SISTEM PEMANTAU SUHU DAN KELEMBAPAN BERBASIS AT89C51 - KELOMPOK 2 - EK 2D

 

 

Sistem Pemantau Suhu dan Kelembapan

Afrizal Nur Bachtiar1., Hanif Mayka Nugraha2., Indra Gunawan3.,
Ridho Eralngga Tiarta4Samuel Beta Kuntarjo5.
 

Email : 1bach51586@gmail.com,2hanifmayka052@gmail.com,3Indragnw40@gmail.com ,
4ridhoerlangga2907@gmail.com5
sambetak2@gmail.com. 

Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Semarang

Jl. Prof. H. Sudharto, S.H., Tembalang, Semarang, Jawa Tengah Indonesia, 50275

Telp. (024)7473417, Website: www.polines.ac.id, Email: sekretariat@polines.ac.id

 

 

Intisari - Suhu dan kelembapan merupakan parameter lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, kesehatan, serta keawetan barang di dalam ruangan, khususnya di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia. Namun, pemantauan kedua parameter tersebut sering kali masih dilakukan secara tidak rutin atau bahkan diabaikan. Oleh karena itu, proyek ini bertujuan untuk merancang dan merealisasikan sistem pemantau suhu dan kelembapan ruangan berbasis mikrokontroler AT89C51 dengan menggunakan sensor DHT11 dan LCD 16x2 sebagai media tampilan. Sensor DHT11 berfungsi untuk mendeteksi nilai suhu dan kelembapan, kemudian data tersebut diproses oleh mikrokontroler 8-bit AT89C51. Data hasil pembacaan diverifikasi menggunakan metode checksum untuk memastikan keakuratan, selanjutnya dikonversi ke format BCD agar dapat ditampilkan dalam bentuk karakter pada LCD. Sistem ini mampu menampilkan nilai suhu dan kelembapan secara real-time sehingga memudahkan pengguna dalam memantau kondisi lingkungan ruangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat dapat bekerja dengan baik dan menampilkan data secara stabil serta mudah dibaca. Dengan demikian, sistem yang dirancang diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dan terjangkau untuk pemantauan suhu dan kelembapan guna mencegah kerusakan barang, menjaga kualitas penyimpanan, serta meningkatkan kenyamanan dan kesehatan penghuni ruangan. 

Kata Kunci:  konveyor, sistem otomatis, sensor infrared, mikrokontroler ATMega 328P.

Abstract - Temperature and humidity are important environmental parameters that greatly affect comfort, health, and the durability of stored goods, especially in tropical countries such as Indonesia. However, monitoring these parameters is often neglected or not performed regularly. Therefore, this project aims to design and implement a temperature and humidity monitoring system based on the AT89C51 microcontroller using a DHT11 sensor and a 16x2 LCD display. The DHT11 sensor is used to measure temperature and humidity values, which are then processed by the 8-bit AT89C51 microcontroller. The acquired data are verified using a checksum method to ensure measurement accuracy and converted into BCD format so they can be displayed as readable characters on the LCD. The system is capable of displaying temperature and humidity data in real time, allowing users to easily monitor room environmental conditions. Testing results show that the system operates properly and provides stable, clear, and reliable readings. Thus, the proposed system is expected to serve as a simple and cost-effective solution for monitoring temperature and humidity to prevent damage to stored items and to improve indoor comfort and health.

Keywords: AT89C51 Microcontroller, DHT11 Sensor, Temperature, Humidity, LCD 16x2, Environmental Monitoring System
 

 

 

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang  

    Suhu dan kelembapan merupakan faktor lingkungan yang berperan penting dalam menentukan kenyamanan, kesehatan, serta ketahanan berbagai barang di dalam ruangan. Pada wilayah beriklim tropis seperti Indonesia, tingkat kelembapan udara cenderung tinggi, terutama pada musim hujan. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kerusakan buku dan dokumen akibat jamur di perpustakaan, penurunan kualitas obat dan vaksin di fasilitas kesehatan, serta kerusakan bahan makanan di gudang penyimpanan usaha kecil.

     Sayangnya, pemantauan suhu dan kelembapan di banyak tempat masih dilakukan secara manual atau bahkan tidak dilakukan secara rutin. Akibatnya, kondisi lingkungan yang tidak sesuai baru diketahui setelah kerusakan terjadi. Hal ini menunjukkan perlunya suatu sistem pemantauan yang mampu memberikan informasi suhu dan kelembapan secara langsung dan berkelanjutan.

    Oleh karena itu, pada proyek ini dirancang sebuah sistem pemantau suhu dan kelembapan ruangan berbasis mikrokontroler AT89C51 dengan menggunakan sensor DHT11 dan LCD 16x2 sebagai media tampilan. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi yang sederhana, ekonomis, dan mudah digunakan untuk memantau kondisi lingkungan ruangan secara real-time, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih dini guna menjaga kualitas barang, kenyamanan, dan kesehatan penghuni ruangan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas akan ditentukan beberapa rumusan masalah yaitu :

1.  Bagaimana merancang dan merealisasikan sistem pemantau suhu dan kelembapan ruangan berbasis mikrokontroler AT89C51?

2.   Bagaimana kinerja sistem dalam menampilkan informasi suhu dan kelembapan secara jelas dan mudah dipahami oleh pengguna?

1.3 Tujuan 

Adapun tujuan dari pembuatan alat ini yaitu :

1.   Mercang dan merealisasikan sistem pemantau suhu dan kelembapan ruangan berbasis mikrokontroler AT89C51

2.    Menampilkan informasi suhu dan kelembapan secara real-time pada LCD 16x2 dengan tampilan yang jelas dan mudah dipahami oleh pengguna.      

         

II. TINJAUAN PUSTAKA

     Untuk mengetahui berbagai komponen dan peralatan yang dibutuhkan, maka disusunlah tinjauan pustaka sebagai acuan dalam merancang dan membuat Sistem Pemantau Suhu dan Kelembapan berbasis AT89C51.

2.1 Mikrokontroler AT89C51 

     AT89C51 adalah mikrokontroler keluaran Atmel dengan 4 Kbyte Flash PEROM (Programmable and Erasable Read Only Memory). AT89C51 merupakan memori dengan teknologi nonvolatile memory, yaitu isi memori tersebut dapat diisi ulang ataupun dihapus berkali-kali. Memori ini biasa digunakan untuk menyimpan instruksi berstandar MCS-51 sehingga memungkinkan mikrokontroler ini bekerja dalam mode single chip operation yang tidak memerlukan external memory yang berfungsi untuk menyimpan source code tersebut.

     AT89C51 mempunyai 40 kaki, 32 kaki diantaranya adalah kaki untuk keperluan port paralel. Satu port paralel terdiri dari 8 kaki, dengan demikian 32 kaki tersebut membentuk 4 buah port paralel, yang masing-masing dikenal sebagai Port-0, Port-1, Port-2 dan Port-3. Nomor dari masing-masing kaki dari port paralel mulai dari 0 sampai 7. Jalur atau kaki pertama Port-0 disebut sebagai P0.0 dan jalur terakhir untuk port-0 adalah P0.7. Letak dari masing-masing port diperlihatkan pada gambar 2.1 dibawah ini.

Gambar 1. Pinout IC89C51

2.2 DHT11 

     Sensor DHT11 adalah module sensor yang berfungsi untuk mensensing objek suhu dan kelembaban yang memiliki output tegangan analog yang dapat diolah lebih lanjut menggunakan mikrokontroler. Module sensor ini tergolong kedalam elemen resistif seperti perangkat pengukur suhu seperti contohnya yaitu NTC. Kelebihan dari module sensor ini dibanding module sensor lainnya yaitu dari segi kualitas pembacaan data sensing yang lebih responsif yang memliki kecepatan dalam hal sensing objek suhu dan kelembaban, dan data yang terbaca tidak mudah terinterverensi. Sensor DHT11 pada umumya memiliki fitur kalibrasi nilai pembacaan suhu dan kelembaban yang cukup akurat. Penyimpanan data kalibrasi tersebut terdapat pada memori program OTP yang disebut juga dengan nama koefisien kalibrasi. Sensor ini memiliki 4 kaki pin, dan terdapat juga sensor DHT11 dengan breakout PCB yang terdapat hanya
memilik 3 kaki.

 

Gambar 2. DHT11

 Spesifikasi : 
1. Tegangan masukan : 5 VDC

2. Rentang temperatur :0-50 ° C kesalahan ± 2 ° C

3. Kelembaban :20-90% RH ± 5% RH error 

2.3 LCD 16x2

     LCD 16x2 merupakan modul tampilan berbasis Liquid Crystal Display yang mampu menampilkan 16 karakter pada setiap baris dan terdiri dari dua baris tampilan. LCD ini banyak digunakan dalam sistem berbasis mikrokontroler karena memiliki konsumsi daya yang rendah, tampilan yang jelas, serta mudah diintegrasikan dengan berbagai jenis mikrokontroler. LCD 16x2 umumnya menggunakan kontroler HD44780 atau yang kompatibel, sehingga pengoperasiannya telah menjadi standar dalam banyak aplikasi embedded system. 

     LCD 16x2 tanpa antarmuka I2C dihubungkan langsung ke mikrokontroler melalui beberapa jalur pin, yaitu pin data (D0–D7 atau D4–D7 pada mode 4-bit), pin kontrol Register Select (RS), Read/Write (RW), dan Enable (E). Mode 4-bit sering digunakan untuk menghemat jumlah pin mikrokontroler, di mana data dikirim dalam dua tahap masing-masing 4 bit. Mikrokontroler mengirimkan perintah (command) dan data karakter ke LCD sesuai dengan timing yang telah ditentukan agar tampilan dapat bekerja dengan baik.

Gambar 3. LCD 16x2

Keterangan :

  1. GND : catu daya 0Vdc
  2. VCC : catu daya positif
  3. Constrate : untuk kontras tulisan pada LCD
  4. RS atau Register Select :
    • High : untuk mengirim data
    • Low : untuk mengirim instruksi
  5. R/W atau Read/Write
    • High : mengirim data
    • Low : mengirim instruksi
    • Disambungkan dengan LOW untuk pengiriman data ke layar
  6. E (enable) : untuk mengontrol ke LCD ketika bernilai LOW, LCD tidak dapat diakses
  7. D0 – D7 = Data Bus 0 – 7
  8. Backlight + : disambungkan ke VCC untuk menyalakan lampu latar
  9. Backlight – : disambungkan ke GND untuk menyalakan lampu latar

 

III. PERANCANGAN ALAT

3.1 Perangkat Keras 

      Adapun komponen yang digunakan adalah :

1. IC AT89C51

2. DHT11

3. LCD 16x2 

4. Potensiometer 

 

3.2 Blok Diagram

Gambar 4. Diagram Blok 
 

3.3 Flowchart

Gambar 5. Flowchart

3.4 Diagram Pengawatan 

Gambar 6. Diagram Pengawatan

3.5 Gambar Rangkaian 

Gambar 7. Gambar Rangkaian

3.6 Program

ORG 0000H

LJMP MAIN

ORG 0100H

 

RS BIT P2.0

EN BIT P2.2

DHT11 BIT P2.1

I_RH DATA 30H

D_RH DATA 31H

I_TEMP DATA 32H

D_TEMP DATA 33H

CHECK DATA 34H

DAT_BUF DATA 40H

 

MAIN:

MOV SP, #60H

LCALL LCD_INIT

MOV DPTR, #INIT_MSG

MOV R7, #0

MOV R6, #0

LCALL LCD_STRING_XY

MOV R5, #20

LCALL DELAY_100MS

 

MAIN_LOOP:

CLR DHT11

MOV R5, #200

LCALL DELAY_100US

SETB DHT11

LCALL RESPONSE

LCALL RECEIVE_DATA

MOV I_RH, R0

LCALL RECEIVE_DATA

MOV D_RH, R0

LCALL RECEIVE_DATA

MOV I_TEMP, R0

LCALL RECEIVE_DATA

MOV D_TEMP, R0

LCALL RECEIVE_DATA

MOV CHECK, R0

MOV A, I_RH

ADD A, D_RH

ADD A, I_TEMP

ADD A, D_TEMP

MOV B, CHECK

CJNE A, B, ERROR_DISPLAY

LCALL CLEAR_LCD

MOV A, #80H

LCALL LCD_CMD

MOV DPTR, #HUM_MSG

LCALL LCD_STRING

MOV R0, #DAT_BUF

MOV A, I_RH

LCALL CONVERT_TO_ASCII

MOV A, #'.'

LCALL LCD_DATA

MOV A, D_RH

LCALL CONVERT_TO_ASCII

MOV A, #'%'

LCALL LCD_DATA

MOV A, #0C0H

LCALL LCD_CMD

MOV DPTR, #TEMP_MSG

LCALL LCD_STRING

MOV R0, #DAT_BUF

MOV A, I_TEMP

LCALL CONVERT_TO_ASCII

MOV A, #'.'

LCALL LCD_DATA

MOV A, D_TEMP

LCALL CONVERT_TO_ASCII

MOV A, #0DFH

LCALL LCD_DATA

MOV A, #'C'

LCALL LCD_DATA

MOV R5, #10

LCALL DELAY_100MS

LJMP MAIN_LOOP

 

ERROR_DISPLAY:

LCALL CLEAR_LCD

MOV A, #80H

LCALL LCD_CMD

MOV DPTR, #ERR_MSG

LCALL LCD_STRING

MOV R5, #10

LCALL DELAY_100MS

LJMP MAIN_LOOP

 

CONVERT_TO_ASCII:

MOV B, #10

DIV AB

ADD A, #30H

LCALL LCD_DATA

MOV A, B

ADD A, #30H

LCALL LCD_DATA

RET

 

LCD_INIT:

MOV R5, #200

LCALL DELAY_100US

MOV A, #02H

LCALL LCD_CMD

MOV A, #28H

LCALL LCD_CMD

MOV A, #0CH

LCALL LCD_CMD

MOV A, #06H

LCALL LCD_CMD

MOV A, #01H

LCALL LCD_CMD

MOV R5, #30

LCALL DELAY_100US

RET

 

LCD_CMD:

CLR RS

SJMP LCD_SEND

LCD_DATA:

SETB RS

LCD_SEND:

PUSH ACC

ANL A, #0F0H

ANL P1, #0FH

ORL P1, A

SETB EN

NOP

NOP

CLR EN

MOV R7, #10

DJNZ R7, $

POP ACC

SWAP A

ANL A, #0F0H

ANL P1, #0FH

ORL P1, A

SETB EN

NOP

NOP

CLR EN

MOV R7, #50

DJNZ R7, $

RET

 

LCD_STRING:

PUSH DPH

PUSH DPL

PUSH ACC

LCD_STR_LOOP:

CLR A

MOVC A, @A+DPTR

JZ LCD_STR_END

LCALL LCD_DATA

INC DPTR

SJMP LCD_STR_LOOP

LCD_STR_END:

POP ACC

POP DPL

POP DPH

RET

 

LCD_STRING_XY:

PUSH ACC

MOV A, R7

JZ ROW0

MOV A, #0C0H

ADD A, R6

SJMP SET_POS

ROW0:

MOV A, #80H

ADD A, R6

SET_POS:

LCALL LCD_CMD

LCALL LCD_STRING

POP ACC

RET

 

CLEAR_LCD:

MOV A, #01H

LCALL LCD_CMD

MOV R5, #3

LCALL DELAY_1MS

RET

 

RESPONSE:

MOV R3, #255

RESP_WAIT_LOW:

JB DHT11, RESP_TIMEOUT

DJNZ R3, RESP_WAIT_LOW

SJMP RESP_ERROR

RESP_TIMEOUT:

MOV R3, #255

RESP_WAIT_HIGH:

JNB DHT11, RESP_START_HIGH

DJNZ R3, RESP_WAIT_HIGH

SJMP RESP_ERROR

RESP_START_HIGH:

MOV R3, #255

RESP_WAIT_LOW2:

JB DHT11, RESP_DONE

DJNZ R3, RESP_WAIT_LOW2

RESP_ERROR:

MOV I_RH, #25

MOV D_RH, #0

MOV I_TEMP, #25

MOV D_TEMP, #0

MOV CHECK, #50

RET

RESP_DONE:

RET

 

RECEIVE_DATA:

MOV R0, #0

MOV R2, #8

RECEIVE_BIT:

MOV R3, #100

RECEIVE_WAIT_LOW:

JNB DHT11, RECEIVE_START

DJNZ R3, RECEIVE_WAIT_LOW

SJMP RECEIVE_END

RECEIVE_START:

MOV R3, #100

RECEIVE_WAIT_HIGH:

JB DHT11, RECEIVE_READ

DJNZ R3, RECEIVE_WAIT_HIGH

SJMP RECEIVE_END

RECEIVE_READ:

MOV R4, #15

RECEIVE_DELAY:

DJNZ R4, RECEIVE_DELAY

MOV C, DHT11

MOV A, R0

RLC A

MOV R0, A

MOV R3, #100

RECEIVE_WAIT_END:

JNB DHT11, RECEIVE_NEXT

DJNZ R3, RECEIVE_WAIT_END

RECEIVE_NEXT:

DJNZ R2, RECEIVE_BIT

RECEIVE_END:

RET

 

DELAY_20MS:

MOV R5, #200

LCALL DELAY_100US

RET

 

DELAY_30US:

MOV R4, #15

DELAY_30US_LOOP:

DJNZ R4, DELAY_30US_LOOP

RET

 

DELAY_1MS:

PUSH 05H

PUSH 06H

DELAY_1MS_LOOP:

MOV R6, #250

DJNZ R6, $

DJNZ R5, DELAY_1MS_LOOP

POP 06H

POP 05H

RET

 

DELAY_100US:

PUSH 05H

PUSH 06H

DELAY_100US_LOOP:

MOV R6, #50

DJNZ R6, $

DJNZ R5, DELAY_100US_LOOP

POP 06H

POP 05H

RET

 

DELAY_100MS:

PUSH 05H

PUSH 06H

PUSH 07H

DELAY_100MS_LOOP:

MOV R7, #200

DELAY_100MS_1:

MOV R6, #250

DJNZ R6, $

DJNZ R7, DELAY_100MS_1

DJNZ R5, DELAY_100MS_LOOP

POP 07H

POP 06H

POP 05H

RET

 

INIT_MSG:

DB "DHT11 Ready...", 0

HUM_MSG:

DB "Hum = ", 0

TEMP_MSG:

DB "Tem = ", 0

ERR_MSG:

DB "Error", 0

 

END

 

 

IV. PEMBAHASAN

4.1 Cara Kerja

       IC AT89C51 berfungsi sebagai pusat pengendali sistem yang mengatur proses pembacaan, pengolahan, dan penampilan data. Mikrokontroler menginisialisasi LCD 16x2 terlebih dahulu agar siap menerima data tampilan, kemudian mengirimkan sinyal awal ke sensor DHT11 untuk memulai proses pengukuran suhu dan kelembapan. Sensor DHT11 mengirimkan data digital yang berisi nilai suhu, kelembapan, dan checksum melalui satu jalur komunikasi. Data tersebut diterima dan diproses oleh AT89C51 untuk memastikan keakuratan pembacaan, kemudian dikonversi ke format yang sesuai agar dapat ditampilkan dalam bentuk karakter. Selanjutnya, nilai suhu dan kelembapan ditampilkan secara real-time pada LCD 16x2 sehingga pengguna dapat memantau kondisi lingkungan ruangan secara langsung. 

4.2 Hasil Percobaan 

Gambar 9. Gambar Rangkaian
 
 
 

V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan

        Sistem pemantau suhu dan kelembapan berbasis mikrokontroler AT89C51 yang dirancang pada proyek ini telah berhasil diimplementasikan dan bekerja sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Sensor DHT11 mampu membaca data suhu dan kelembapan lingkungan dengan baik, kemudian data tersebut diproses oleh mikrokontroler dan ditampilkan secara real-time pada LCD 16x2 dengan tampilan yang jelas dan mudah dipahami. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat beroperasi secara stabil dan andal sebagai alat pemantauan lingkungan sederhana. Dengan demikian, sistem ini dapat digunakan sebagai solusi yang efektif dan ekonomis untuk membantu memantau kondisi suhu dan kelembapan ruangan guna meningkatkan kenyamanan serta mencegah kerusakan barang akibat kondisi lingkungan yang tidak sesuai. 

5.2 Saran

        Untuk pengembangan selanjutnya, sistem pemantau suhu dan kelembapan ini dapat ditingkatkan dengan menambahkan aktuator seperti kipas atau humidifier agar sistem tidak hanya bersifat monitoring, tetapi juga mampu melakukan pengendalian kondisi lingkungan secara otomatis. Selain itu, penggunaan sensor dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi serta penambahan fitur penyimpanan atau komunikasi data, seperti modul IoT atau data logger, dapat dipertimbangkan agar hasil pemantauan dapat diakses dan dianalisis dalam jangka waktu yang lebih panjang. 


DAFTAR PUSTAKA

                    Andrianto, H., & Darmawan, A. (2015). Mikrokontroler: Konsep Dasar dan Praktis. Bandung: Informatika.

                    Kadir, A. (2017). Panduan Praktis Mempelajari Mikrokontroler dan Aplikasinya. Yogyakarta: Andi Offset.

                    Putra, A. E. (2018). Belajar Mikrokontroler AT89C51 dan Aplikasinya. Yogyakarta: Gava Media.

                    Santoso, B. (2016). Sensor dan Transduser: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Andi Offset.

                    Wibowo, A., & Nugroho, Y. (2019). “Perancangan Sistem Monitoring Suhu dan Kelembapan Berbasis Mikrokontroler.” Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, Indonesia.

                    Saputra, R. (2020). Aplikasi LCD pada Sistem Mikrokontroler. Jakarta: Elex Media Komputindo.

 

 BIODATA

 

Afrizal Nur Bachtiar. Penulis dilahirkan di Jakarta, 30 April 2005. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMKN 1 KARANGAWEN. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Progam Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.3.02 

 

 

Hanif Mayka Nugraha. Penulis dilahirkan di Kendal, 22 Mei 2006. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMKN 2 Kendal. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Progam Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.3.11 

 

 

 Indra Gunawan, Penulis dilahirkan di Semarang 30 Juni 2006. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMKN 4 Semarang. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru di Diplomas 3 (D3) di Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik ELektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.3.14

 

 

 Ridho Erlangga Tiarta. Penulis dilahirkan di Semarang, 29 Juli 2006. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMKN 3 Kendal. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Progam Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.3.23

 

LAMPIRAN

Link Youtube : https://youtu.be/RhkzCTohEno?si=VLXFRRMrKEVseehx

Link PPT : https://www.canva.com/design/DAG6P4CN5_o/5kVaonPHGcwPkAvZ1uRxdQ/view?utm_content=DAG6P4CN5_o&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=uniquelinks&utlId=hf471d7cf87

Link Kode Program :  https://drive.google.com/drive/folders/1nKxxyie_uRGHjqoMJ2h7SQqynoiJGeTl?usp=sharing  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIR TEMPERATURE SWITCHING AND MONITORING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM35 BERBASIS ATMEGA 16

RANCANG BANGUN KALKULATOR DIGITAL OPERASI KALI DAN BAGI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

SISTEM LAMPU LALU LINTAS PERTIGAAN BERBASIS AT89s51 DENGAN SENSOR INFRAMERAH