SIMULASI SISTEM LAMPU PENYEBRANGAN DENGAN MIKROKONTROLER AT89C52

 

SIMULASI SISTEM LAMPU PENYEBRANGAN 

DENGAN MIKROKONTROLER AT89C52


 

 

 




Dosen Pengampu:

DR. Samuel Beta K.,Ing.Tech,M.T.

 

Disusun Oleh:

Kelompok 3

                                                1. Ammarsyah Mustika Yudha             EK–2A         3.32.24.0.03

                                                2. Eleazer Sameka Zola             EK-2A             3.32.24.0.09

                                                3. Melda Sabna Febriani             EK-2A         3.32.24.0.17

                                                4. Steven Ebzan Ruben Gamaliel        EK-2A         3.32.24.0.24


PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

2025

 

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat, nikmat, serta keberkahan-Nya. Alhamdulillah, kami dapat menyelesaikan proyek besar berjudul “Simulasi Sistem Lampu Penyebrangan dengan Mikrokontroler AT89C52” dengan lancar sebagai salah satu tugas akhir pada semester 3.

            Dalam proses penyusunannya, kami menghadapi berbagai hambatan dan kendala, baik teknis maupun non-teknis. Namun berkat kerja sama tim, dukungan moral, serta bantuan dari banyak pihak, proyek ini akhirnya dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan terima kasih kepada:

  1. Bapak Dr. Samuel Beta K., Ing.Tech, M.T., selaku dosen pengampu mata kuliah Mikrokontroler 1 yang telah memberikan ilmu, bimbingan, dan arahan sehingga proyek ini dapat terselesaikan.
  2. Politeknik Negeri Semarang (POLINES) yang telah menyediakan fasilitas pendukung bagi kelancaran penelitian dan pembuatan proyek.
  3. Teman–teman kelompok 3 yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk bekerja sama dalam menyelesaikan proyek ini.
  4. Orang tua, yang selalu memberi doa, dukungan, dan izin kepada anggota kelompok sehingga seluruh proses dapat berjalan dengan baik.
  5. Seluruh pihak yang telah membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.

          Kami menyadari bahwa proyek ini masih jauh dari sempurna dan memiliki berbagai kekurangan. Oleh sebab itu, kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun demi peningkatan kualitas di masa mendatang. Besar harapan kami, proyek sederhana ini dapat memberikan manfaat dan menjadi referensi bagi siapa pun yang membaca laporan ini.

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Keselamatan pejalan kaki pada area penyeberangan jalan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, terutama pada kondisi lalu lintas yang padat. Sistem penyeberangan yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko kecelakaan serta menimbulkan kebingungan bagi pengguna jalan. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem pengendali yang mampu mengatur proses penyeberangan secara terstruktur dan aman.

Mikrokontroler AT89C52 merupakan salah satu pengendali yang banyak digunakan dalam pembelajaran sistem kendali karena memiliki arsitektur yang sederhana dan mudah diprogram. Melalui simulasi, prinsip kerja mikrokontroler dalam mengendalikan sistem penyeberangan. Perancangan simulasi sistem penyeberangan berbasis mikrokontroler AT89C52 untuk mengetahui alur kerja sistem, proses pengendalian lampu penyeberangan, serta logika pemrograman yang digunakan.

 

1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam simulasi proyek ini adalah sebagai berikut:

1.      Bagaimana alur kerja sistem lampu penyeberangan jalan yang dikendalikan menggunakan mikrokontroler AT89C52 dalam bentuk simulasi?

2.      Bagaimana proses pengendalian lampu penyeberangan pada sistem simulasi berbasis mikrokontroler AT89C52?

3.      Bagaimana logika pemrograman yang digunakan untuk mengatur waktu dan urutan kerja sistem penyeberangan pada simulasi tersebut?

 

 

1.3  Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan simulasi proyek ini adalah sebagai berikut:

1.      Mengetahui dan memahami alur kerja sistem penyeberangan jalan berbasis mikrokontroler AT89C52 melalui simulasi.

2.      Menganalisis cara pengendalian lampu penyeberangan pada sistem simulasi yang dirancang.

3.      Memahami logika pemrograman yang digunakan dalam pengaturan waktu dan urutan kerja sistem lampu penyeberangan berbasis mikrokontroler AT89C52.

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Mikrokontroller AT89C52

Gambar 2.1 Mikrokontroller ATmega 89C52 beserta pin

Mikrokontroler AT89C52 merupakan salah satu keluarga mikrokontroler MCS-51 yang diproduksi oleh Atmel. Mikrokontroler ini memiliki arsitektur 8-bit dengan memori flash internal yang dapat diprogram ulang, sehingga cocok digunakan untuk keperluan pembelajaran dan simulasi sistem kendali. AT89C52 dilengkapi dengan port input/output, timer, serta sistem interupsi yang memungkinkan pengendalian perangkat eksternal secara terprogram. Dalam simulasi proyek ini, AT89C52 berfungsi sebagai pusat pengendali yang mengatur logika kerja sistem penyeberangan jalan.

 

2.2  Traffic Light

Gambar 2.2 Traffic light

Traffic light atau lampu lalu lintas merupakan perangkat pengendali lalu lintas yang berfungsi untuk mengatur pergerakan kendaraan dan pejalan kaki melalui sinyal warna merah, kuning, dan hijau. Pada sistem penyeberangan jalan, traffic light digunakan untuk memberikan indikasi kapan kendaraan harus berhenti dan kapan pejalan kaki diperbolehkan menyeberang. Dalam simulasi ini, traffic light dikendalikan oleh mikrokontroler AT89C52 sesuai dengan urutan dan waktu yang telah diprogram.

 

2.3  Seven Segment

Gambar 2.3 Seven segment

Seven segment merupakan perangkat display yang terdiri dari tujuh segmen LED yang dapat menyala secara kombinasi untuk menampilkan angka desimal. Display ini sering digunakan sebagai penunjuk waktu atau penghitung mundur pada berbagai sistem kendali. Pada simulasi sistem penyeberangan ini, seven segment digunakan untuk menampilkan informasi waktu penyeberangan sehingga membantu pejalan kaki mengetahui sisa waktu yang tersedia.

 

2.4  Software EDSIM 51

Gambar 2.4 Software EDSIM 51

EDSIM 51 adalah perangkat lunak simulator mikrokontroler keluarga MCS-51 yang digunakan untuk menulis, menguji, dan menjalankan program tanpa menggunakan perangkat keras secara langsung. Software ini menyediakan lingkungan simulasi yang memungkinkan pengguna untuk memahami proses eksekusi program, pengaturan port, serta kerja timer dan interupsi. Dalam proyek ini, EDSIM 51 digunakan untuk mensimulasikan program mikrokontroler AT89C52 yang mengendalikan sistem penyeberangan.

 

2.5  Software Proteus

Software Breakpoints in Proteus VSM

Gambar 2.5 Software Proteus

Proteus merupakan software simulasi rangkaian elektronika yang mampu mengintegrasikan skematik rangkaian dengan pemrograman mikrokontroler. Software ini memungkinkan pengguna untuk mensimulasikan interaksi antara mikrokontroler dengan komponen eksternal seperti lampu lalu lintas dan seven segment. Pada simulasi proyek ini, Proteus digunakan untuk memvisualisasikan rangkaian sistem penyeberangan dan memastikan seluruh komponen bekerja sesuai dengan logika yang telah dirancang.

 


BAB III

PERANCANGAN SISTEM


3.1  Diagram Blok

       


Gambar 3.1 Diagram blok Simulasi Sistem Penyebrangan

 

3.2  Flowchart

Gambar 3.2 Flowchart Simulasi Sistem Penyebrangan  

 


3.3  Cara Kerja Sistem

Cara kerja sistem penyeberangan jalan pada simulasi ini terdiri dari beberapa tahapan yang berjalan secara berurutan dan berulang secara otomatis. Sistem dikendalikan oleh mikrokontroler AT89C52. Adapun alur kerja sistem adalah sebagai berikut:

1.    Fase Kendaraan Hijau (3–0) detik

Pada tahap awal, lampu lalu lintas kendaraan menyala hijau sebagai tanda bahwa kendaraan diperbolehkan melintas, sedangkan lampu penyeberangan pejalan kaki berada pada kondisi merah. Pada fase ini, seven segment menampilkan hitungan mundur dari 3 hingga 0. Setelah hitungan mencapai nol, lampu kendaraan berubah menjadi kuning sebagai peringatan bagi pengendara untuk bersiap berhenti.

 

2.      Fase Pejalan Kaki Hijau (5–0 detik)

        Setelah fase kendaraan selesai, lampu kendaraan berubah menjadi merah dan lampu penyeberangan pejalan kaki menyala hijau sehingga pejalan kaki dapat menyeberang jalan dengan aman. Seven segment kembali menampilkan hitungan mundur, yaitu dari 5 hingga 0. Pada akhir hitungan, lampu pejalan kaki berubah menjadi kuning sebagai tanda bahwa waktu penyeberangan akan segera berakhir.

 

3.        Siklus Sistem Berulang

     Setelah fase penyeberangan pejalan kaki selesai, sistem kembali ke kondisi awal. Lampu kendaraan kembali menyala hijau, sedangkan lampu pejalan kaki kembali merah. Selanjutnya, seluruh proses kerja sistem berjalan kembali secara otomatis dan berulang sesuai dengan waktu yang telah diprogram.


3.4  Program

ORG 0000H

                MOV 80H,#30H

                MOV 0A0H,#01H

                MOV 0B0H,#04H

                ACALL 079H

                MOV 80H,#24H

                MOV 0A0H,#01H

                MOV 0B0H,#04H

                ACALL 079H

                MOV 80H,#79H

                MOV 0A0H,#01H

                MOV 0B0H,#04H

                ACALL 079H

                MOV 80H,#40H

                MOV 0A0H,#03H

                MOV 0B0H,#06H

                ACALL 079H

                MOV 80H,#12H

                MOV 0A0H,#04H

                MOV 80H,#12H

                MOV 0A0H,#04H

                MOV 0B0H,#01H

                ACALL 079H

                MOV 80H,#19H

                MOV 0A0H,#04H

                MOV 0B0H,#01H

                ACALL 079H

                MOV 80H,#30H

                MOV 0A0H,#04H

                MOV 0B0H,#01H

                ACALL 079H

                MOV 80H,#24H

                MOV 0A0H,#04H

                MOV 0B0H,#01H

                ACALL 079H

                MOV 80H,#79H

                MOV 0A0H,#04H

                MOV 0B0H,#01H

                ACALL 079H

                MOV 80H,#40H

                MOV 0A0H,#06H

                MOV 0B0H,#01H

                MOV 0B0H,#03H

                ACALL 079H

                AJMP 000H

                MOV R2,#06H

                MOV R1,#0FFH

                MOV R0,#0FFH

                DJNZ R0,0FEH

                DJNZ R1,0FAH

                DJNZ R2,0F6H

                RET

                END

 

 


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1  Hasil Simulasi


Gambar 4.1 Rambu penyebrangan kondisi hijau rambu kendaraan berada pada kondisi merah


Gambar 4.2 Rambu penyeberangan berubah merah rambu kendaraan menjadi hijau

 


4.2  Pembahasan

Berdasarkan hasil simulasi yang telah dilakukan, sistem penyeberangan jalan berbasis mikrokontroler AT89C52 menunjukkan kinerja yang sesuai dengan perancangan dan logika program yang telah dibuat. Seluruh tahapan kerja sistem berjalan secara berurutan dan otomatis, mulai dari fase penyeberangan pejalan kaki hingga fase kendaraan melintas.

Pada kondisi pertama, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4.1, rambu penyeberangan pejalan kaki berada pada kondisi hijau, sedangkan rambu kendaraan berada pada kondisi merah. Hal ini menunjukkan bahwa sistem berhasil memberikan prioritas kepada pejalan kaki untuk menyeberang jalan dengan aman. Pada fase ini, mikrokontroler AT89C52 mengendalikan output port untuk menyalakan lampu penyeberangan hijau serta mematikan lampu kendaraan hijau. Seven segment berfungsi dengan baik dalam menampilkan hitungan mundur sebagai indikator sisa waktu penyeberangan.

Selanjutnya, setelah waktu penyeberangan pejalan kaki berakhir, sistem secara otomatis berpindah ke kondisi berikutnya, seperti ditunjukkan pada Gambar 4.2. Pada kondisi ini, rambu penyeberangan berubah menjadi merah dan rambu kendaraan berubah menjadi hijau. Perubahan ini menandakan bahwa kendaraan diperbolehkan melintas, sementara pejalan kaki tidak diperkenankan menyeberang. Pergantian kondisi tersebut menunjukkan bahwa logika pemrograman yang diterapkan pada mikrokontroler AT89C52 telah berjalan sesuai dengan flowchart dan cara kerja sistem yang dirancang.

 


BAB V

PENUTUP

5.1  Kesimpulan

Berdasarkan hasil perancangan dan simulasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa simulasi sistem penyeberangan jalan berbasis mikrokontroler AT89C52 berhasil dijalankan sesuai dengan perancangan yang telah dibuat. Sistem mampu mengatur pergantian rambu penyeberangan pejalan kaki dan rambu kendaraan secara bergantian dan teratur berdasarkan waktu yang telah diprogram. Mikrokontroler AT89C52 berfungsi dengan baik dalam mengendalikan lampu lalu lintas serta menampilkan hitungan mundur pada seven segment melalui simulasi menggunakan software EDSIM 51 dan Proteus. Hasil simulasi menunjukkan bahwa seluruh tahapan kerja sistem berjalan secara otomatis dan berulang, sehingga simulasi ini dapat menggambarkan mekanisme penyeberangan jalan yang aman dan terkoordinasi antara pejalan kaki dan kendaraan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

 


5.2  Saran

1.      Simulasi sistem dapat dikembangkan dengan penambahan variasi waktu penyeberangan agar lebih fleksibel terhadap kondisi lalu lintas.

2.      Sistem dapat ditingkatkan dengan menambahkan sensor atau tombol penyeberangan sebagai input untuk pejalan kaki.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

[1] Atmel Corporation, AT89C52 8-bit Microcontroller with 8K Bytes In-System Programmable Flash, Atmel Datasheet, 2011.

[2] M. A. Mazidi, J. G. Mazidi, dan R. D. McKinlay, The 8051 Microcontroller and Embedded Systems: Using Assembly and C, Pearson Education, 2014.

[3] T. L. Floyd, Digital Fundamentals, Pearson Education, 2015.

[4] W. Bolton, Mechatronics: Electronic Control Systems in Mechanical and Electrical Engineering, Pearson Education, 2015.

[5] Labcenter Electronics Ltd., Proteus Design Suite User Guide, Labcenter Electronics, 2020.

[6] EDSIM51, EDSIM51 8051 Microcontroller Simulator Documentation, 2019.

[7] A. Setiawan dan B. Prasetyo, “Perancangan Sistem Lampu Lalu Lintas Menggunakan Mikrokontroler AT89C51,” Jurnal Teknik Elektro, vol. 7, no. 2, pp. 85–92, 2015.

[8] R. Hidayat dan D. Kurniawan, “Simulasi Sistem Lampu Lalu Lintas Berbasis Mikrokontroler Menggunakan Software Proteus,” Jurnal Ilmiah Elektronika dan Komputer, vol. 9, no. 1, pp. 45–52, 2018.

[9] S. Wahyuni, A. Nugroho, dan I. Saputra, “Implementasi Seven Segment sebagai Penampil Waktu pada Sistem Kendali Berbasis Mikrokontroler,” Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, vol. 6, no. 3, pp. 134–140, 2017.

[10] Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Pedoman Teknis Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, 2014.

 

 

 

BIODATA PENULIS


Nama penulis : Ammarsyah Mustika Yudha. Penulis dilahirkan di Semarang, 09 Agustus 2006. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMA Walisongo Semarang. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.0.03. Apabila terdapat kritik, saran, dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi melalui E-mail: ammarsyahyudha@gmail.com

 

Nama penulis : Eleazer Sameka Zola. Penulis dilahirkan di Semarang, 23 Juni 2006. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMK Negeri 07 Semarang. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.0.09. Apabila terdapat kritik, saran, dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi melalui E-mail: yohaneseleazer@gmail.com

Nama penulis : Melda Sabna Febriani. Penulis dilahirkan di Semarang, 26 Februari 2005. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMK Negeri 07 Semarang. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.0.17. Apabila terdapat kritik, saran, dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi melalui E-mail: meldasabna360@gmail.com

 

Nama penulis : Steven Ebzan Ruben Gamaliel. Penulis dilahirkan di Semarang, 14 Februari 2007. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMK Negeri 07 Semarang. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.0.24. Apabila terdapat kritik, saran, dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi melalui E-mail: stevenebzan@gmail.com

 

 

LAMPIRAN


1.      Link Youtube :    Klik Disini

2.      Link Canva    :    Klik Disini 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIR TEMPERATURE SWITCHING AND MONITORING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM35 BERBASIS ATMEGA 16

RANCANG BANGUN KALKULATOR DIGITAL OPERASI KALI DAN BAGI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

SISTEM LAMPU LALU LINTAS PERTIGAAN BERBASIS AT89s51 DENGAN SENSOR INFRAMERAH