Sistem Penghitung Objek Dua Arah Berbasis ATmega8A Menggunakan Sensor Infrared
Sistem Penghitung Objek Dua Arah Berbasis ATmega8A Menggunakan Sensor Infrared
Dosen
Pengampu : DR. Samuel Beta K.,Ing.Tech, M.T.
Kelompok
3 EK-2B
Arfie
Maulana Hasby 3.32.24.1.02
Felda Cleodora widyadhari
3.32.24.1.10
Muhammad Yovie Azhari 3.32.24.1.17
Nurralam Prasetya 3.32.24.1.18
PROGRAM
STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA
JURUSAN
TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK
NEGERI SEMARANG
2025
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya Laporan Akhir ini
dengan judul "Sistem Perhitungan Objek Dua Arah Berbasis ATmega8A
Menggunakan Sensor Infrared."
Laporan ini disusun
sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Laboratorium Mikrokontroler sekaligus
implementasi praktis perancangan sistem perhitungan otomatis yang mampu
membedakan arah pergerakan objek (masuk dan keluar). Dalam sistem ini, ATmega8A
berperan sebagai unit pengendali utama, yang memproses sinyal dari sepasang
sensor infrared (IR) aktif untuk menentukan urutan pemutusan sinar, sehingga total
hitungan dapat diperbarui secara akurat dan real-time.
Kami mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak DR. Samuel Beta K., Ing.Tech, M.T.
selaku Dosen Pengampu mata kuliah atas bimbingan dan arahan yang telah
diberikan selama proses perancangan dan penyusunan laporan ini.
Kami menyadari bahwa
laporan ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
konstruktif sangat kami harapkan. Semoga laporan ini dapat memberikan
kontribusi dan wawasan yang bermanfaat dalam bidang elektronika dan embedded
system.
Semarang, 30 November
2025
Kelompok 3 EK-2B
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Sistem perhitungan
objek otomatis telah menjadi kebutuhan mendasar dalam berbagai aplikasi modern,
mulai dari kontrol inventaris pada jalur produksi hingga pemantauan jumlah
pengunjung di area publik. Metode perhitungan tradisional sering kali dilakukan
secara manual, yang rawan kesalahan, atau menggunakan sensor tunggal yang hanya
mampu mendeteksi satu arah pergerakan. Untuk mengatasi keterbatasan ini,
dikembangkanlah sistem berbasis mikrokontroler yang memanfaatkan keunggulan
ATmega8A (atau ATmega8) sebagai unit pemrosesan utama yang efisien dan andal.
ATmega8A bertugas
menjalankan logika program, menerima input data dari sensor, memproses arah
gerakan, dan memperbarui hitungan total. Untuk pendeteksian, digunakan sepasang
sensor infrared (IR) aktif yang diposisikan sedemikian rupa sehingga objek yang
lewat akan memutus kedua berkas sinar secara berurutan. Urutan pemutusan sinar
inilah yang dianalisis oleh ATmega8A untuk menentukan arah gerakan objek (Masuk
atau Keluar) dan kemudian melakukan perhitungan naik (increment) atau turun
(decrement) pada total hitungan.
1.2 Tujuan
Tujuan utama dari
percobaan ini ingka merancang, membangun, dan menguji algoritma serta rangkaian
elektronik yang mampu mengolah sinyal dari dua sensor IR tersebut, sehingga ingka
secara keseluruhan dapat menghitung dan menampilkan jumlah objek yang masuk dan
keluar secara terpisah dengan ingkat akurasi yang tinggi.
1.3 Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
sistem dapat menghitung objek masuk dan keluar secara otomatis?
2. Bagaimana
menampilkan jumlah objek pada LCD?
3. Bagaimana
memberi peringatan saat kapasitas penuh?
4. Bagaimana
merancang tombol reset yang aman dan efektif?
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1
ATmega8A
Gambar
2.1 ATmega8A
ATmega8A adalah sebuah mikrokontroler 8-bit dari keluarga AVR yang diproduksi oleh Atmel (sekarang Microchip Technology), sering digunakan sebagai pusat kendali yang ekonomis dan efisien untuk berbagai proyek elektronik. Mikrokontroler ini beroperasi menggunakan arsitektur RISC yang cepat, mampu mencapai kecepatan hingga 16 MHz. Di dalamnya, ATmega8A dilengkapi dengan semua memori penting: 8 KB Flash untuk menyimpan program, 1 KB SRAM untuk data yang sedang diproses, dan 512 byte EEPROM untuk data permanen. Untuk interaksi dengan dunia luar, ia menyediakan 23 pin I/O serbaguna dan dilengkapi dengan 6 channel ADC 10-bit, menjadikannya pilihan andal untuk aplikasi yang melibatkan pembacaan sensor analog dan kontrol perangkat keras yang sederhana namun memerlukan kinerja yang stabil
Gambar 2.2 Sensor Infrared
Sensor
Infrared (IR) adalah komponen elektronik yang berfungsi mendeteksi atau
mengukur radiasi inframerah di lingkungannya, yaitu bentuk energi termal
(panas) yang tidak terlihat oleh mata manusia. Sensor ini umumnya dibagi
menjadi dua jenis utama: IR Aktif, yang bekerja dengan memancarkan sinarnya
sendiri dan mendeteksi pantulannya untuk mengenali keberadaan dan jarak objek
(banyak dipakai di robotika dan remote control), serta IR Pasif (PIR), yang
hanya mendeteksi perubahan radiasi panas yang dipancarkan oleh objek hangat
(terutama tubuh manusia atau hewan) untuk memicu fungsi deteksi gerakan pada
sistem keamanan dan otomatisasi.
2.3 Push Button
Push button adalah saklar sederhana
yang memberi input ke mikrokontroler ketika ditekan, di mana saat ditekan ia
menghubungkan rangkaian sehingga pin mikrokontroler membaca perubahan logika
(HIGH/LOW) untuk menjalankan fungsi tertentu, seperti mereset penghitung,
memulai atau menghentikan proses, atau memberikan perintah manual lainnya; push
button harus dipasangi pull-up atau pull-down resistor agar pin tidak
“floating” dan pembacaan tombol tetap stabil, sehingga sistem counter dapat
mendeteksi tekanan tombol dengan benar tanpa error.
2.4 LCD 12C
Gambar
2.3 LCD 12C
I2C
adalah protokol serial untuk antarmuka dua kawat untuk menghubungkan perangkat
kecepatan rendah seperti mikrokontroler, EEPROMs, konverter analog ke digital
atau digital ke analog, antarmuka I/O dan periferal serupa lainnya dalam sistem
tertanam (embedded system). Tujuan pemasangan I2C pada LCD yaitu untuk
menghemat pin pada Arduino dan meringkas koneksi sehingga dapat meminimalisir
galat dan memudahkan dalam memecahkan masalah ketika terjadi masalah pada
tampilan LCD.
2.5 Buzzer
Buzzer adalah perangkat
elektroakustik yang berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi suara atau bunyi,
dan merupakan komponen penting untuk memberikan umpan balik non-visual atau
sinyal peringatan dalam sistem elektronik. Secara prinsip kerja, buzzer terbagi
menjadi dua jenis utama: Piezoelektrik, yang menggunakan getaran kristal ketika
dialiri listrik untuk menghasilkan suara dengan efisiensi tinggi dan ukuran
kecil; dan Elektromagnetik, yang menggunakan elektromagnet untuk menggerakkan
diafragma. Buzzer digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi, mulai dari
memberi tahu pengguna bahwa tombol telah ditekan, hingga mengeluarkan alarm
peringatan ketika suatu kondisi kritis terpenuhi (seperti batas stok tercapai
atau ada bahaya).
BAB
III
PERANCANGAN
ALAT
3.1 Daftar Alat dan Bahan
1. Lcd
16x2
2. Buzzer
3. Atmega
8A
4. Breadboard
5. Sensor
Ir (2)
6. Kabel
jumper secukupnya
7. resistor
10k
3.2
Cara Kerja
Sistem penghitung objek
masuk dan keluar berbasis ATmega8A ini bekerja dengan memanfaatkan dua buah
sensor infrared yang ditempatkan pada jalur masuk dan keluar objek. Ketika
sistem pertama kali dinyalakan, mikrokontroler melakukan inisialisasi port input/output,
konfigurasi LCD 16x2 dalam mode 4-bit, serta mengatur nilai awal counter pada
angka nol. Sensor infrared pertama (IR1) berfungsi sebagai pendeteksi objek
yang masuk, sedangkan sensor kedua (IR2) mendeteksi objek yang keluar dari area
pemantauan. Ketika IR1 mendeteksi adanya objek yang melintas, mikrokontroler
membaca perubahan logika dari sensor tersebut melalui pin input digital dan
melakukan proses debouncing untuk mencegah terjadinya penghitungan ganda.
Setelah dipastikan stabil, nilai counter akan bertambah satu, kemudian LCD
diperbarui untuk menampilkan jumlah terbaru serta status area yang sedang
dipantau. Proses yang sama berlaku pada IR2, namun arah perhitungan berlawanan,
yaitu counter dikurangi satu setiap kali objek keluar selama nilai counter
tidak berada pada angka negatif.
Sistem
ini dilengkapi dengan logika batas maksimum, di mana jumlah objek tidak boleh
melebihi kapasitas yang telah ditentukan, yaitu 20 objek. Ketika nilai counter
mencapai angka 20, mikrokontroler akan memberikan sinyal kepada buzzer atau LED
sebagai peringatan bahwa kapasitas sudah penuh, sekaligus menampilkan pesan
"FULL" pada LCD. Pada kondisi ini, sensor masuk secara otomatis
dikunci, artinya meskipun IR1 mendeteksi adanya objek, sistem tidak akan
menambah counter lagi. Penguncian ini berlangsung sampai IR2 mendeteksi adanya
objek yang keluar dari area, sehingga nilai counter berkurang menjadi 19.
Ketika ini terjadi, mikrokontroler mengubah status kembali menjadi "Normal"
dan sensor masuk kembali diaktifkan sehingga sistem siap menerima objek baru.
Keseluruhan logika ini bekerja secara terus-menerus dalam sebuah loop utama,
memastikan bahwa penghitungan objek berjalan secara real-time, akurat, stabil,
dan aman terhadap kondisi penuh maupun kosong. Dengan demikian, sistem ini
dapat digunakan pada berbagai aplikasi seperti penghitung kapasitas ruangan,
penghitung antrian, atau sistem kontrol otomatis yang membutuhkan pembatasan
jumlah objek dalam suatu area tertutup.
3.3 Diagram
Blok
3.4
Diagram Alir
3.5
Gambar Rangkaian
3.6
Program Assembly
BAB
IV
KESIMPULAN
Proyek
ini merupakan implementasi sistem penghitung objek dua arah berbasis
mikrokontroler ATmega8A yang memanfaatkan dua sensor Infrared (IR) sebagai
pendeteksi objek masuk dan keluar. Sistem dirancang untuk melakukan pencatatan
jumlah objek secara otomatis, real-time, dan akurat, di mana setiap objek yang
terdeteksi oleh sensor masuk akan menambah nilai penghitung (+1), sedangkan
objek yang terdeteksi oleh sensor keluar akan mengurangi nilai penghitung (-1).
Informasi jumlah objek ditampilkan secara jelas melalui LCD I2C, sehingga
memudahkan pengguna dalam memantau kondisi sistem secara langsung.
Sistem
ini juga dilengkapi dengan logika pembatasan kapasitas maksimum sebanyak 10
objek sebagai bentuk pengendalian dan pengamanan data. Ketika jumlah objek
mencapai batas maksimum, sistem secara otomatis akan mengaktifkan buzzer
sebagai indikator peringatan, menampilkan status “PENUH” pada LCD, serta
menonaktifkan sementara sensor masuk untuk mencegah terjadinya kelebihan
kapasitas. Sensor masuk akan kembali aktif setelah sistem mendeteksi adanya
objek yang keluar, sehingga jumlah objek berada di bawah batas maksimum.
Mekanisme ini memastikan bahwa data inventaris tetap konsisten dan sesuai
dengan kapasitas yang telah ditentukan.
Secara
keseluruhan, sistem yang dirancang mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan
inventaris, mengurangi kesalahan pencatatan manual, serta menjaga integritas
dan keandalan data. Dengan desain yang sederhana namun fungsional, sistem ini
memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, seperti integrasi dengan
sistem akses otomatis, pencatatan data ke basis data, atau komunikasi nirkabel,
sehingga dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan industri maupun lingkungan
akademis.
BAB
V
DAFTAR
PUSTAKA
5.1 Referensi
Atmel
Corporation. (2016). ATmega8A datasheet: 8-bit AVR microcontroller.
Microchip Technology Inc.
Banzi, M. (2011). Getting started with Arduino. Sebastopol, CA: O’Reilly Media.
Bolton, W. (2015). Mechatronics: Electronic control systems in mechanical and
electrical engineering. London:
Pearson Education.
Kadir, A. (2014). Panduan praktis mempelajari aplikasi mikrokontroler dan
pemrogramannya. Yogyakarta: Andi.
Malvino, A. P., & Bates, D. J. (2016). Electronic principles.
New York: McGraw-Hill Education.
Putra, D. S. (2017). Sistem embedded berbasis mikrokontroler. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Suyanto. (2018). Sistem instrumentasi dan sensor. Jakarta: Erlangga.
Wardhana, L. (2010). Belajar sendiri mikrokontroler AVR seri ATmega. Yogyakarta: Andi.
5.2 Youtube
https://youtu.be/K7Oi0d_aTHQ?si=NtpHfeCCVnTWgk90
5.3 PPT
https://www.canva.com/design/DAG6GGHW_eQ/5RYV7di4c6-aqJiigC0sYQ/edit
Komentar
Posting Komentar