PERANCANGAN SISTEM KENDALI LIFT BERBASIS AT89C51 DENGAN BAHASA ASSEMBLY DAN PENGUJIAN MELALUI SIMULASI PROTEUS

KELAS EK-2A KELOMPOK 4

Andika Effendi1, Khansa Jodi Kurniawan2, Nabil Falah Muthi3, Rahardian Faizal Nugroho4

Program Studi Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang 2025/2026

Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Kec, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, 50275

ABSTRAK - Sistem lift merupakan salah satu sarana transportasi vertikal yang penting pada bangunan bertingkat dan memerlukan sistem kendali yang andal serta terstruktur. Prototipe ini dirancang untuk mengimplementasikan sistem kendali lift berbasis mikrokontroler AT89C51 dengan menggunakan bahasa pemrograman Assembly. Sistem bekerja dengan menerima masukan dari tombol pemilih lantai dan mengendalikan pergerakan lift secara otomatis menuju lantai tujuan. Mikrokontroler AT89C51 berfungsi sebagai pusat kendali yang mengolah sinyal masukan dan mengatur arah gerak serta pemberhentian lift sesuai dengan logika yang telah dirancang.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem kendali lift dapat beroperasi dengan baik dan stabil berdasarkan perintah yang diberikan. Melalui pengujian menggunakan software Proteus, sistem mampu merespons pemilihan lantai secara tepat serta mengendalikan pergerakan motor dan indikator lantai sesuai kondisi yang diharapkan. Prototipe ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam memahami prinsip kerja sistem kendali lift berbasis mikrokontroler, serta menjadi dasar pengembangan sistem lift otomatis yang lebih kompleks di masa mendatang.

 

Kata Kunci: AT89C51, Sistem Kendali Lift, Bahasa Assembly, Proteus.

      I.          PENDAHULUAN

 

A.    LATAR BELAKANG

Sistem lift banyak digunakan pada bangunan bertingkat dan memerlukan kontrol otomatis yang andal. Untuk memahami prinsip kerjanya, diperlukan pemodelan rangkaian dan logika kendali yang tepat. Mikrokontroler AT89C51 menjadi pilihan karena mudah diprogram menggunakan Assembly dan sesuai untuk sistem kontrol dasar. Melalui simulasi di Proteus, perancangan dan pengujian sistem lift dapat dilakukan secara aman dan efisien tanpa perangkat fisik.

 

B.    RUMUSAN MASALAH

 

1.     Bagaimana merancang sistem kendali lift berbasis mikrokontroler AT89C51 menggunakan bahasa pemrograman Assembly?

2.     Bagaimana logika kerja sistem kendali lift (pemilihan lantai, arah gerak, dan pemberhentian lift) dapat diimplementasikan pada AT89C51?

3.     Bagaimana perancangan rangkaian input dan output sistem lift yang sesuai untuk dihubungkan dengan mikrokontroler AT89C51?

4.     Bagaimana proses pemrograman dan pengujian sistem kendali lift menggunakan simulasi Proteus?

5.     Apakah sistem kendali lift yang dirancang dapat bekerja sesuai dengan prinsip kerja lift yang diharapkan berdasarkan hasil simulasi Proteus?

 

C.    TUJUAN

 

1.     Merancang dan mensimulasikan sistem lift sederhana menggunakan mikrokontroler AT89C51 di Proteus.

2.     Mengimplementasikan logika kendali lift menggunakan bahasa Assembly.

3.     Menguji dan memastikan fungsi rangkaian, seperti pergerakan naik–turun dan respon tombol lantai, berjalan sesuai yang direncanakan.

 

    II.          METODOLOGI

 

            Pembuatan prototipe sistem kendali lift ini dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

1.     Studi Literatur

o   Melakukan pemahaman mengenai prinsip kerja sistem lift dan sistem kendali otomatis.

o   Mempelajari karakteristik dan arsitektur mikrokontroler AT89C51.

o   Mempelajari dasar-dasar pemrograman bahasa assembly yang digunakan untuk mengontrol sistem kendali lift

o   Mempelajari penggunaan software Proteus sebagai media simulasi rangkaian dan pengujian sistem.

2.     Perancangan Sistem

o   Desain Hardware: Merancang rangkaian elektronik sistem lift yang terdiri dari mikrokontroler AT89C51, rangkaian input berupa tombol pemilih lantai dan sensor posisi, rangkaian output berupa driver motor, indikator lantai, serta catu daya.

o   Desain Software: Menulis program berbasis bahasa Assembly untuk mengatur logika kerja lift, meliputi pemilihan lantai, arah pergerakan motor, serta proses berhenti di lantai tujuan.

3.     Simulasi dan Pengujian

o   Melakukan pengujian fungsionalitas untuk memastikan sistem kendali lift bekerja sesuai fungsi yang diinginkan.

o   Melakukan simulasi sistem menggunakan Proteus dengan berbagai kondisi input, seperti penekanan tombol lantai yang berbeda, untuk mengamati respon pergerakan lift dan indikator lantai.

4.     Penyusunan Laporan

o   Menyusun laporan akhir yang mencakup hasil studi literatur, perancangan sistem, implementasi program, serta hasil simulasi dan pengujian sistem kendali lift berbasis AT89C51.

Metodologi ini diharapkan dapat memberikan langkah-langkah yang sistematis dalam perancangan dan pengujian sistem kendali lift, serta menghasilkan sistem yang bekerja sesuai dengan prinsip kerja lift yang diharapkan melalui simulasi Proteus.

 

  III.          TINJAUAN PUSTAKA

A.    ALAT DAN BAHAN

 

1.                    Push Button

Push button adalah mekanisme sakelar yang bekerja dengan cara ditekan untuk mengontrol perangkat atau rangkaian listrik. Fungsi utamanya adalah mengalirkan atau memutus aliran listrik, menyalakan atau mematikan perangkat seperti lampu, motor, atau alarm, dan mengirim sinyal ke mikrokontroler untuk menjalankan fungsi tertentu

 

                                                            Gambar 1. 1 Push Button

 

 

2.                Mikrokontroler AT89c51

 

AT89C51 adalah mikrokontroler 8-bit 40-pin dari keluarga Atmel yang berbasis arsitektur 8051 populer. Mikrokontroler ini memiliki memori Flash 4 KB, empat port I/O 8-bit yang menyediakan total 32 pin GPIO, serta fitur-fitur seperti timer, interrupt, dan dapat terhubung dengan memori eksternal. AT89C51 banyak digunakan dalam sistem tertanam karena kesederhanaan, fleksibilitas, dan ketangguhannya.




Gambar 1. 2 Mikrokontroler

Fitur tersebut memungkinkan AT89C51 untuk menangani berbagai perangkat input seperti tombol pemilih lantai dan sensor posisi, serta perangkat output seperti driver motor, relay, dan indikator lantai. Selain itu, AT89C51 juga memiliki timer/counter, sistem interupsi, serta port serial yang mendukung pengaturan waktu dan komunikasi sederhana, yang sangat berguna dalam pengendalian pergerakan dan pemberhentian lift. Dengan karakteristik tersebut, mikrokontroler AT89C51 sangat sesuai digunakan sebagai pengendali utama dalam perancangan dan simulasi sistem kendali lift.

 

3.                Motor

                        Gambar 1. 3 Motor

                              Motor DC 12 volt adalah jenis motor listrik arus searah yang bekerja menggunakan tegangan 12 V DC. Motor ini mengubah energi listrik menjadi energi mekanik berupa putaran poros. Karena menggunakan tegangan relatif rendah, motor DC 12 V banyak dipakai pada sistem kontrol sederhana, otomasi, dan prototipe seperti rangkaian lift mini, robot, dan conveyor. Keunggulannya adalah mudah dikendalikan, arah putaran bisa dibalik, serta kecepatannya dapat diatur.

 

B.    DIAGRAM BLOK



C.    FLOWCHART




D.    SCHEMATIC RANGKAIAN

 

E.     KODE PROGRAM

  IV.          HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    CARA KERJA RANGKAIAN

Sistem elevator tiga lantai ini bekerja dengan menggunakan mikrokontroler sebagai pusat kendali, motor DC sebagai aktuator penggerak, tombol sebagai media input, serta tampilan 7-segment sebagai indikator posisi lantai. Pada kondisi awal, sistem berada dalam keadaan siaga dengan posisi elevator berada pada lantai awal dan motor tidak beroperasi.

 

Ketika pengguna menekan salah satu tombol lantai, sinyal input akan diterima oleh mikrokontroler dan diproses untuk menentukan lantai tujuan. Selanjutnya, sistem membandingkan posisi lantai saat ini dengan lantai tujuan guna menentukan arah pergerakan elevator. Apabila lantai tujuan lebih tinggi dari posisi saat ini, motor DC akan digerakkan untuk menaikkan elevator. Sebaliknya, apabila lantai tujuan lebih rendah dari posisi saat ini, motor DC akan digerakkan untuk menurunkan elevator.

 

Pergerakan elevator dilakukan secara bertahap per lantai dengan pengaturan waktu tertentu yang merepresentasikan jarak antar lantai. Setiap kali elevator berpindah satu lantai, motor akan dihentikan sementara, kemudian posisi lantai diperbarui dan ditampilkan pada 7-segment display. Proses ini berlangsung secara berulang hingga elevator mencapai lantai tujuan. Setelah lantai tujuan tercapai, motor dihentikan sepenuhnya dan sistem kembali ke kondisi siaga untuk menunggu perintah selanjutnya. Dengan mekanisme ini, sistem elevator dapat beroperasi secara terkontrol dan memberikan informasi posisi lantai secara jelas kepada pengguna.


 

    V.          KESIMPULAN

Proyek ini berhasil merancang dan mensimulasikan sistem lift sederhana berbasis mikrokontroler AT89C51 menggunakan bahasa Assembly di Proteus. Rangkaian dan program dapat bekerja sesuai logika yang direncanakan, termasuk merespons tombol lantai, mengatur pergerakan motor, dan menampilkan indikator. Dengan simulasi Proteus, proses pengujian menjadi lebih mudah dan aman tanpa memerlukan perangkat fisik.

 

  VI.          REFERENSI

 Mazidi, M. A., Mazidi, J. G., & McKinlay, R. D. (2013). The 8051 Microcontroller and Embedded Systems: Using Assembly and C. New Jersey: Pearson Education.

Taufik, A., & Setiawan, D. (2019). “Perancangan Sistem Kendali Lift Menggunakan Mikrokontroler 8051”. Jurnal Teknik Elektro


VII.          LAMPIRAN

A.    LINK YOUTUBE 

B.    LINKPPT


 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIR TEMPERATURE SWITCHING AND MONITORING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM35 BERBASIS ATMEGA 16

RANCANG BANGUN KALKULATOR DIGITAL OPERASI KALI DAN BAGI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

SISTEM LAMPU LALU LINTAS PERTIGAAN BERBASIS AT89s51 DENGAN SENSOR INFRAMERAH