SISTEM CONVEYOR BERBASIS AT89S52 DENGAN SENSOR INFRAMERAH
SISTEM CONVEYOR BERBASIS AT89S52
DENGAN SENSOR INFRAMERAH
Bintang
Chaerul A1, Herjuno Aji Syah P2, Muhamad Aji S3,
Sebastian Azriel Putra W4
E-mail
: 1bintang.43424204@mhs.polines.ac.id
2juna.43424211@mhs.polines.ac.id,
3, aji.43424216@mhs.polines.ac.id
4azriel.43424224@mhs.polines.ac.id
ABSTRAK
Perkembangan
teknologi otomasi industri mendorong penggunaan sistem yang mampu meningkatkan
efisiensi dan akurasi proses produksi. Salah satu penerapan otomasi yang banyak
digunakan adalah sistem conveyor. Pada laporan ini dibahas perancangan dan
pembuatan sistem conveyor berbasis mikrokontroler AT89S52 dengan menggunakan
sensor inframerah sebagai pendeteksi objek. Sensor inframerah berfungsi untuk
mendeteksi keberadaan benda pada conveyor, sedangkan mikrokontroler AT89S52
digunakan sebagai pusat pengendali yang mengatur kerja motor conveyor
berdasarkan input dari sensor. Sistem ini dirancang untuk bekerja secara
otomatis sehingga dapat mengurangi keterlibatan manusia dan meningkatkan
keandalan proses pemindahan barang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem
conveyor dapat bekerja sesuai dengan perancangan, di mana sensor inframerah
mampu mendeteksi objek dengan baik dan mikrokontroler dapat mengendalikan motor
conveyor secara tepat. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat menjadi
solusi sederhana dan efisien untuk aplikasi otomasi skala kecil hingga
menengah.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Seiring dengan berkembangnya
teknologi, kebutuhan akan sistem otomatis dalam dunia industri semakin
meningkat. Otomasi industri bertujuan untuk meningkatkan efisiensi,
produktivitas, serta mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh faktor manusia.
Salah satu sistem otomasi yang banyak digunakan dalam proses produksi dan
distribusi adalah sistem conveyor.Conveyor digunakan untuk memindahkan barang
dari satu tempat ke tempat lain secara terus-menerus dan terkontrol. Agar
sistem conveyor dapat bekerja secara otomatis, diperlukan suatu sistem kendali
yang mampu mengatur kerja conveyor berdasarkan kondisi tertentu. Mikrokontroler
AT89S52 merupakan salah satu mikrokontroler yang cukup andal dan banyak
digunakan dalam sistem kendali karena mudah diprogram, memiliki struktur
sederhana, serta biaya yang relatif rendah. Selain itu, sensor inframerah
banyak digunakan sebagai sensor pendeteksi objek karena memiliki respon yang
cepat dan tingkat akurasi yang baik. Dengan mengombinasikan mikrokontroler
AT89S52 dan sensor inframerah, dapat dirancang sebuah sistem conveyor otomatis
yang mampu mendeteksi keberadaan objek dan mengendalikan pergerakan conveyor
secara efisien.
1.2
Rumusan
masalah
Berdasarkan
latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam laporan ini
adalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana
merancang sistem conveyor berbasis mikrokontroler AT89S52?
2.
Bagaimana
cara mengimplementasikan sensor inframerah sebagai pendeteksi objek pada sistem
conveyor?
3.
Bagaimana
kinerja sistem conveyor dalam merespons input dari sensor inframerah?
4.
Apakah
sistem conveyor yang dirancang dapat bekerja secara otomatis dan sesuai dengan
fungsi yang diharapkan?
1.3
Tujuan
Adapun
tujuan dari pembuatan dan penulisan laporan ini adalah:
1.
Merancang
dan merealisasikan sistem conveyor berbasis mikrokontroler AT89S52.
2.
Mengimplementasikan
sensor inframerah sebagai sensor pendeteksi objek pada sistem conveyor.
3.
Menguji
dan menganalisis kinerja sistem conveyor berdasarkan hasil pengujian.
4. Membangun sistem conveyor otomatis yang sederhana, efektif, dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran otomasi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Sensor Inframerah
Sensor
inframerah merupakan perangkat elektronik yang digunakan untuk mendeteksi
keberadaan suatu objek dengan memanfaatkan pancaran dan pantulan sinar
inframerah. Sensor ini umumnya terdiri dari pemancar inframerah (infrared LED)
dan penerima inframerah (photodiode atau phototransistor). Ketika sinar
inframerah mengenai suatu objek, cahaya tersebut akan dipantulkan dan diterima
oleh sensor penerima sehingga menghasilkan sinyal keluaran.
Dalam
sistem conveyor, sensor inframerah digunakan untuk mendeteksi keberadaan benda
yang melewati jalur conveyor. Sinyal dari sensor kemudian dikirimkan ke
mikrokontroler sebagai input untuk mengendalikan proses kerja conveyor. Sensor
inframerah dipilih karena memiliki respon cepat, rangkaian sederhana, serta
cocok digunakan untuk aplikasi otomasi.
2.2
IC AT89S52
AT89S52
merupakan mikrokontroler keluarga MCS-51 yang diproduksi oleh Atmel.
Mikrokontroler ini memiliki memori Flash sebesar 8 KB, RAM internal 256 byte,
serta 32 jalur input/output (I/O). Selain itu, AT89S52 juga dilengkapi dengan
timer, interrupt, dan port serial yang mendukung pengendalian sistem secara
efisien.
Pada sistem conveyor ini, AT89S52 berfungsi sebagai pusat pengendali yang menerima input dari sensor inframerah dan memberikan keluaran berupa sinyal kendali ke motor driver. Keunggulan AT89S52 antara lain mudah diprogram, stabil dalam pengoperasian, serta banyak digunakan dalam aplikasi kendali sederhana hingga menengah.
2.3
StepDown LM2596
LM2596
merupakan modul step down (buck converter) yang berfungsi untuk menurunkan
tegangan DC dari nilai yang lebih tinggi ke nilai yang lebih rendah. Modul ini
mampu memberikan arus yang cukup besar dengan efisiensi tinggi dan panas yang
relatif rendah.
Dalam
sistem conveyor, LM2596 digunakan untuk menyesuaikan tegangan catu daya agar
sesuai dengan kebutuhan komponen seperti mikrokontroler, sensor inframerah, dan
motor driver. Penggunaan modul step down ini bertujuan untuk menjaga kestabilan
tegangan sehingga sistem dapat bekerja dengan baik dan aman.
2.4
Motor Driver L298N
Motor
driver L298N merupakan modul pengendali motor DC yang menggunakan rangkaian
H-Bridge. Modul ini memungkinkan motor DC berputar searah jarum jam maupun
berlawanan arah jarum jam, serta dapat mengatur kecepatan motor melalui sinyal
PWM.
Pada
sistem conveyor, L298N digunakan sebagai penghubung antara mikrokontroler
AT89S52 dan motor DC. Mikrokontroler memberikan sinyal logika ke motor driver,
kemudian motor driver menguatkan sinyal tersebut untuk menggerakkan motor
conveyor sesuai dengan perintah yang diberikan.
2.5
Motor DC
Motor
DC adalah jenis motor listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik dalam bentuk gerakan putar. Motor ini banyak digunakan karena memiliki
konstruksi sederhana, mudah dikendalikan, dan memiliki torsi yang cukup baik.
Dalam sistem conveyor ini, motor DC berfungsi sebagai penggerak utama belt
conveyor. Kecepatan dan arah putaran motor dikendalikan oleh motor driver L298N
berdasarkan perintah dari mikrokontroler AT89S52.
2.6
Kabel JST
Kabel
JST merupakan jenis kabel konektor yang umum digunakan pada rangkaian
elektronik. Kabel ini memiliki ukuran yang kecil, ringan, dan mudah dipasang,
sehingga cocok digunakan pada sistem dengan ruang terbatas. Pada sistem
conveyor, kabel JST digunakan sebagai penghubung antar komponen seperti sensor,
mikrokontroler, motor driver, dan catu daya. Penggunaan kabel JST membantu
menjaga kerapian rangkaian dan mempermudah proses perawatan.
2.7 Belt Conveyor
Belt merupakan bagian mekanik pada conveyor yang berfungsi sebagai media pembawa barang. Belt biasanya terbuat dari bahan karet atau plastik yang fleksibel dan kuat. Dalam sistem conveyor ini, belt digerakkan oleh motor DC sehingga dapat memindahkan objek dari satu titik ke titik lainnya. Kualitas dan ketegangan belt sangat mempengaruhi kelancaran pergerakan conveyor.
2.8 Timming Belt
Timming Belt adalah suatu alat mekanik yang berfungsi untuk menyalurkan putaran dari motor DC ke conveyor
2.9 Conveyor
Conveyor adalah sistem mekanik yang digunakan untuk memindahkan barang secara kontinu dari satu tempat ke tempat lain. Sistem conveyor banyak digunakan dalam industri manufaktur, pergudangan, dan proses produksi lainnya.Pada laporan ini, conveyor dirancang sebagai sistem otomatis yang dikendalikan oleh mikrokontroler AT89S52 dan sensor inframerah. Dengan adanya sistem ini, proses pemindahan barang dapat dilakukan secara lebih efisien, terkontrol, dan minim intervensi manusia.
2.10 Minimum System IC 89S52
Suatu rangkaian elektronik paling sederhana yang dibutuhkan agar chip mikrokontroler AT89S52 dapat bekerja dan menjalankan program yang telah diisikan ke dalamnya.
Karena mikrokontroler tidak bisa bekerja sendirian hanya dengan diberi tegangan, ia memerlukan beberapa komponen pendukung spesifik agar logika internalnya berjalan.
BAB III
PERANCANGAN ALAT
3.1
Daftar Komponen
1.
Sensor
Inframerah
2.
IC AT89S52
3.
StepDown
LM2596
4.
Motor
Driver L298N
5.
Motor
DC
6.
Kabel
JST
7. Belt Conveyor
8. Timming Belt
9.
Conveyor
10. Minimum System
11. Adaptor 12V
12. PCB
3.2
Cara Kerja
Ketika
tombol start di tekan, conveyor akan hidup dan motor listrik akan menggerakkan
conveyor, kemudian conveyor akan berhenti saat sampai di sensor IR pertama saat
sensor IR 1 mendeteksi wadah, Objek akan turun dan sensor IR kedua akan
mendeteksi objek dan conveyor akan menyala kembali, sampai sensor IR ketiga
conveyor akan berhenti
3.3
Diagram Blok
3.4
Flowchart
3.5
Diagram Pengawatan
3.6
Skematik
3.7
Kode Program Assembly
;===========================================================
; JUDUL: KONTROL CONVEYOR + PWM + 3 IR SENSOR
; LOGIKA UTAMA:
; 1. Power ON -> Motor jalan pelan (PWM)
; 2. IR1 LOW -> Motor Stop (Tunggu)
; 3. IR2 LOW -> Motor Jalan lagi
; 4. IR3 LOW -> Motor Stop total (Finish)
;===========================================================
; --- DEFINISI NAMA PIN (MAPPING) ---
MOTOR_IN1 BIT P1.5 ; Pin untuk sinyal PWM Motor
MOTOR_IN2 BIT P1.6 ; Pin untuk arah putaran Motor
IR1 BIT P2.6 ; Sensor 1 (Posisi Awal) - Aktif Low (0 = Ada benda)
IR2 BIT P2.5 ; Sensor 2 (Pemicu Jalan) - Aktif Low
IR3 BIT P2.4 ; Sensor 3 (Posisi Akhir) - Aktif Low
; --- LOKASI MEMORI PROGRAM ---
ORG 0000H ; Program dimulai dari alamat memori 0000 Hex
AJMP START ; Lompat ke label START untuk memulai program utama
; --- INISIALISASI SISTEM ---
START:
MOV SP,#60H ; Atur Stack Pointer ke alamat 60H (agar subrutin aman)
CLR MOTOR_IN1 ; Pastikan sinyal PWM mati dulu (Logic 0)
CLR MOTOR_IN2 ; Pastikan arah motor mati (Logic 0)
CLR MOTOR_IN2 ; (Redundan) Pastikan IN2 tetap Low agar motor maju
;===========================================================
; STAGE 1 : MOTOR JALAN SAMPAI IR1 TERDETEKSI (LOW)
;===========================================================
STAGE1:
RUN1_LOOP:
ACALL MOTOR_PWM_50 ; Panggil subrutin PWM (Nyalakan motor sebentar 50%)
; Cek Sensor IR1:
; JNB = Jump if Not Bit (Lompat jika bit bernilai 0)
JNB IR1, STOP_DI_IR1 ; Jika IR1 = 0 (Ada objek), lompat ke STOP_DI_IR1
SJMP RUN1_LOOP ; Jika IR1 = 1 (Kosong), ulangi loop (Motor tetap jalan)
;===========================================================
; STAGE 2 : MOTOR STOP SAMPAI IR2 LOW (TRIGGER)
;===========================================================
STOP_DI_IR1:
ACALL MOTOR_OFF ; Panggil subrutin matikan motor total
WAIT_IR2:
; Cek Sensor IR2:
JNB IR2, STAGE2 ; Jika IR2 = 0 (Ada trigger), lompat ke STAGE2 (Jalan lagi)
SJMP WAIT_IR2 ; Jika IR2 = 1, diam disini (menunggu)
;===========================================================
; STAGE 3 : MOTOR JALAN KEMBALI SAMPAI IR3 LOW (FINISH)
;===========================================================
STAGE2:
RUN2_LOOP:
ACALL MOTOR_PWM_50 ; Panggil subrutin PWM (Motor jalan lagi 50%)
; Cek Sensor IR3:
JNB IR3, FINAL_STOP ; Jika IR3 = 0 (Sampai ujung), lompat ke FINAL_STOP
SJMP RUN2_LOOP ; Jika IR3 = 1, ulangi loop (Motor tetap jalan)
;===========================================================
; FINAL STOP (PROGRAM SELESAI)
;===========================================================
FINAL_STOP:
ACALL MOTOR_OFF ; Matikan motor total
HOLD:
SJMP HOLD ; Lompat ke diri sendiri selamanya (Sistem berhenti/Hang)
;===========================================================
; SUBRUTIN: PWM 50% (PENGATUR KECEPATAN)
; Cara kerja: Menghidupkan dan mematikan pin P1.5 dengan cepat
;===========================================================
MOTOR_PWM_50:
; --- BAGIAN ON ---
SETB MOTOR_IN1 ; Hidupkan pin motor (5 Volt)
MOV R2,#7 ; Isi register R2 dengan 7 (Durasi ON)
PWM_ON_LOOP:
DJNZ R2,PWM_ON_LOOP ; Kurangi R2 sampai 0 (Delay sebentar)
; --- BAGIAN OFF ---
CLR MOTOR_IN1 ; Matikan pin motor (0 Volt)
MOV R2,#7 ; Isi register R2 dengan 7 (Durasi OFF)
PWM_OFF_LOOP:
DJNZ R2,PWM_OFF_LOOP ; Kurangi R2 sampai 0 (Delay sebentar)
RET ; Kembali ke program utama
;===========================================================
; SUBRUTIN: MOTOR MATI TOTAL
;===========================================================
MOTOR_OFF:
CLR MOTOR_IN1 ; Pin IN1 Low (Ground)
CLR MOTOR_IN2 ; Pin IN2 Low (Ground)
RET ; Kembali ke program utama
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Conveyor
otomatis merupakan solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan
dalam proses pemindahan material. Dengan dukungan sensor, motor, dan sistem
kontrol otomatis, conveyor dapat bekerja lebih cepat, stabil, dan akurat
dibandingkan sistem manual. Teknologi ini membantu mengurangi beban kerja
operator, meminimalkan kesalahan, serta mendukung penerapan otomatisasi
industri yang modern dan berkelanjutan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Malvino,
A. P., & Bates, D. J. (2015). Electronic Principles. McGraw-Hill
Education.
[2] Atmel
Corporation. (2014). AT89S52 8-bit Microcontroller with 8K Bytes Flash
[Datasheet].
[3]
Boylestad, R. L., & Nashelsky, L. (2013). Electronic Devices and Circuit
Theory. Pearson Education.
[4] Texas
Instruments. (2016). LM2596 Simple Switcher Step-Down Voltage Regulator
[Datasheet].
[5]
STMicroelectronics. (2015). L298 Dual Full-Bridge Driver [Datasheet].
[6] Bolton,
W. (2015). Mechatronics: Electronic Control Systems in Mechanical
Engineering. Pearson Education.
[7] Hughes,
A., & Drury, B. (2019). Electric Motors and Drives: Fundamentals, Types
and Applications. Elsevier.
[8] Groover,
M. P. (2016). Automation, Production Systems, and Computer-Integrated
Manufacturing. Pearson Education.
[9] Floyd,
T. L. (2012). Digital Fundamentals. Pearson Education.
[10]
Budiharto, W. (2014). Belajar Sendiri Mikrokontroler AT89S52. Elex Media
Komputindo.
BIODATA
Bintang
Chaerul Akbar. Penulis telah menempuh Pendidikan formal di SMK Negeri 7
Semarang dan sekarang menjadi mahasiswa aktif di Politeknik Negeri Semarang
Prodi D4 Teknologi Rekayasa Elektronka, Jurusan Teknik Elektro dengan NIM
4.34.24.2.04
Email : bintang.43424204@mhs.polines.ac.id
Herjuno
Aji Syah Putra. Penulis telah menempuh Pendidikan formal di SMK Santo Mikael
Surakarta dan sekarang menjadi mahasiswa aktif di Politeknik Negeri Semarang
Prodi D4 Teknologi Rekayasa Elektronka, Jurusan Teknik Elektro dengan NIM
4.34.24.2.11
Email : juna.43424211@mhs.polines.ac.id
Muhamad
Aji Sofansyah Penulis telah menempuh Pendidikan formal di SMK Negeri 2 Salatiga
dan sekarang menjadi mahasiswa aktif di Politeknik Negeri Semarang Prodi D4
Teknologi Rekayasa Elektronka, Jurusan Teknik Elektro dengan NIM 4.34.24.2.16
Email : aji.43424216@mhs.polines.ac.id
Sebastian
Azriel Putra Wahyudi. Penulis telah menempuh Pendidikan formal di SMK Neger 4
Semarang dan sekarang menjadi mahasiswa aktif di Politeknik Negeri Semarang
Prodi D4 Teknologi Rekayasa Elektronka, Jurusan Teknik Elektro dengan NIM
4.34.24.2.24
Email : azriel.43424224@mhs.polines.ac.id
Lampiran
-PPT
(link)
-Video Presentasi dan Simulasi (link)
https://youtu.be/ElUzeZ_X0BM?si=WCk2xUjAAR149Yxe

Komentar
Posting Komentar