi rangkaian digital yang diterapkan pada perangkat
keselamatan kendaraan.
Dengan adanya sistem kendali lampu sein berbasis
flip-flop ini, diharapkan dapat tercipta solusi yang lebih handal dalam pengaturan
sinyal belok kendaraan, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bagi
seluruh pengguna jalan.
B.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang
telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.
Bagaimana merancang sistem kendali lampu sein motor
menggunakan rangkaian flip-flop sebagai penentu pergantian arah?
2.
Bagaimana proses kerja flip-flop dalam mengatur
perubahan keadaan (state) antara lampu sein kanan dan kiri?
3.
Apakah sistem kendali lampu sein berbasis flip-flop
mampu memberikan sinyal pergantian arah yang stabil, responsif, dan mencegah
kedua lampu menyala secara bersamaan?
4. Seberapa efektif kinerja rangkaian flip-flop dalam meningkatkan keandalan sistem lampu sein dibandingkan dengan saklar konvensional?
C. BATASAN MASALAH
Agar penelitian lebih terarah
dan fokus, maka batasan masalah ditetapkan sebagai berikut:
1.
Penelitian hanya membahas pengendalian lampu sein motor
menggunakan rangkaian flip-flop jenis JK atau D (sesuai perancangan).
2.
Sistem hanya difokuskan pada fungsi pergantian arah
lampu sein kanan dan kiri, tanpa membahas fungsi lampu hazard atau sistem
kelistrikan motor secara keseluruhan.
3.
Pengujian dilakukan pada rangkaian simulasi
4. Output sistem hanya berupa indikator LED sebagai representasi lampu sein
D. TUJUAN
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1.
Merancang dan membangun sistem kendali lampu sein motor
menggunakan rangkaian flip-flop sebagai penentu pergantian arah.
2.
Menjelaskan mekanisme kerja flip-flop dalam mengatur
perubahan state lampu sein.
3.
Menghasilkan sistem kendali lampu sein yang stabil,
responsif, dan mampu mencegah keluaran ganda pada arah sinyal.
BAB II
METODOLOGI
1.
Perancangan Konseptual (Tahap 1):
Tahap awal
ini berfokus pada perumusan konsep sistem kendali lampu sein motor. Pada tahap
ini ditentukan penggunaan rangkaian flip-flop sebagai komponen utama untuk
mengatur pergantian arah lampu sein kiri dan kanan. Selain itu, ditetapkan
komponen pendukung seperti tombol (switch) sebagai input kendali, lampu LED
sebagai indikator sein, serta catu daya yang sesuai dengan sistem kelistrikan
sepeda motor.
2.
Perancangan Perangkat Keras
(Hardware):
Pada tahap
ini dilakukan studi literatur dari jurnal ilmiah, buku elektronika, dan artikel
teknis untuk memahami prinsip kerja flip-flop serta aplikasinya dalam sistem
kendali. Berdasarkan hasil studi tersebut, ditentukan jenis flip-flop yang
digunakan (misalnya JK flip-flop atau D flip-flop), beserta komponen pendukung
seperti resistor, kapasitor, transistor, dan relay bila diperlukan. Perancangan
rangkaian dilakukan dengan memperhatikan kestabilan, efisiensi, dan keandalan
sistem agar lampu sein dapat bekerja secara optimal.
3.
Perancangan Perangkat Lunak
(Software):
Pada sistem
ini tidak diperlukan perangkat lunak karena kendali dilakukan secara rangkaian
logika digital. Namun, tahap ini difokuskan pada perancangan logika kerja
rangkaian, termasuk penentuan kondisi logika input dan output flip-flop.
Perancangan logika bertujuan untuk memastikan setiap penekanan tombol dapat
mengubah kondisi flip-flop sehingga arah lampu sein dapat berganti secara
otomatis antara kiri dan kanan.
4.
Kalibrasi dan Integrasi Sistem:
Setelah
rangkaian dirancang, dilakukan proses perakitan dan pengujian awal pada setiap
bagian rangkaian. Kalibrasi dilakukan untuk memastikan respon flip-flop
terhadap input bekerja dengan benar dan tidak terjadi kesalahan logika. Seluruh
komponen kemudian diintegrasikan menjadi satu sistem kendali lampu sein,
sehingga perubahan keadaan flip-flop dapat mengendalikan nyala lampu sein
sesuai arah yang diinginkan.
5. Uji Coba dan Analisis Kinerja:
Sistem yang
telah terintegrasi selanjutnya diuji coba pada kondisi nyata atau simulasi
kelistrikan sepeda motor. Pengujian dilakukan untuk memastikan lampu sein kiri
dan kanan menyala secara bergantian sesuai dengan input yang diberikan. Apabila
ditemukan ketidaksesuaian atau gangguan, dilakukan perbaikan pada rangkaian
hingga sistem berfungsi dengan baik. Setelah sistem bekerja optimal, dilakukan
analisis kinerja untuk menilai keandalan dan efektivitas penggunaan flip-flop
sebagai penentu pergantian arah lampu sein.
BAB
III
KAJIAN
PUSTAKA
A. Mikrokontroler AT89C4051
Mikrokontroler AT89C4051 adalah model simulasi dari mikrokontroler berbasis arsitektur 8051 yang disediakan dalam software Proteus untuk memudahkan perancangan dan pengujian rangkaian digital. Dalam Proteus, AT89C4051 memiliki fitur lengkap seperti memori Flash 4 KB, RAM internal, port I/O, serta kemampuan eksekusi instruksi 8051. Komponen ini dapat dihubungkan dengan berbagai perangkat eksternal seperti LED, relay, sensor, dan LCD sehingga pengguna dapat mensimulasikan cara kerja program yang di-upload ke mikrokontroler (file .hex). Dengan adanya model ini, perancang bisa mengamati jalannya logika program, menguji kesalahan rangkaian, serta memverifikasi fungsi sistem tanpa harus membuat perangkat keras secara langsung, sehingga proses pengembangan menjadi lebih cepat dan efisien.
Gambar 3.1 AT89C4051
B. Resistor
Resistor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran arus listrik dalam suatu rangkaian. Resistor digunakan untuk mengatur tegangan, membatasi arus, membentuk pembagi tegangan, serta melindungi komponen lain agar tidak menerima arus berlebih. Komponen ini memiliki nilai hambatan yang dinyatakan dalam satuan Ohm (Ω).

C.
Rotary Switch
Rotary Switch adalah
jenis sakelar mekanik yang cara pengoperasiannya dilakukan dengan memutar tuas
atau knob untuk memilih satu dari beberapa posisi kontak listrik. Setiap posisi
putaran akan menghubungkan terminal pusat (common) dengan salah satu terminal
keluar, sehingga memungkinkan perubahan jalur arus secara manual sesuai
kebutuhan. Rotary switch umumnya digunakan dalam perangkat elektronik yang
membutuhkan pemilihan mode, pengaturan level, pemilihan kanal, atau perubahan
konfigurasi rangkaian, seperti pada kontrol volume lama, pemilih range
multimeter analog, panel kontrol industri, dan perangkat audio. Keunggulan
rotary switch adalah kemampuannya menyediakan banyak pilihan posisi dalam satu
komponen, gerakan seleksi yang presisi, serta daya tahannya yang tinggi,
sehingga sangat cocok untuk aplikasi yang memerlukan pemilihan fungsi secara
bertahap dan andal.
D.
LED BIBY
LED BIBY
adalah jenis LED indikator yang biasanya memiliki dua warna, yaitu Biru (Blue)
dan Kuning (Yellow) dalam satu komponen. LED ini dirancang untuk menampilkan
dua kondisi berbeda dalam satu titik tampilan. Ketika dialiri arus pada kaki
tertentu, LED akan menyala warna biru, dan jika arus dialirkan pada kaki
lainnya, LED akan menyala warna kuning. Pada beberapa rangkaian, LED BIBY juga
dapat menghasilkan variasi warna jika kedua LED menyala bersamaan.
LED BIBY
sering digunakan sebagai indikator status sistem, penanda mode operasi, atau
sinyal peringatan dalam perangkat elektronik, karena lebih praktis dan efisien
dibanding menggunakan dua LED terpisah. Komponen ini memudahkan perancang
rangkaian menampilkan beberapa informasi hanya dengan satu titik cahaya.
E. Crystal
Crystal
adalah komponen osilator yang digunakan untuk memberikan sinyal clock
akurat pada mikrokontroler atau rangkaian digital saat simulasi. Crystal
berfungsi menghasilkan frekuensi stabil (misalnya 8 MHz, 12 MHz, atau 16 MHz)
yang diperlukan agar mikrokontroler dapat menjalankan instruksi dengan timing
yang tepat.
Dalam Proteus, crystal biasanya dipasang bersama dua kapasitor ke ground, sama seperti pemasangan pada rangkaian nyata. Crystal ini mensimulasikan kerja osilator eksternal sehingga pengguna dapat menguji performa program, timing, dan respon sistem secara realistis tanpa harus membuat rangkaian fisik.
F. Capasitor
Kapasitor adalah komponen
elektronik pasif yang berfungsi untuk menyimpan dan melepaskan
muatan listrik dalam jangka waktu singkat. Kapasitor terdiri dari
dua pelat konduktor yang dipisahkan oleh bahan isolator (dielektrik), dan
digunakan dalam berbagai rangkaian untuk menstabilkan tegangan, menyaring
noise, menghaluskan arus pada catu daya, serta membentuk rangkaian osilator
bersama komponen lain seperti resistor atau crystal. Nilai kapasitor dinyatakan
dalam satuan Farad (F), dengan satuan turunan seperti
mikrofarad (µF), nanofarad (nF), dan pikofarad (pF). Karena kemampuannya
menyimpan energi listrik sementara, kapasitor menjadi komponen penting dalam
banyak aplikasi elektronik, baik analog maupun digital.
BAB
IV
PERANCANGAN
ALAT
A. Perangkat Keras dan Rangkaian Elektronika
Komponen yang digunakan dalam pembuatan project ini di antaranya:
1) Mikrokontroler AT89C4051
2) LED
3) Capasitor
4) Resistor
5) Crystal
B. Cara Kerja
Sistem lampu sein bekerja dengan mengandalkan
switch 3 posisi (SW-ROT-3) sebagai input arah, kemudian sinyal tersebut
diproses oleh mikrokontroler AT89C4051. Ketika pengguna memilih arah kiri atau
kanan melalui switch, mikrokontroler menerima input dan mulai menjalankan
program yang mengatur LED kiri atau LED kanan berkedip.
Proses kedipan dihasilkan oleh logika program yang
secara bergantian menyalakan dan mematikan LED dengan jeda tertentu. Selama
sistem aktif, mikrokontroler terus mengecek tombol OFF; jika ditekan, semua LED
langsung dimatikan. Dengan demikian, seluruh proses kendali lampu sein—mulai
dari menerima perintah, menentukan arah, hingga menghasilkan
kedipan—dikendalikan oleh program pada AT89C4051.
C.
Diagram
Blok
D. Diagram
Alir
E.
Gambar
Rangkaian
F.
Program
|
|
|
/* ================================================================== Pemrogram : Kelompok EK-2A/2 1. 02-Aditya Bintang NIM:3.32.24.0.02 2. 08-Dzulfi Amalia NIM:3.32.24.0.08 3. 10-Ezra Febrint K NIM:3.32.24.0.10 4. 22-Rizky Robbani NIM:3.32.24.0.22
====================================================================== ORG 0000H ; Mulai dari alamat 0000H LJMP MAIN ; Lompat ke program utama ORG 0030H ; Program utama dimulai di 0030H MAIN: SETB P1.0 ; Set P1.0 sebagai input (Switch
Kanan) SETB P1.1 ; Set P1.1 sebagai input (Switch Kiri) CLR P1.2 ; Matikan LED Kanan CLR P1.3 ; Matikan LED Kiri ; Loop utama -
terus cek posisi switch CHECK_SWITCH: ; Cek apakah switch di posisi KANAN (P1.0
= 0) JNB P1.0, SEIN_KANAN ; Cek apakah switch di posisi KIRI (P1.1
= 0) JNB P1.1, SEIN_KIRI ; Jika P1.0=1 dan P1.1=1, berarti posisi
TENGAH (OFF) SJMP SEIN_OFF ; Sein KANAN - LED
Kanan berkedip SEIN_KANAN: CLR P1.3 ; Pastikan LED Kiri mati ; LED Kanan ON SETB P1.2 ACALL DELAY_BLINK ; Cek lagi posisi switch setelah delay JNB P1.0, KANAN_OFF ; Jika masih di kanan, lanjut kedip SJMP CHECK_SWITCH ; Jika berubah, cek ulang KANAN_OFF: ; LED Kanan OFF CLR P1.2 ACALL DELAY_BLINK ; Cek lagi posisi switch JNB P1.0, SEIN_KANAN ; Jika masih di
kanan, ulangi kedip SJMP CHECK_SWITCH ; Jika berubah, cek ulang ; Sein KIRI - LED
Kiri berkedip SEIN_KIRI: CLR P1.2 ; Pastikan LED Kanan mati ; LED Kiri ON SETB P1.3 ACALL DELAY_BLINK ; Cek lagi posisi switch setelah delay JNB P1.1, KIRI_OFF ; Jika masih di kiri, lanjut kedip SJMP CHECK_SWITCH ; Jika berubah, cek ulang KIRI_OFF: ; LED Kiri OFF CLR P1.3 ACALL DELAY_BLINK ; Cek lagi posisi switch JNB P1.1, SEIN_KIRI ; Jika masih di kiri, ulangi kedip SJMP CHECK_SWITCH ; Jika berubah, cek ulang ; Posisi TENGAH -
Semua LED mati SEIN_OFF: CLR P1.2 ; Matikan LED Kanan CLR P1.3 ; Matikan LED Kiri SJMP CHECK_SWITCH ; Kembali cek switch ; Subroutine Delay
untuk kedipan (sekitar 0.5 detik) DELAY_BLINK: MOV R0, #10 ; Delay outer loop DLY1: MOV R1, #250 ; Delay middle loop DLY2: MOV R2, #250 ; Delay inner loop DLY3: ; Cek switch selama delay untuk responsif JNB P1.0, CHK_R JNB P1.1, CHK_L SJMP CONT_DLY CHK_R: JB P1.1, CONT_DLY ; Pastikan hanya kanan yang aktif SJMP END_DLY ; Jika kedua aktif, keluar delay CHK_L: JB P1.0, CONT_DLY ; Pastikan hanya kiri yang aktif SJMP END_DLY ; Jika kedua aktif, keluar delay CONT_DLY: DJNZ R2, DLY3 DJNZ R1, DLY2 DJNZ R0, DLY1 END_DLY: RET END |
|
|
|
|
V
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian sistem kendali lampu sein
motor, dapat disimpulkan bahwa sistem yang dirancang menggunakan rangkaian
logika digital dengan bantuan mikrokontroler AT89C4051 mampu mengendalikan
pergantian arah lampu sein kiri dan kanan secara stabil dan terkontrol. Sistem
ini bekerja dengan memproses input dari saklar arah, kemudian menghasilkan
keluaran berupa kedipan lampu sein sesuai arah yang dipilih tanpa terjadi
kondisi kedua lampu menyala secara bersamaan. Logika kendali yang diterapkan
menunjukkan respon yang baik terhadap perubahan input, menghasilkan pola
kedipan yang konsisten, serta meningkatkan keandalan dibandingkan sistem saklar
konvensional. Dengan demikian, sistem kendali lampu sein berbasis logika
digital ini dapat menjadi solusi yang efektif, sederhana, dan mudah dikembangkan
untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pada kendaraan bermotor.
VI
SARAN
1. Pengembangan sistem dapat dilakukan dengan menambahkan fitur lampu hazard untuk meningkatkan fungsi dan keselamatan berkendara.
2. Rangkaian
dapat dikembangkan menggunakan flip-flop murni tanpa mikrokontroler agar lebih
sesuai dengan konsep rangkaian logika sekuensial.
3. Penggunaan
mikrokontroler yang lebih modern dan hemat daya dapat dipertimbangkan untuk
meningkatkan efisiensi sistem.
4. Diperlukan
pengujian lebih lanjut terhadap ketahanan dan keandalan komponen agar sistem
dapat digunakan dalam jangka panjang.
5. Sistem
dapat dikombinasikan dengan indikator tambahan, seperti buzzer atau indikator
panel, untuk memberikan peringatan yang lebih jelas kepada pengendara
VII
DAFTAR
PSTAKA
1. Floyd, T. L. (2015). Digital
Fundamentals. Pearson Education.
2. Malvino, A. P., & Brown, J.
A. (2016). Digital Computer Electronics. McGraw-Hill.
3. Tocci, R. J., Widmer, N. S.,
& Moss, G. L. (2011). Digital Systems: Principles and Applications. Pearson
Education.
4. Atmel Corporation. (2009).
AT89C4051 8-bit Microcontroller with 4K Bytes Flash. Datasheet.
5. Sedra, A. S., & Smith, K. C.
(2014). Microelectronic Circuits. Oxford University Press.
6. Widodo, B., & Suryanto, A.
(2018). Dasar-Dasar Elektronika Digital. Andi Offset.
7. Mano, M. M., & Ciletti, M. D.
(2013). Digital Design: With an Introduction to the Verilog HDL. Pearson
Education.
8. Bolton, W. (2015). Programmable
Logic Controllers and Industrial Automation. Elsevier.
9. Dogan Ibrahim. (2010).
Microcontroller Based Applied Digital Control. John Wiley & Sons.
10. Rashid, M. H. (2018). Power
Electronics: Circuits, Devices, and Applications. Pearson Education.
11. Putra, A. E. (2019). Sistem
Kendali dan Otomasi. Deepublish.
12. Kadir, A. (2017). Panduan Praktis
Mempelajari Mikrokontroler dan Aplikasinya. Andi Offset.
BIODATA
Dzulfi Amalia. Penulis
dilahirkan di Semarang, 10 Desember 2005.
Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMK Negeri 07 Semarang. Penulis
mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri
Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro.
Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.0.08
Apabila ada kritik,
saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi
melalui
E-mail: zulfi.33224008@mhs.polines.ac.id
Aditya Bintang Mahendra
Penulis dilahirkan di Semarang, 2 Juni 2004. Penulis telah menempuh pendidikan formal
di SMK Negeri 07 Semarang. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3
(D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik
Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.0.02
Apabila ada kritik,
saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi
melalui
E-mail: bintang.33224002@mhs.polines.ac.id
Rizqi Robbani Penulis
dilahirkan di Balikpapan, 22 September 2005. Penulis telah menempuh pendidikan formal
di MAS Muharikun Najaah Klaten. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru
Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3
Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.0.22
Apabila ada kritik,
saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi
melalui
E-mail: rizqi.33224023@mhs.polines.ac.id
Ezra Febrint K Penulis dilahirkan di Kabupaten Semarang 6 Februari 2006. Penulis telah menempuh pendidikan SMA N 2 Ungaran. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.0.10
Apabila ada kritik,
saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi
melalui
E-mail: ezra.33224010@mhs.polines.ac.id
LAMPIRAN
1. Link Youtube : https://youtu.be/RTDDXTiObZA?si=2SgGiaGHEtvVhslw
Komentar
Posting Komentar