SISTEM LED MULTI MODE DENGAN PENGATUR KECEPATAN

 

SISTEM LED MULTI MODE DENGAN PENGATUR KECEPATAN



 

Dosen Pengampu : DR. Samuel Beta K.,Ing.Tech, M.T.

 

 

Kelompok 2 EK-2B :

Ahmad Wahyu Wibowo                      3.32.24.1.02

Febe Christyaningrum Prastiwi          3.32.24.1.09

Rangga Putra Rusdiansyah                 3.32.24.1.19

Rassel Ravelino                                  3.32.24.1.21

 

 

 

 

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK ELEKTRONIKA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

2025


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami dari Kelompok 2 Kelas EK-2B dapat menyelesaikan laporan Project II yang berjudul Sistem LED Multi Mode dengan Pengatur Kecepatan. Proyek ini merupakan penerapan sistem kendali berbasis mikrokontroler yang bertujuan untuk memahami pengolahan input dan output digital, khususnya dalam pengaturan pola nyala LED serta pengendalian kecepatan menggunakan tombol (push button). Laporan ini menyajikan proses perancangan, pemrograman, simulasi, hingga pengujian sistem sesuai dengan ruang lingkup mata kuliah.

Dalam penyusunan laporan ini, kami banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pihak-pihak berikut:

  1. Bapak Dr. Samuel Beta K., Ing.Tech., M.T., selaku dosen pengampu yang telah memberikan arahan, pembelajaran, dan bimbingan sehingga proyek ini dapat dilaksanakan dan disusun dengan baik.
  2. Rekan-rekan Kelompok 2 Kelas EK-2B yang telah bekerja sama, berbagi tugas, serta meluangkan waktu dan tenaga dalam pelaksanaan proyek ini.
  3. Pihak laboratorium serta teman-teman, yang telah membantu dalam penyediaan alat, bahan, dan fasilitas sehingga proses simulasi dan pengujian dapat dilakukan.
  4. Keluarga dan orang tua, yang telah memberikan dukungan moral dan doa selama pelaksanaan proyek hingga laporan ini dapat diselesaikan.

Kami menyadari bahwa laporan Project II ini masih memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi perbaikan di masa yang akan datang. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem kendali berbasis mikrokontroler selanjutnya.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Perkembangan teknologi digital dan sistem tertanam (embedded system) menuntut pemahaman yang baik terhadap konsep dasar mikrokontroler, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak. Dalam pembelajaran mikrokontroler, diperlukan media praktik yang sederhana namun representatif agar mahasiswa dapat memahami prinsip pengendalian input dan output, pengaturan waktu (timing), serta logika pemrograman secara efektif.

LED merupakan komponen output yang paling dasar dan mudah diamati dalam sistem digital. Melalui pengendalian pola nyala LED, pengguna dapat mempelajari cara kerja port mikrokontroler, pengaturan delay, serta penggunaan struktur kontrol dalam program. Selain itu, penggunaan tombol (push button) sebagai input memungkinkan penerapan interaksi langsung antara pengguna dan sistem, khususnya dalam pengaturan mode dan kecepatan kerja sistem.

Berdasarkan hal tersebut, dirancanglah Project II Sistem LED Multi Mode dengan Pengatur Kecepatan sebagai media pembelajaran untuk menerapkan konsep dasar mikrokontroler secara nyata. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pemrograman mikrokontroler, pengolahan input-output digital, serta simulasi rangkaian menggunakan perangkat lunak, sehingga dapat menjadi dasar dalam pengembangan sistem kendali yang lebih kompleks di masa mendatang.

1.2  Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan Project II Sistem LED Multi Mode dengan Pengatur Kecepatan adalah sebagai berikut:

  1. Mempelajari dan memahami prinsip kerja mikrokontroler dalam mengendalikan output digital berupa LED.
  2. Mengimplementasikan pengendalian beberapa pola nyala LED (multi mode) menggunakan pemrograman mikrokontroler.
  3. Menerapkan penggunaan tombol (push button) sebagai input untuk mengubah mode dan mengatur kecepatan sistem.

1.3  Rumusan Masalah

1.     Bagaimana merancang system LED dan mengatur kecepatan LED

2.  Bagaimana EDSIM dan mikrokontroler memproses data untuk mengatur LED dengan push button?

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Atmega16A



Mikrokontroler AT89C51 termasuk salah satu jenis mikrokontroler dari keluarga MCS-51 yang dikemas dalam standart DIL (Dual In Line) 40 pin yang mempunyai konfigurasi tersendiri.  Mikrokontroler ini diproduksi oleh ATMEL dengan karakteristik yang benar-benar compatible dengan 

Mikrokontroler AT89C51 merupakan sebuah versi EEPROM dari 80C51AH yang memori program internalnya dapat deprogram dan dihapus secara elektrik yang memiliki 4 Kbyte internal dengan teknologi flash EPROM yang dapat menyimpan data meskipun catu daya pada chip dimatikan.

2.2  Push button




Push button berfungsi seperti jenis sakelar listrik lainnya dengan mengubah rangkaian yang terhubung dengannya. Rangkaian terbuka menghambat aliran listrik, mencegah perangkat yang terhubung beroperasi. Sebaliknya, ketika sakelar tekan menutup rangkaian, ia memungkinkan listrik untuk mengalir, membuat perangkat beroperasi. Sakelar ini dapat dirancang untuk penutupan rangkaian sementara atau berkelanjutan.  Dalam simulasi ini, push button dikendalikan oleh mikrokontroler AT89C52 sesuai dengan  yang telah diprogram.

2.3  LED

LED (Light Emitting Diode) adalah komponen elektronik yang berfungsi sebagai sumber cahaya. Dalam konteks penggunaan sebagai output, LED banyak digunakan dalam berbagai aplikasi karena efisiensi energi, umur panjang, dan kemampuan untuk menghasilkan cahaya dalam berbagai warna.

LED adalah perangkat semikonduktor yang memancarkan cahaya saat arus mengalir melaluinya. Elektron dalam semikonduktor bergabung kembali dengan lubang elektron, melepaskan energi dalam bentuk foton. Warna cahaya (yang sesuai dengan energi foton) ditentukan oleh energi yang dibutuhkan elektron untuk melewati celah pita semikonduktor. Cahaya putih diperoleh dengan menggunakan beberapa semikonduktor atau lapisan fosfor pemancar cahaya pada perangkat semikonduktor.

LED adalah transduser listrik menjadi cahaya. LED beroperasi secara terbalik dari fotodioda , yang mengubah cahaya menjadi listrik.

 2.4  Software EDSIM 51


EDSIM 51 adalah perangkat lunak simulator mikrokontroler keluarga MCS-51 yang digunakan untuk menulis, menguji, dan menjalankan program tanpa menggunakan perangkat keras secara langsung. Software ini menyediakan lingkungan simulasi yang memungkinkan pengguna untuk memahami proses eksekusi program, pengaturan port, serta kerja timer dan interupsi. Dalam proyek ini, EDSIM 51 digunakan untuk mensimulasikan program mikrokontroler AT89C51 yang mengendalikan sistem penyeberangan.

2.5  Software Proteus


Proteus merupakan software simulasi rangkaian elektronika yang mampu mengintegrasikan skematik rangkaian dengan pemrograman mikrokontroler. Software ini memungkinkan pengguna untuk mensimulasikan interaksi antara mikrokontroler dengan komponen eksternal seperti lampu lalu lintas dan seven segment. Pada simulasi proyek ini, Proteus digunakan untuk memvisualisasikan rangkaian sistem penyeberangan dan memastikan seluruh komponen bekerja sesuai dengan logika yang telah dirancang.


BAB III

PERANCANGAN SISTEM


3.1  Diagram Blok

       

 

3.2  Flowchart



 

 


3.3  Cara Kerja Sistem

Cara kerja sistem rangkaian ini bekerja dengan memanfaatkan mikrokontroler AT89C51 sebagai pusat kendali untuk memproses input dari tiga buah tombol kontrol dan mengatur delapan output LED secara visual. Arus kerja sistem dipicu oleh penekanan tombol pada Port 3, di mana tombol Switch Mode berfungsi untuk mengganti variasi pola nyala lampu, sementara tombol Up Speed dan Down Speed bertugas mengatur durasi waktu tunda (delay) agar transisi nyala LED menjadi lebih cepat atau lebih lambat. Sinyal input tersebut kemudian diolah oleh mikrokontroler yang didukung oleh komponen kristal (X1) untuk stabilitas frekuensi, lalu hasilnya dikirimkan melalui Port 1 menuju deretan LED. Setiap LED dilengkapi dengan resistor 330 Ohm untuk membatasi arus agar komponen tidak rusak saat menyala sesuai dengan logika program yang dijalankan secara paralel dan kontinu.


    3.4  Program
                





BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1  Hasil Simulasi


    4.2  Pembahasan

Proyek simulasi ini berfokus pada perancangan sistem kendali visual menggunakan                mikrokontroler AT89C51 sebagai pusat pemrosesan data. Dalam rangkaian ini, delapan buah LED yang terhubung pada Port 1 berfungsi sebagai indikator output yang merepresentasikan status logika dari program yang dijalankan. Sistem ini mengandalkan interaksi pengguna melalui tiga tombol kontrol di Port 3, yaitu Switch Mode untuk merubah variasi pola gerak lampu, serta tombol Up Speed dan Down Speed untuk memanipulasi pewaktuan (delay) pada program. Keberadaan kristal eksternal (X1) sangat krusial dalam pembahasan ini karena menjamin stabilitas instruksi per detik yang dieksekusi oleh mikrokontroler, sehingga perubahan kecepatan yang diatur melalui tombol dapat terlihat secara presisi pada nyala LED. Penggunaan resistor 330 Ohm pada setiap jalur LED menunjukkan pertimbangan teknis untuk melindungi komponen dari arus berlebih selama simulasi berlangsung.

BAB V

PENUTUP

5.1  Kesimpulan

    Dapat disimpulkan bahwa proyek simulasi ini berhasil mendemonstrasikan fungsi mikrokontroler AT89C51 dalam mengelola input digital menjadi output visual yang dinamis. Sistem kendali ini memungkinkan pengguna untuk mengatur pola dan kecepatan nyala LED secara real-time melalui penekanan tombol, yang membuktikan fleksibilitas pemrograman pada sistem minimum mikrokontroler. Keberhasilan simulasi ini menunjukkan bahwa koordinasi antara komponen input (tombol), pemroses (AT89C51), dan output (LED) telah terintegrasi dengan baik sesuai dengan desain skematik yang direncanakan.


DAFTAR PUSTAKA


[1] Atmel Corporation, AT89C52 8-bit Microcontroller with 8K Bytes In-System Programmable Flash, Atmel Datasheet, 2011.

[2] M. A. Mazidi, J. G. Mazidi, dan R. D. McKinlay, The 8051 Microcontroller and Embedded Systems: Using Assembly and C, Pearson Education, 2014.

[3] EDSIM51, EDSIM51 8051 Microcontroller Simulator Documentation, 2019.


                                                                            LAMPIRAN

1. link youtube :klik disini

2. link ppt        :Klik disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIR TEMPERATURE SWITCHING AND MONITORING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM35 BERBASIS ATMEGA 16

RANCANG BANGUN KALKULATOR DIGITAL OPERASI KALI DAN BAGI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

SISTEM LAMPU LALU LINTAS PERTIGAAN BERBASIS AT89s51 DENGAN SENSOR INFRAMERAH