SISTEM LAMPU LALULINTAS PEREMPATAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52

SISTEM LAMPU LALULINTAS PEREMPATAN BEBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 

Abel Ranupatma1., Hilal Hafidz Wijaya2., Ilham Nur Alim3.,
Rio Ristiyanto4., Zaki Faqih5., Samuel Beta Kuntardjo6. .

Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. H. Sudharto, S.H., Tembalang, Semarang, Jawa Tengah Indonesia, 50275
Telp. (024)7473417, Website: www.polines.ac.id, Email:sekretariat@polines.ac.id
 

Abstrak - Perancangan Sistem Lampu Lalulintas Perempatan Berbasis Mikrokontroler AT89S52 Mikrokontroller . Dibimbing oleh Dr. Samuel Beta Kuntarjdo.,Ing.Tech,M.T. Sistem kontrol lampu lalu lintas sangat diperlukan untuk mengatur lalu lintas di persimpangan jalan. Agar sistem kontrol bekerja dengan baik untuk mengatasi kemacetan salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur waktu dan lama nyala lampu lalulintas yang disesuaikan dengan waktu dan hari saat kondisi lalulintas normal, padat maupun lenggang. Dari data kepadatan lalulintas yang didapat di lapangan dilakukan perhitungan untuk mendapatkan waktu dan lama nyala lampu lalulintas yang disimulasikan dengan peralatan yang dikendalikan oleh mikrokontroler AT89S52 dengan menggunakan program assembly. Display lampu lalulintas berupa 12 led dan dilengkapi juga dengan tombol pengaturan darurat yang diatur secara manual. Dari data volume lalu lintas yang penulis peroleh dapat diklasifikasikan waktu dan kondisinya yaitu kondisi padat 1 (pukul 07.00-09.00), padat 2 (pukul 11.00-14.00), padat 3 (pukul 16.00-19.00), lenggang (pukul 00.00-05.00) dan normal (selain waktu padat dan lenggang). Hasil perhitungan nilai nyala lampu lalu lintas yang diperoleh dari persimpangan Jl. MT. Haryono - Jl. Sriwijaya Kota Semarang yaitu nyala lampu hijau masing-masing phase dan siklus optimum. 
 
Kata Kunci:  lampu lalulintas, , program assembly, mikrokontroler AT89S52.
 
Abstract - Design of Intersection Traffic Light System Based on AT89S52 Microcontroller. Supervised by Dr. Samuel Beta Kuntarjdo, Ing.Tech, M.T. Traffic light control systems are essential for regulating traffic at road intersections. To ensure the system works effectively in addressing congestion, one approach is to adjust the timing and duration of traffic light illumination based on the time of day and traffic conditions, whether normal, congested, or light. Calculations are performed using field-collected traffic density data to determine the timing and duration of traffic light illumination, simulated using equipment controlled by the AT89S52 microcontroller with an assembly language program. The traffic light display consists of 12 LEDs and is equipped with a manually operated emergency setting button. Based on the traffic volume data obtained by the author, the times and conditions can be classified as: dense 1 (07:00-09:00), dense 2 (11:00-14:00), dense 3 (16:00-19:00), light (00:00-05:00), and normal (times other than dense or light). The calculation results for traffic light illumination values obtained from the intersection of Jl. MT. Haryono - Jl. Sriwijaya in Semarang City include the green light duration for each phase and the optimum cycle.

Keywords: traffic light, assembly program, AT89S52 microcontroller.
 

KATA PENGANTAR

        Puji Syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga laporan dengan judul " Sistem Lampu Lalu Lintas Berbasis AT89S52 " ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Laporan ini disusun sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan proyek pembuatan sistem lampu lalu lintas yang dikendalikan oleh Mikrokontroler AT89S52. Tujuan dari proyek inii adalah untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pengaturan lalu lintas yang lebih efisien, sederhana, dan mudah diaplikasikan pada berbagai kondisi jalan.
       Dalam proses penyusunan laporan ini, penulis banyak mendapatkan bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1. Bapak Samuel Beta  kuntardjo,.Ing.Tech,M.T,. selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan masukan yang berharga.
2. Rekan-rekan yang turut membantu dalam proses perancangan, perakitan, dan pengujian sistem.
3.  Semua pihak yang tidaak dapat disebutkan satu per satu, namun telah memberikan dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Akhir kata, semoga laporan ini dapat memberi manfaat bagi pemmbaca, khususnya bagi yang tertarik mempelajari dan mengembangkan sistem berbasis Mikrokontroler AT89S52.
 
Tembalang, 16 Desember 2025
 
                                                                                                                                                                                            Penulis


BAB 1 

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

        Dalam perkembangan kota modern, kebutuhan akan sistem pengaturan lalu lintas yang efisien menjadi semakin penting. Kepadatan kendaraan yang terus meningkat menuntut adanya pengaturan lampu lalu lintas yang mampu bekerja stabil, akurat, dan mudah dipelihara. Di sisi lain, sistem konvensional yang masih menggunakan metode analog atau rangkaian relay sering memiliki kelemahan, seperti respons yang kurang cepat, pengaturan waktu yang tidak fleksibel, serta konsumsi daya yang relatif lebih tinggi.
        Sebagai mahasiswa teknik elektronika, pemanfaatan mikrokontroler menjadi salah satu solusi efektif untuk menjawab permasalahan tersebut. Mikrokontroler AT89S52, yang merupakan keluarga dari arsitektur MCS-51, dipilih karena memiliki struktur yang sederhana namun cukup andal untuk aplikasi pengaturan waktu (timing), kontrol output, dan pemrosesan instruksi yang konsisten. Dengan memanfaatkan fitur internal seperti timer, port I/O yang mudah dikendalikan, serta kemudahan pemrograman pada level register, sistem lampu lalu lintas dapat dirancang untuk bekerja secara otomatis sesuai urutan yang ditentukan.
        Melalui proyek ini, kami tidak hanya mempelajari cara mengimplementasikan logika pengaturan lampu lalu lintas, tetapi juga memperdalam pemahaman mengenai pemrograman mikrokontroler, integrasi perangkat keras, serta penyusunan sistem yang terstruktur. Proyek ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan sistem kontrol sederhana yang dapat diterapkan pada skala lebih besar maupun dikombinasikan dengan teknologi lain seperti sensor kendaraan, IoT, maupun algoritma adaptif di masa depan.

1.2 RUMUSAN MASALAH
 
        Berdasarkan latar belakang diatas akan ditentukan beberapa rumusan masalah yaitu :
        1. Bagaimana merancang dan merealisasikan Sistem Lampu Lalu Lintas Berbasis Mikrokontroler AT89S52?
        2. Bagaimana kinerja  sistem dalam menampilkan lampu lalu lintas secara jelas dan mudah di pahami?
 
1.3 TUJUAN
 
    Adapun tujuan dari pembuatan alat ini yaitu :

    1.   Merancang dan merealisasikan sistem Lampu Lalu Lintas berbasis Mikrokontroler AT89S52.

    2.   Mahasiswa memahami cara kerja mikrokontroler pada level rendah serta mampu merancang sistem kontrol sederhana yang stabil dan mudah dikembangkan.

 

 
 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 
 
        Untuk mengetahui berbagai komponen dan peralatan yang dibutuhkan, maka disusunlah tinjauan pustaka sebagai acuan dalam merancang dan membuat Project Sistem Lampu Lalu Lintas berbasis Mikrokontroler AT89S52. 

2.1 MIKROKONTROLER AT89S52 

        Mikrokontroler AT89S52 adalah mikroprosesor dengan 8 teknologi memori flash Kbyte yang merupakan memori non-volatile, isi memori dapat diisi ulang berkali- kali atau dihapus. Memori ini digunakan untuk menyimpan instruksi (perintah) standar MCS 51 kode mikrokontroler yang memungkinkan untuk bekerja di chip tunggal modus operasi (mode operasi dari sebuah chip tunggal), yang tidak memerlukan memori eksternal (memori eksternal) untuk menyimpan kode.
 
Gambar 1. AT89S52 
        Mikrokontroler AT89S52-24PU menawarkan susunan serba boleh dengan 40 pin, masing-masing direka untuk tugas tertentu.Persediaan ini membantu meneroka aplikasi inovatif dalam sistem tertanam. Untuk operasi lancar mikrokontroler, sumber kuasa yang boleh dipercayai adalah penting.
PIN 40 (VCC) dan 20 (GND) mengendalikan tugas dan tugas tanah, membentuk dasar prestasinya.Dalam amalan, menggabungkan kapasitor decoupling boleh membantu mengurangkan bunyi bekalan kuasa.
PORT 0 (PIN 32-39): Sebagai kedua-dua data dan bas alamat yang lebih rendah semasa memori dan tugas I/O, port ini memerlukan perintang pull-up apabila ditetapkan sebagai input.
Port 1 (pin 1-8): Terutama untuk tugas I/O, pelabuhan ini sejajar dengan pelbagai periferal, menambah penyesuaian mikrokontroler.
Port 2 (PIN 21-28): Berkhidmat sebagai kedua-dua bas alamat pesanan yang lebih tinggi dan port I/O umum, port 2 memerlukan pengembangan memori melebihi had dalaman.
Port 3 (PIN 10-17): Dikenali dengan pelbagai fungsi, Port 3 mengendalikan komunikasi bersiri (RXD, TXD), mengganggu (INT0, INT1), dan kawalan pemasa (T0, T1), memperkayakan keupayaan pemprosesan lanjutan.
Reset (pin 9): Pin ini menghidupkan semula mikrokontroler dengan nadi yang tinggi, menetapkan semula semua daftar dan menetapkan kaunter program kepada sifar.Kekerapan dan tempoh nadi memerlukan kawalan yang teliti untuk memastikan operasi yang boleh dipercayai.
PIN OSCILLATOR (XTAL1, XTAL2 - PIN 18, 19): Integral kepada penjanaan jam, pin ini mempengaruhi masa dan kelajuan pelaksanaan.Memilih frekuensi pengayun kristal yang sesuai membentuk aspek prestasi seperti penggunaan kuasa dan kelajuan pemprosesan.

2.2 KRISTAL OSILATOR  12 Mghz

        Kristal Osilator Pasif 12MHz ini adalah komponen SMD (Surface-Mount Device) yang digunakan untuk menghasilkan sinyal osilasi stabil pada frekuensi 12MHz. Kristal ini ideal untuk aplikasi elektronik yang memerlukan frekuensi referensi yang presisi, seperti dalam mikrocontroller, komunikasi data, dan proyek-proyek DIY. Dengan desain SMT, kristal ini dapat dengan mudah dipasang pada papan sirkuit cetak (PCB) menggunakan teknik soldering standar. 
 
Gambar 2. Kristal Osilator 12Mhz 

2.3 KAPASITOR

        Kapasitor adalah komponen listrik yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik. Bahan penyusun kapasitor yaitu dua keping atau dua lembaran penghantar listrik yang dipisahkan menggunakan isolator listrik berupa bahan dielektrik. Masing-masing keping atau lembaran penghantar listrik diberi muatan listrik dalam jumlah yang sama tetapi berlainan jenis, yaitu muatan positif dan muatan negatif. Secara keseluruhan kapasitor sesungguhnya bermuatan netral.
  
Gambar 3. Kapasitor 

2.4 RESISTOR

        Resistor adalah komponen elektronika yang memberikan hambatan terhadap aliran arus dalam suatu rangkaian. Nilai resistansi diukur dalam satuan ohm (Ω) dalam menentukan seberapa besar hambatan yang diberikan. Dengan prinsip dasar hukum Ohm, resistor digunakan untuk mengatur aliran listrik dalam berbagai perangkat elektronika.  
        Dilihat dari nilai resistansinya, resistor dapat dikategorikan dalam dua jenis, yaitu resistor tetap (fixed resistor) dan resistor nilai tak tetap (variable resistor). Resistor memiliki peran krusial dalam membentuk karakteristik kinerja rangkaian elektronik, pemahaman yang baik mengenai jenis dan karakter resistor penting dalam merancang sistem elektronika secara presisi. Resistor dibuat dari bahan seperti karbon dan keramik, dengan bentuk umum berupa tabung.
 
Gambar 4. Resistor    

2.5 LED

        LED (Light Emitting Diode) dan Cara Kerjanya – Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan  cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya.  
 
Gambar 5. LED  

2.6 TACTILE PUSH BUTTON

        Tactile Push Button adalah perangkat / saklar sederhana yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik dengan sistem kerja tekan unlock (tidak mengunci). Sistem kerja unlock disini berarti saklar akan bekerja sebagai device penghubung atau pemutus aliran arus listrik saat tombol ditekan, dan saat tombol tidak ditekan (dilepas), maka saklar akan kembali pada kondisi normal.
 
Gambar 6. Tactile Push Buton 
 

BAB III
 PERANCANGAN ALAT
 

3.1  PERANGKAT KERAS

    Berikut komponen - komponen yang digunakan dalam pembuatan project Sistem Lampu Lalu Lintas Berbasis Mikrokontroler AT89S52 : 
        1.  Mikrokontroler AT89S52
        2.  Kristal Osilator 12 Mghz
        3.  Kapasitor
        4.  Resistor
        5.  LED
        6.  Tactile Push Button

3.2 TABEL OUTPUT

Gambar 7. Tabel Output

3.3  DIAGRAM BLOK

Gambar 8. Diagram Blok

3.4 FLOWCHART

Gambar 9. Flowchart

3.5 DESAIN RANGKAIAN 

Gambar 10. Desain Rangkaian 

3.6 GAMBAR RANGKAIAN 

Gambar 11. Gambar Rangkaian

3.7 PROGRAM ASSEMBLY

  
 

BAB IV
PEMBAHASAN 
 

4.1 CARA KERJA 

      Program diawali dengan inisialisasi mikrokontroler AT89S52 dan Timer 0 sebagai pembangkit delay, kemudian dilakukan uji awal (startup test) dengan menyalakan seluruh lampu hijau, kuning, dan merah masing-masing selama 0,7 detik. Setelah itu, sistem masuk ke mode operasi normal yang berjalan berulang. Pada setiap arah (utara, timur, selatan, dan barat), lampu merah menyala selama 2 detik, diikuti kuning selama 3 detik, kemudian hijau selama 30 detik sebagai waktu kendaraan melintas, dilanjutkan kuning selama 5 detik, dan diakhiri merah selama 1 detik sebagai transisi. Setelah satu arah selesai, sistem berpindah ke arah berikutnya hingga seluruh arah selesai, lalu siklus diulang terus-menerus sehingga pengaturan lalu lintas berjalan otomatis dan teratur. 

4.2 HASIL PERCOBAAN 

Gambar 12. Hasil Percobaan

 

BAB V
 PENUTUP  
 

 5.1 KESIMPULAN

        Proyek lampu lalu lintas berbasis AT89S52 dengan pemrograman Assembly berhasil mengatur urutan lampu merah, kuning, dan hijau secara tepat melalui pemanfaatan port I/O dan timer. Penggunaan Assembly memberikan kontrol langsung terhadap register sehingga sistem bekerja lebih presisi dan efisien. Melalui proyek ini, mahasiswa memahami cara kerja mikrokontroler pada level rendah serta mampu merancang sistem kontrol sederhana yang stabil dan mudah dikembangkan. 

DAFTAR PUSTAKA

       Andrianto, H., & Darmawan, A. (2015). Mikrokontroler: Konsep Dasar dan Praktis. Bandung:                   Informatika.
 
       Kadir, A. (2017). Panduan Praktis Mempelajari Mikrokontroler dan Aplikasinya. Yogyakarta: Andi           Offset.
 
       Setiawan, R. (2014). Rancang Bangun Pengatur Lampu Lalu Lintas Berbasis AT89S52 Menggunakan        Timer Internal. Jurnal Elektronika dan Kendali, 6(1), 21–28.
 
       Suryanto, A., & Nugroho, E. (2012). Perancangan Sistem Lampu Lalu Lintas Berbasis                               Mikrokontroler AT89S52. Jurnal Teknologi dan Sistem Tertanam, 4(2), 45–52. 
 
       Wahyudin, Didin. Belajar Mudah Mikrokontroler AT89S52 dengan Bahasa Basic menggunaka                    BASCOM-8051. Penerbit ANDI, 2007.
 
 

 LAMPIRAN

Link Youtube : https://youtu.be/1pr94-yZ8Vc?si=yRpgY8B9T_vYs4Mq 
         
Link PPT      : https://www.canva.com/design/DAG6P9UNv7A/6sCdmXlaETwuZDQiZEtJSg/edit                                    utm_content=DAG6P9UNv7A&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIR TEMPERATURE SWITCHING AND MONITORING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM35 BERBASIS ATMEGA 16

RANCANG BANGUN KALKULATOR DIGITAL OPERASI KALI DAN BAGI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

SISTEM LAMPU LALU LINTAS PERTIGAAN BERBASIS AT89s51 DENGAN SENSOR INFRAMERAH