RANCANG BANGUN SISTEM KEYPAD ACCES CONTROL MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER 8051 UNTUK PENGAMANAN PINTU RUMAH


 

RANCANG BANGUN SISTEM KEYPAD ACCESS CONTROL MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER 8051 UNTUK PENGAMANAN PINTU RUMAH

Almaas Mim Ka’ab 1., Erni Ramayuni2., Irfan Akmal Fahrudin3.,
Rafif Hibatullah Falih4, Samuel Beta Kuntarjo5.

 

Email : 1almaas.43424104@mhs.polines.ac.id,
 2erni.43424109@mhs.polines.ac.id3irfan.43424116@mhs.polines.ac.id 4rafif.43424121@mhs.polines.ac.id,  5
sambetak2@gmail.com.

 

Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika Politeknik Negeri Semarang
Jl.
Prof. H. Sudharto, S.H., Tembalang, Semarang, Jawa Tengah Indonesia, 50275
Telp. (024)7473417, Website: www.polines.ac.id, Email:sekretariat@polines.ac.id





KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan project berjudul “Rancang Bangun Sistem Keypad Access Control Menggunakan Mikrokontroler 8051 untuk Pengamanan Pintu Rumah” dengan baik.
    Projek ini dibuat sebagai bentuk penerapan ilmu pengetahuan di bidang elektronika dan mikrokontroler, khususnya dalam merancang sistem keamanan pintu otomatis yang memanfaatkan keypad sebagai media input, serta motor dan LED sebagai indikator status pintu. Sistem ini diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai bagaimana teknologi pengendalian akses dapat diimplementasikan secara sederhana namun fungsional.
    Kami menyadari bahwa penyelesaian projek ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pengampu Dr. Samuel Beta Kuntardjo, Ing.Tech., M.T. , teman-teman.
    Semoga hasil dari projek ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat dan menjadi referensi dalam pengembangan sistem pengamanan di berbagai bidang. Kami juga berharap bahwa projek ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai teknologi Acces Control pada pintu rumah dalam dunia nyata.



BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang

Keamanan rumah merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk melindungi penghuni dan barang-barang di dalamnya. Seiring berkembangnya teknologi, sistem keamanan semakin canggih dan dapat dirancang dengan biaya terjangkau menggunakan mikrokontroler serta komponen elektronik sederhana. Salah satu sistem yang banyak digunakan adalah access control berbasis keypad, di mana pengguna harus memasukkan kode sandi tertentu untuk membuka atau menutup pintu.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, maka dibuatlah sebuah sistem pengamanan pintu rumah menggunakan keypad 4x4 yang dikendalikan oleh mikrokontroler 8051. Sistem ini akan memberikan respon berupa indikasi LED dan pergerakan motor DC, seperti:

·       Jika kode sandi benar → LED hijau menyala dan motor berputar kanan, menandakan pintu terbuka.

·       Jika kode sandi salah → LED merah menyala sebagai peringatan.

·       Saat pintu ditutup → LED kuning menyala dan motor bergerak ke arah sebaliknya.

Dengan memanfaatkan rangkaian keypad, LCD, motor driver L293D, serta indikator LED, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan dan mempermudah kontrol akses pada pintu rumah secara otomatis, aman, dan efisien.

1.2      Rumusan Masalah

1.     Bagaimana merancang sistem keypad access control menggunakan mikrokontroler 8051?

2.     Bagaimana membuat program untuk mendeteksi kode sandi dan memberikan respon sesuai kondisi?

3.     Bagaimana sistem mampu mengontrol motor DC agar pintu dapat membuka dan menutup secara otomatis?

4.     Bagaimana menampilkan status sistem melalui indikator LED dan LCD?

1.3        Tujuan Projek

1.     Membuat sistem pengamanan pintu berbasis keypad yang dapat mendeteksi sandi dengan benar.

2.     Mengimplementasikan mikrokontroler 8051 sebagai pengendali utama.

3.     Mengontrol motor DC menggunakan driver L293D untuk mekanisme buka–tutup pintu.

4.     Memberikan indikator status melalui LED dan LCD agar pengguna dapat memahami kondisi sistem.

1.4    Manfaat Projek

1.     Memberikan contoh implementasi nyata dari sistem keamanan sederhana berbasis mikrokontroler.

2.     Menambah wawasan mengenai interfacing keypad, motor driver, dan LCD.

3.     Menjadi referensi untuk pengembangan sistem keamanan pintu otomatis yang lebih kompleks di masa depan.

4.     Meningkatkan rasa aman pengguna melalui sistem kontrol akses yang efektif.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1  Komponen Utama

1.   IC 8051

Mikrokontroler8051 adalah mikrokontroler 8-bit populer yang dirancang oleh Intel pada tahun 1980-an, mengintegrasikan CPU, memori (RAM 128 byte, ROM 4KB), timer, port serial, dan 4 port I/O 8-bit dalam satu chip, menjadikannya solusi serbaguna dan hemat biaya untuk sistem tertanam di berbagai perangkat elektronik mulai dari remote control hingga otomasi industri, dikenal karena arsitektur Harvard, fleksibilitasnya, dan ketersediaan banyak varian dan dukungan komunitas. 


Gambar 2.1 IC P8051AH

2.   Keypad

Keypad adalah saklar-saklar push button yang disusun secara matriks yang berfungsi untuk menginput data seperti, input pintu otomatis, input absensi, input datalogger dan sebagainya. Saklar-saklar push button yang menyusun keypad yang digunakan umumnya mempunyai 3 kaki dan 2 kondisi, kondisi pertama yaitu pada saat saklar tidak ditekan, maka antara kaki 1, 2 dan 3 tidak terhubung (berlogika 1), sebagaimana terlihat pada gambar gambar 2.2. Berikut :

Gambar 2.2 Keypad

3.   Motor DC

     Motor DC merupakan perangkat yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi kinetik atau gerakan. Motor DC memiliki dua terminal atau kabel, yaitu power dan ground. Motor ini memerlukan tegangan DC agar dapat bergerak. Biasanya digunakan pada perangkat elektronik yang menggunakan sumber listrik DC seperti kipas pendingin komputer dan mobil remote control.Motor DC menghasilkan sejumlah putaran per menit atau biasa dikenal dengan istilah RPM (revolutions per minute) dan dapat berputar searah jarum jam maupun berlawanan arah jarum jam sehingga tergantung polaritas listrik yang diberikan.


Gambar 2.3 Motor DC

4.  IC Driver L293D

       L293D adalah IC driver motor dual H-Bridger yang berfungsi mengendalikan dua motor DC atau satu motor stepper, memungkinkan kontrol arah putar bolak balik dan kecepatan (menggunakan PWM) dari mikrokontroler seperti Arduino, dengan pin input (IN), output (Y), enable (EN), dan pin catu daya terpisah untuk logika (VCC1) dan motor (VCC2).

Gambar 2.4 IC Driver L293D

5.   Lcd 16x2

LCD (Liquid Crystal Display) adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama. LCD (Liquid Crystal Display) bisa menampilkan suatu gambar/karakter dikarenakan terdapat banyak sekali titik cahaya (piksel) yang terdiri dari satu buah kristal cair sebagai titik cahaya. Walau disebut sebagai titik cahaya, namun Kristal cair ini tidak memancarkan cahaya sendiri. LCD 16x2 dapat menampilkan sebanyak 32 karakter yang terdiri dari 2 baris dan tiap baris dapat menampilkan 16 karakter.

Gambar 2.5 LCD 16x2

6.   LED Indikator

Light Emitting Diode (LED) adalah komponen semikonduktor yang memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik dalam arah maju (forward bias). LED memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sumber cahaya konvensional, seperti efisiensi energi yang tinggi, umur operasional yang panjang, dan respons yang cepat terhadap perubahan arus listrik. Selain itu, LED juga memiliki ukuran kecil dan dapat dengan mudah dikendalikan menggunakan mikrokontroler seperti Arduino.

Gambar 2.6 Light Emitting Diode

7.  Resistor

Resistor adalah komponen elektronika yang memberikan hambatan terhadap aliran arus dalam suatu rangkaian. Nilai resistansi diukur dalam satuan ohm (Ω) dalam menentukan seberapa besar hambatan yang diberikan. Dengan prinsip dasar hukum ohm. Resistor digunakan untuk mengatur aliran listrik dalam berbagai perangkat elektronika.

Gambar 2.7 Resistor



BAB III
PERANCANGAN ALAT

3.1  Daftar Alat Dan Bahan

Komponen yang digunakan dalam perancangan alat :

1.     IC 8051

2.     Keypad

3.     Motor DC

4.     IC L293D

5.     LCD 16x2

6.     LED

7.     Resistor

3.2  Cara Kerja

Pada saat sistem dijalankan, mikrokontroler 8051 terlebih dahulu melakukan proses inisialisasi. Tahap ini meliputi pengaturan port input–output, penyiapan keypad untuk mode pemindaian baris–kolom, dan inisialisasi LCD ke mode operasi 4-bit. Setelah LCD siap digunakan, layar akan menampilkan pesan awal “Enter PIN:” sebagai instruksi kepada pengguna.

Ketika pengguna menekan tombol pada keypad, 8051 melakukan proses keypad scanning dengan cara mengaktifkan baris satu per satu dan membaca kolom untuk mendeteksi tombol mana yang ditekan. Setiap tombol yang berhasil terbaca akan langsung ditampilkan pada LCD dalam bentuk simbol “*” untuk menjaga kerahasiaan PIN yang dimasukkan.

Selanjutnya, program mengambil PIN yang benar dari memori, yaitu 1-2-3-4, lalu membandingkannya dengan empat digit input yang diberikan pengguna. Jika seluruh digit sesuai, LCD akan menampilkan “Access Granted”, LED hijau menyala, dan sistem masuk ke kondisi akses diterima. Jika terdapat kesalahan pada satu atau lebih digit, LCD akan menampilkan “Access Denied”, LED merah menyala sebagai tanda akses ditolak.

Sementara itu, LED kuning berfungsi sebagai indikator bahwa sistem sedang aktif dan menunggu input PIN (status standby). Setelah hasil akhir ditampilkan, sistem berhenti pada tampilan tersebut hingga dilakukan reset ulang atau dijalankan kembali dari awal.

3.3   Diagram Blok

Gambar 3. Diagram Blok

3.4  Flowchart

Gambar 3.2 Flowchart

3.5  Gambar Rangkaian

Gambar 3.3 Gambar Rangkaian


   3.6  Program
; ========================================
; KEYPAD ACCESS CONTROL DENGAN LED & MOTOR
; ========================================
; PORT USAGE:
; P0 = Keypad (Column: P0.0-P0.3, Row: P0.4-P0.6)
; P1 = LCD Data 8-bit (D0-D7 → P1.0-P1.7)
; P2 = LCD Control (RS=P2.0, E=P2.1)
; P3 = LED & Motor Control
;      P3.2 = LED HIJAU (PIN Benar/Pintu Buka)
;      P3.3 = LED MERAH (PIN Salah)
;      P3.4 = LED KUNING (Pintu Tertutup)
;      P3.5 = Motor IN1 (Kontrol Arah)
;      P3.6 = Motor IN2 (Kontrol Arah)
; ========================================

Org 0000h
		
RS 		Equ  	P2.0
E		Equ	P2.1
LED_GREEN	Equ	P3.2
LED_RED	Equ	P3.3
LED_YELLOW	Equ	P3.4
MOTOR_IN1	Equ	P3.5
MOTOR_IN2	Equ	P3.6

;=================== MAIN PROGRAM ===========================
Main:		
			;--- Init System (LED & Motor) ---
			Call InitSystem
			
			;--- 1. Init LCD (8-bit mode) ---
			Clr RS
			Call InitLCD8bit
			Call ClearLCD
			
			;--- 2. Tampil "DOOR ACCESS" + "Tekan *" ---
			SetB RS
			Mov DPTR,#MSG_WELCOME
ShowMsg1:	      Clr A
			Movc A,@A+DPTR
			Jz GoLine2
			Call SendChar
			Inc DPTR
			Jmp ShowMsg1
			
GoLine2:	      Call CursorLine2
			SetB RS
			Mov DPTR,#MSG_TEKAN
ShowMsg2:	      Clr A
			Movc A,@A+DPTR
			Jz WaitStar
			Call SendChar
			Inc DPTR
			Jmp ShowMsg2

			;--- 3. Scan * ---
WaitStar:	      Call ScanKeyPad
			Mov A, R7
			Cjne A, #'*', WaitStar
			Call LongDelay
			Call WaitKeyRelease
			Call LongDelay
			
			;--- 4. Clear LCD ---
			Call ClearLCD
			
			;--- 5. Tampil "Enter PIN:" ---
			SetB RS
			Mov DPTR,#MSG_ENTERPIN
ShowMsg3:	      Clr A
			Movc A,@A+DPTR
			Jz StartInput
			Call SendChar
			Inc DPTR
			Jmp ShowMsg3
			
			;--- 6. Input 4 digit ---
StartInput:	      Mov R4, #00h
			Mov R5, #00h
			Mov DPTR, #PIN_CODE
			
GetInput:	
			;Reset R7
			Mov R7, #00h
			
			;Tunggu sampai tombol BENAR-BENAR dilepas
ReleaseLoop:
			SetB P0.0
			SetB P0.1
			SetB P0.2
			SetB P0.3
			Mov A, P0
			Anl A, #70h
			Cjne A, #70h, ReleaseLoop
			
			;Delay LEBIH LAMA setelah release
			Call LongDelay
			Call LongDelay
			
			;Reset R7 lagi untuk memastikan
			Mov R7, #00h
			
			;Sekarang SCAN terus sampai dapat tombol
PressLoop:
			Call ScanKeyPad
			Mov A, R7
			Jz PressLoop		;Jika R7=0, belum ada tombol
			
			;Dapat tombol! Delay debounce
			Mov R0, #80
Deb1:		      Mov R1, #250
Deb2:		      Djnz R1, Deb2
			Djnz R0, Deb1
			
			;Simpan PIN yang benar
			Clr A
			Movc A, @A+DPTR
			Mov R6, A
			
			;Bandingkan
			Mov A, R7
			Cjne A, 06H, NotMatch
			Inc R5
NotMatch:	
			;Tampilkan * SATU KALI
			SetB RS
			Mov A, #'*'
			Call SendChar
			
			;Tunggu tombol dilepas dengan delay ekstra
			Call WaitKeyRelease
			Call LongDelay
			
			Inc DPTR
			Inc R4
			Cjne R4, #04h, GetInput
			
			;--- 7. Tampil hasil ---
			Call CursorLine2
			SetB RS
			
			Cjne R5, #04h, ShowDenied
			
;========== PIN BENAR - AKSES GRANTED ==========
ShowGranted:
			Mov DPTR, #MSG_GRANTED
			Call DisplayMsg
			
			;LED HIJAU NYALA, LED LAIN MATI
			SetB LED_GREEN
			Clr LED_RED
			Clr LED_YELLOW
			
			;MOTOR BUKA PINTU (Putar Kanan)
			Call MotorBuka
			
			;Tunggu 3 detik (pintu terbuka)
			Call Delay3Second
			
			;MOTOR TUTUP PINTU (Putar Kiri)
			Call MotorTutup
			
			;Tunggu 3 detik (pintu menutup)
			Call Delay3Second
			
			;MOTOR STOP
			Call MotorStop
			
			;LED KUNING NYALA (Pintu Tertutup)
			Clr LED_GREEN
			SetB LED_YELLOW
			
			;Tunggu 2 detik
			Call Delay2Second
			
			;Semua LED mati
			Call InitSystem
			
			Jmp Main		;Restart

;========== PIN SALAH - AKSES DENIED ==========			
ShowDenied:
			Mov DPTR, #MSG_DENIED
			Call DisplayMsg
			
			;LED MERAH NYALA, LED LAIN MATI
			Clr LED_GREEN
			SetB LED_RED
			Clr LED_YELLOW
			
			;Motor tetap STOP
			Call MotorStop
			
			;LED Merah berkedip 5 kali
			Mov R2, #05h
BlinkLoop:	
			SetB LED_RED
			Call Delay500ms
			Clr LED_RED
			Call Delay500ms
			Djnz R2, BlinkLoop
			
			;Semua LED mati
			Call InitSystem
			
			Jmp Main		;Restart

;========== DISPLAY MESSAGE SUBROUTINE ==========
DisplayMsg:
			Clr A
			Movc A, @A+DPTR
			Jz DoneMsgDisp
			Call SendChar
			Inc DPTR
			Jmp DisplayMsg
DoneMsgDisp:
			Ret

;========== SYSTEM INITIALIZATION ==========
InitSystem:
			;Set semua LED mati
			Clr LED_GREEN
			Clr LED_RED
			Clr LED_YELLOW
			
			;Motor stop
			Call MotorStop
			Ret

;========== MOTOR CONTROL SUBROUTINES ==========
MotorBuka:
			;Putar motor kanan (Buka pintu)
			;IN1 = 1, IN2 = 0
			SetB MOTOR_IN1
			Clr MOTOR_IN2
			Ret

MotorTutup:
			;Putar motor kiri (Tutup pintu)
			;IN1 = 0, IN2 = 1
			Clr MOTOR_IN1
			SetB MOTOR_IN2
			Ret

MotorStop:
			;Stop motor
			;IN1 = 0, IN2 = 0
			Clr MOTOR_IN1
			Clr MOTOR_IN2
			Ret

;========== DELAY SUBROUTINES ==========
Delay3Second:
			;3 detik = 6 x 500ms
			Mov R3, #06h
D3S_Loop:	Call Delay500ms
			Djnz R3, D3S_Loop
			Ret

Delay2Second:
			;2 detik = 4 x 500ms
			Mov R3, #04h
D2S_Loop:	Call Delay500ms
			Djnz R3, D2S_Loop
			Ret

Delay500ms:
			Mov R0, #250
D500_L1:	Mov R1, #250
D500_L2:	Djnz R1, D500_L2
			Djnz R0, D500_L1
			Ret

;================ LCD SUBROUTINES (8-BIT MODE) ===============
InitLCD8bit:
			Call LongDelay
			Call LongDelay
			
			;Function Set: 8-bit, 2 line, 5x7 dots
			Clr RS
			Mov P1, #38h
			Call Pulse
			Call LongDelay
			
			;Display ON, Cursor OFF, Blink OFF
			Mov P1, #0Ch
			Call Pulse
			Call LongDelay
			
			;Entry Mode: Increment, No shift
			Mov P1, #06h
			Call Pulse
			Call LongDelay
			
			;Clear Display
			Mov P1, #01h
			Call Pulse
			Call LongDelay
			Call LongDelay
			
			Ret

ClearLCD:	
			Clr RS
			Mov P1, #01h
			Call Pulse
			Call LongDelay
			Call LongDelay
			Ret

CursorLine2:
			Clr RS
			Mov P1, #0C0h		;Set DDRAM address to line 2
			Call Pulse
			Call LongDelay
			Ret
			
Pulse:		
			SetB E
			Nop
			Nop
			Nop
			Clr E
			Ret

SendChar:	
			SetB RS
			Mov P1, A
			Call Pulse
			Call LongDelay
			Ret

LongDelay:	
			Mov R0, #100
LD1:		      Mov R1, #250
LD2:		      Djnz R1, LD2
			Djnz R0, LD1
			Ret

WaitKeyRelease:	
			SetB P0.0
			SetB P0.1
			SetB P0.2
			SetB P0.3
WaitLoop:	      Mov A, P0
			Anl A, #70h
			Cjne A, #70h, WaitLoop
			Ret

;=========================== KEYPAD SUBROUTINES ===============================
ScanKeyPad:	
			SetB P0.0
			SetB P0.1
			SetB P0.2
			SetB P0.3
			
ScanLoop:	      CLR P0.3
			CALL IDCode0
			SetB P0.3
			JB F0,DoneScan
						
			CLR P0.2
			CALL IDCode1
			SetB P0.2
			JB F0,DoneScan

			CLR P0.1
			CALL IDCode2
			SetB P0.1
			JB F0,DoneScan
			
			CLR P0.0
			CALL IDCode3
			SetB P0.0
			JB F0,DoneScan
														
			JMP ScanLoop
							
DoneScan:	      Clr F0
			Ret

IDCode0:	      JNB P0.4, KeyCode03
			JNB P0.5, KeyCode13
			JNB P0.6, KeyCode23
			RET
KeyCode03:	      SETB F0
			Mov R7,#'3'
			RET
KeyCode13:	      SETB F0
			Mov R7,#'2'
			RET
KeyCode23:	      SETB F0
			Mov R7,#'1'
			RET

IDCode1:	      JNB P0.4, KeyCode02
			JNB P0.5, KeyCode12
			JNB P0.6, KeyCode22
			RET
KeyCode02:	      SETB F0
			Mov R7,#'6'
			RET
KeyCode12:	      SETB F0
			Mov R7,#'5'
			RET
KeyCode22:	      SETB F0
			Mov R7,#'4'
			RET

IDCode2:	      JNB P0.4, KeyCode01
			JNB P0.5, KeyCode11
			JNB P0.6, KeyCode21
			RET
KeyCode01:	      SETB F0
			Mov R7,#'9'
			RET
KeyCode11:	      SETB F0
			Mov R7,#'8'
			RET
KeyCode21:	      SETB F0
			Mov R7,#'7'
			RET

IDCode3:	      JNB P0.4, KeyCode00
			JNB P0.5, KeyCode10
			JNB P0.6, KeyCode20
			RET
KeyCode00:	      SETB F0
			Mov R7,#'#'
			RET
KeyCode10:	      SETB F0
			Mov R7,#'0'
			RET
KeyCode20:	      SETB F0
			Mov R7,#'*'
			RET

;======================== MESSAGES ==========================
			Org 0200h
MSG_WELCOME:  DB 'D','O','O','R',' ','A','C','C','E','S','S',0
MSG_TEKAN:    DB 'P','r','e','s','s',' ','*',0
MSG_ENTERPIN: DB 'E','n','t','e','r',' ','P','I','N',':',0
MSG_GRANTED:  DB 'A','c','c','e','s','s','','G','r','a','n','t','e','d',0
MSG_DENIED:   DB 'A','c','c','e','s','s',' ','D','e','n','i','e','d',0

			Org 0250h
PIN_CODE:     DB '1','2','3','4',0

			End



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Implementasi Sistem

Setelah dilakukan perancangan rangkaian dan pembuatan program, sistem Keypad Access Control berbasis mikrokontroler 8051 berhasil dijalankan dan diuji melalui simulasi menggunakan Proteus ISIS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja sesuai dengan perencanaan awal, mulai dari proses input PIN hingga pemberian output berupa tampilan LCD, LED indikator, dan penggerak motor DC.

Pada saat sistem pertama kali diaktifkan, LCD menampilkan tulisan “DOOR ACCESS” dan *“Press ” sebagai tanda bahwa sistem berada dalam kondisi siap. Pada kondisi ini, motor DC tidak bergerak dan seluruh LED dalam keadaan mati, sehingga pintu berada pada posisi tertutup dan aman.

4.2 Pengujian Pembacaan Keypad

Pengujian keypad dilakukan dengan menekan tombol-tombol pada keypad untuk memastikan setiap input dapat terbaca oleh mikrokontroler. Berdasarkan hasil pengujian, metode pembacaan keypad dengan cara scanning baris dan kolom dapat berjalan dengan baik. Setiap tombol yang ditekan dapat dikenali sesuai dengan posisinya pada keypad.

Selain itu, penggunaan delay pada program berfungsi untuk mengurangi kesalahan pembacaan akibat getaran tombol (debounce). Dengan adanya delay tersebut, input PIN yang dimasukkan oleh pengguna dapat terbaca dengan lebih stabil dan tidak terjadi pembacaan ganda.

4.3 Pengujian Verifikasi PIN

Sistem dirancang untuk menerima PIN sebanyak empat digit, dengan PIN yang telah ditentukan sebelumnya, yaitu 1234. Selama proses input, karakter angka yang ditekan tidak ditampilkan secara langsung pada LCD, melainkan digantikan dengan tanda “*”. Hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan PIN yang dimasukkan.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membandingkan PIN input dengan PIN yang tersimpan di dalam program. Jika seluruh digit yang dimasukkan sesuai, sistem akan mengenali kondisi sebagai PIN benar. Sebaliknya, apabila terdapat kesalahan pada salah satu digit, sistem akan menganggap PIN yang dimasukkan salah.

4.4 Pengujian Tampilan LCD dan LED Indikator

LCD 16×2 digunakan sebagai media untuk menampilkan informasi kepada pengguna. Berdasarkan hasil pengujian, LCD dapat menampilkan pesan dengan jelas sesuai dengan kondisi sistem, seperti pesan awal, perintah memasukkan PIN, serta informasi hasil verifikasi.

Indikator LED juga berfungsi dengan baik. LED hijau menyala ketika PIN yang dimasukkan benar, LED merah menyala ketika PIN salah, dan LED kuning digunakan sebagai indikator bahwa pintu berada dalam kondisi tertutup. Dengan adanya LED indikator ini, pengguna dapat dengan mudah mengetahui status sistem tanpa harus melihat LCD secara terus-menerus.

4.5 Pengujian Motor DC

Motor DC dikendalikan menggunakan IC L293D untuk mengatur arah putaran motor. Dari hasil pengujian, motor dapat berputar sesuai perintah yang diberikan oleh mikrokontroler. Ketika PIN benar, motor berputar untuk membuka pintu, kemudian berhenti dan berputar kembali untuk menutup pintu setelah beberapa saat.

Pada kondisi PIN salah, motor tetap dalam keadaan berhenti sehingga pintu tidak terbuka. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian motor sudah sesuai dengan logika sistem yang dirancang.

4.6 Pembahasan Hasil Pengujian

Berdasarkan keseluruhan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa sistem Keypad Access Control ini telah bekerja dengan cukup baik. Integrasi antara perangkat keras dan perangkat lunak berjalan sesuai dengan perancangan. Mikrokontroler 8051 mampu membaca input dari keypad, melakukan proses verifikasi PIN, serta mengendalikan output berupa LCD, LED, dan motor DC.

Meskipun sistem sudah berfungsi dengan baik, masih terdapat beberapa keterbatasan, seperti penggunaan PIN yang bersifat statis dan belum adanya fitur tambahan seperti alarm atau pencatatan akses. Namun secara keseluruhan, sistem ini sudah memenuhi tujuan sebagai contoh penerapan sistem keamanan pintu sederhana berbasis mikrokontroler.

   4.7 Dokumentasi Hasil Pengujian

Gambar 4.1 Kondisi Stand by


 
Gambar 4.2 Kondisi Ketika Pin Yang Dimasukan Benar


 
Gambar 4.3 Kondisi LED kuning Menyala (Pintu Tertutup Kembali)


Gambar 4.4 Kondisi Ketika Pin Yang Dimasukan Salah



BAB V
KESIMPULAN

Melalui project Keypad Access Control berbasis mikrokontroler 8051, dapat dilihat bahwa sistem yang dibuat mampu berjalan sesuai dengan perancangannya. Sistem berhasil membaca input PIN dari keypad, memprosesnya menggunakan mikrokontroler 8051, serta menampilkan hasil verifikasi melalui LCD dan LED indikator.

Berdasarkan pengujian yang dilakukan, proses pembacaan keypad dan verifikasi PIN berjalan dengan baik. Saat PIN yang dimasukkan sesuai, sistem memberikan respon berupa tampilan Access Granted, LED hijau menyala, dan motor bergerak untuk membuka pintu. Sebaliknya, ketika PIN tidak sesuai, sistem menampilkan Access Denied dan pintu tetap dalam keadaan terkunci.

Secara umum, project ini memberikan gambaran sederhana mengenai penerapan sistem keamanan berbasis mikrokontroler. Walaupun fitur yang digunakan masih terbatas, seperti PIN yang bersifat statis, sistem ini sudah cukup efektif sebagai media pembelajaran dan masih terbuka untuk dikembangkan lebih lanjut.

                                                       

Daftar Pustaka

Ayala, K. J. (2000). The 8051 Microcontroller (pp. 3-4). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.

Nasaban, S. (2017). Pengendalian Motor DC dengan Mikrokontroler. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Hakim, M. L., Yunianto, I., & Mutaqin, M. Z. (2023). System Smart Door Lock Pada Ruang Lab Komputer Sma Muhammdiyah 9 Kota Bekasi Berbasis Arduino Nano. Jupiter: Journal of Computer & Information Technology4(1), 38-47.

Sudimanto, Sudimanto. "Simulasi Perancangan Kalkulator Berbasis Mikrokontroler dengan Proteus." 
Media Informatika 17, no. 1: 8-11.

Guntoro, H., & Somantri, Y. (2013). Rancang bangun magnetic door lock menggunakan keypad dan solenoid berbasis mikrokontroler arduino uno. 
Electrans12(1), 39-48.




BIODATA

             

Almaas Mim Ka'ab. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMA Negeri 1 Semarang dan sekarang menjadi Mahasiswa Aktif Politeknik Negeri Semarang Prodi D4 Teknologi Rekayasa Elektronika, Jurusan Teknik Elektro dengan NIM 4.34.24.1.04. 

Apabila ada kritik, saran, dan juga pertanyaan mengenai penelitian yang kami buat, bisa menghubungi melalui 

Email: almaas.43424104@mhs.polines.ac.id



    

Erni Ramayuni. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMK Ananda Mitra Industri Deltamas dan sekarang menjadi Mahasiswa Aktif Politeknik Negeri Semarang Prodi D4 Teknologi Rekayasa Elektronika, Jurusan Teknik Elektro dengan  dengan NIM 4.34.24.1.09.

Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi melalui

E-mail: erni.43424109@mhs.polines.ac.id



             

Irfan Akmal Fahrudin. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMK Wisuda Karya Kudus dan sekarang menjadi Mahasiswa Aktif Politeknik Negeri Semarang Prodi D4 - Teknologi Rekayasa Elektronika, Jurusan Teknik Elektro dengan NIM 4.34.24.1.16. 

Apabila ada kritik, saran, dan juga pertanyaan mengenai penelitian yang kami buat, bisa menghubungi melalui 

Email: irfan.43424116@mhs.polines.ac.id



              

Rafif Hibatullah Falih. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMA 1 BAE KUDUS dan sekarang menjadi Mahasiswa Aktif Politeknik Negeri Semarang Prodi D4 - Teknologi Rekayasa Elektronika, Jurusan Teknik Elektro dengan NIM 4.34.24.1.21.

Apabila ada kritik, saran, dan juga pertanyaan mengenai penelitian yang kami buat, bisa menghubungi melalui

Email: rafif.43424121@mhs.polines.ac.id


Lampiran

Link Youtube : 
https://youtu.be/YHAtQsfDj4E?si=E_xgYb_wZ873dxLx

Link Power Point (PPT) : 
https://drive.google.com/file/d/16gmTql7YLc1XnjiYmB8rMvSqnTzvk8RK/view?usp=sharing

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIR TEMPERATURE SWITCHING AND MONITORING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM35 BERBASIS ATMEGA 16

RANCANG BANGUN KALKULATOR DIGITAL OPERASI KALI DAN BAGI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

SISTEM LAMPU LALU LINTAS PERTIGAAN BERBASIS AT89s51 DENGAN SENSOR INFRAMERAH