SMART GAS SAFETY SYSTEM BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16A UNTUK MENDETEKSI KEBOCORAN GAS LPG

 

LABORATORIUM MIKROKONTROLER I
SMART GAS SAFETY SYSTEM BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16A
 UNTUK MENDETEKSI KEBOCORAN GAS LPG




Dosen Pengampu : Dr. Samuel Beta Kuntardjo,Ing. Tech.,M.T

Disusun Oleh:

KELAS EK-2B KELOMPOK 4

1

Azizah Rahma Nurhanisa

3.32.24.1.04

2

Muhammad Ammar Setiawan

3.32.24.1.16

3

Sulaiman Abdurrozzaq

3.32.24.1.23

4

Thaalib Rifqi

3.32.24.1.24

 

 

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

2025

 




BAB I
PENDAHULUAN


1.1  LATAR BELAKANG

    Liquefied Petroleum Gas (LPG) merupakan salah satu jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan dalam kebutuhan rumah tangga, khususnya untuk keperluan memasak. Kemudahan penggunaan dan efisiensinya menjadikan LPG pilihan utama masyarakat. Namun, di balik manfaatnya, LPG memiliki sifat mudah terbakar dan dapat menimbulkan ledakan apabila terjadi kebocoran yang tidak terdeteksi. Berbagai kasus kebakaran rumah tangga yang disebabkan oleh kebocoran LPG menunjukkan bahwa aspek keselamatan penggunaan LPG masih perlu mendapat perhatian serius.

    Kebocoran gas biasanya terjadi akibat kerusakan selang, regulator yang tidak layak, atau pemasangan instalasi yang kurang tepat. Tanpa adanya sistem deteksi dini, kebocoran kecil sekalipun dapat menyebar dan membentuk konsentrasi gas yang cukup untuk memicu api. Oleh karena itu, diperlukan teknologi yang mampu mendeteksi kebocoran gas secara cepat dan memberikan respon otomatis untuk mencegah risiko kebakaran.

1.2   RUMUSAN MASALAH

1.      Bagaimana merancang system yang mampu mendeteksi kebocoran gas LPG secara real-time menggunakan sensor MQ-2?

2.      Bagaimana mikrokontroler ATmega16A dapat mengolah data dari sensor dan memberikan respon otomatis untuk meminimalisir risiko kebakaran?

3.      Bagaimana menampilkan data dan status sistem secara jelas melalui LCD agar dapat dipantau oleh pengguna dengan mudah?

4.      Bagaimana memastikan solenoid valve dan buzzer dapat bekerja secara efektif sebagai mekanisme pengamanan dan peringatan?

1.3   TUJUAN

1.      Membangun sistem deteksi dini kebocoran LPG menggunakan sensor MQ2

2.      Mengembangkan sistem kontrol otomatis berbasis ATmega16A

3.      Merancang alarm peringatan kebocoran LPG

 

BAB II
LANDASAN TEORI

 

2.1  

Mikrokontroler ATmega16A


 






         Gambar 2.1 ATmega16A

AVR merupakan seri mikrokontroler CMOS 8-bit buatan Atmel,berbasis arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer). Hampir semua instruksi dieksekusi dalam satu siklus clock. AVR mempunyai 32 register general-purpose, timer/counter fleksibel dengan mode compare, interrupt internal dan eksternal, serial UART, programmable Watchdog Timer, dan mode power saving, ADC dan PWM internal.AVR juga mempunyai InSystem Programmable Flash on-chip yang mengijinkan memori program untuk diprogram ulang dalam sistem menggunakan hubungan serial SPI. ATMega16. ATMega16 mempunyai throughput mendekati 1 MIPS per MHz membuat disainer sistem untuk mengoptimasi konsumsi daya versus kecepatan proses.

Dalam proyek Smart Gas Safety System, ATmega16A berperan sebagai pengendali utama (controller) yang memproses data dari sensor gas, menentukan kondisi aman atau berbahaya, serta mengendalikan keluaran seperti relay, buzzer, dan tampilan LCD. Dengan penggunaan ATmega16A, sistem dapat bekerja secara otomatis dan real-time dalam mendeteksi kebocoran gas LPG serta memberikan respon perlindungan yang cepat dan akurat.

2.2 

             

Minimum System


Gambar 2.2 Minimum System

Minimum system adalah rangkaian dasar yang wajib ada agar mikrokontroler ATmega16A dapat bekerja dengan normal sebelum dihubungkan dengan sensor, aktuator, maupun modul tambahan lainnya. Pada project ini, minimum system menjadi fondasi utama agar ATmega16A mampu memproses data dari sensor MQ-2 dan mengendalikan relay, buzzer, serta LCD

2.3 


Sensor MQ-2


Gambar 2.3 Sensor Gas MQ-2

Sensor MQ2 merupakan sensor yang berfungsi untuk mendeteksi gas yang mudah terbakar seperti LPG (Liquified Petroleum Gas), i-butane, propane, methane, alkohol, hydrogen, dan asap. Sensor ini menghasilkan output analog yang berubah sesuai dengan kadar gas yang terdeteksi. Pada sistem ini, MQ-2 berfungsi sebagai pendeteksi utama kebocoran LPG. Ketika konsentrasi gas meningkat melebihi ambang batas tertentu, sensor mengirimkan sinyal ke mikrokontroler untuk memicu respon pengamanan.

2.4 LCD (Liquid Crystal Display)





                                                                     

Gambar 2.4 LCD (Liquid Crystal Display

LCD (Liquid Crystal Display) merupakan alat yang berfungsi menampilkan informasi/karakter yang memiliki arti. LCD16x2 memiliki dimensi dengan lebar 80mm dan tinggi 36mm, serta jangkauan tegangan operasi yang digunakan adalah +3V sampai dengan +5V. Fungsi LCD pada sistem ini  untuk menampilkan infromasi seperti kadar gas yang terdeteksi dan status sistem (“AMAN”, “BAHAYA”).

2.5 



 Buzzer


                                                                                    
   2.5 Buzzer

Buzzer merupakan komponen elektronika yang bekerja dengan cara mengubah sinyal listrik menjadi getaran-getaran yang dapat didengar oleh manusia. Buzzer digunakan sebagai alarm suara yang memberikan notifikasi kepada pengguna ketika terjadi kebocoran gas. Buzzer akan aktif atau berbunyi saat mikrokontroler mendeteksi bahwa konsentrasi LPG sudah mencapai tingkat berbahaya. Dengan konsumsi daya yang rendah (3V), buzzer mudah dikendalikan dan cukup keras untuk memberikan peringatan. 

2.6  



    

 Modul Relay 1 Chanel


Gambar 2. 6 Modul Relay 1 Chanel

Relay  merupakan sebuah komponen elektronika yang berfungsi sebagai saklar elektrik, di mana relay akan bekerja sebagai penghubung dan pemutus arus listrik setelah pemicu (kumparan) yang ada di dalam relay dialiri tegangan listrik. Prinsip kerja yang dilakukan oleh relay  adalah dengan prinsip mekanik yang dipicu oleh tegangan listrik dengan voltase 3,3 sampai 12V. Dalam proyek ini, relay digunakan untuk mengaktifkan atau mematikan solenoid valve, yaitu perangkat yang memutus aliran LPG ketika terdeteksi kebocoran.

 

2.7 
 Solenoid Valve


2.7 Solenoid Valve

Selenoid valve adalah katup elektrik yang berfungsi sebagai kran elektrik, di mana katup tersebut dikendalikan oleh kumparan di dalamnya yang dialiri tegangan listrik AC atau DC. Sensor ini sering digunakan pada sistem pneumatic. Dalam penelitian ini, selenoid valve digunakan sebagai kran otomatis untuk menghambat aliran gas LPG ketika terjadi kebocoran gas LPG. Jenis yang digunakan adalah selenoid valve dengan kondisi awal (katupnya) terbuka atau umum disebut dengan kondisi normally open. Tegangan yang digunakan untuk mengoperasikan sensor ini adalah 12DC/AC, dengan diameter pipa ½ inchi.




BAB III
PERANCANGAN SISTEM

 

3.1  DIAGRAM BLOK



 
3.2  FLOWCHART



 
 
3.3  SKEMA RANGKAIAN

 


 

3.4   KODE PROGRAM

#include <mega16a.h>

#include <delay.h>

#include <alcd.h>

#include <stdio.h>

 

// Pin output

#define BUZZER    PORTD.0     

#define RELAY     PORTD.1     

#define LED_RED   PORTD.3               // LED merah untuk bahaya

#define LED_GREEN PORTD.2               // LED hijau untuk sistem aman

 

// Fungsi baca ADC (0–1023)

unsigned int read_adc(unsigned char channel)

{

    ADMUX = channel;                    // Pilih channel ADC (0–7)

    ADMUX |= (1<<REFS0);                // Referensi AVCC (5V)

   

    ADCSRA |= (1<<ADSC);                // Mulai konversi

    while (ADCSRA & (1<<ADSC));         // Tunggu selesai

 

    return ADCW;                        // Kembalikan nilai 10-bit

}

 

void init_adc()

{

    ADMUX = (1<<REFS0);                 // AVCC sebagai tegangan referensi

    ADCSRA = (1<<ADEN) | (1<<ADPS2);    // Enable ADC + prescaler 16

}

 

void main() {

 

    unsigned int adc_value;

    char buffer[17];

 

    // ---------------- KONFIG PIN ----------------

    DDRD |= (1<<0);                     // Buzzer output

    DDRD |= (1<<1);                     // Relay output

    DDRD |= (1<<2);                     // LED hijau output

    DDRD |= (1<<3);                     // LED merah output

 

    BUZZER = 0;

    RELAY = 0;       

    LED_RED = 0;

    LED_GREEN = 1;                      // LED hijau menyala saat awal sistem

 

    // ---------------- INIT LCD & ADC ----------------

    lcd_init(16);

    lcd_clear();

 

    lcd_gotoxy(3,0);

    lcd_putsf("SMART GAS");

    lcd_gotoxy(3,1);

    lcd_putsf("DETECTION");

    delay_ms(1500);

 

    init_adc();

 

    // ---------------- LOOP UTAMA ----------------

    while(1)

    {

        adc_value = read_adc(0);        // Baca MQ2 dari ADC0 (PA0)

 

        lcd_clear();

        lcd_gotoxy(0,0);

        lcd_putsf("ADC:");

        sprintf(buffer, "%4u", adc_value);

        lcd_gotoxy(4,0);

        lcd_puts(buffer);

 

        // --- Logika deteksi gas (atur threshold) ---

        if(adc_value > 650)             // *** batas gas, bisa Anda ubah ***

        {

            lcd_gotoxy(0,1);

            lcd_putsf("Status: Bahaya");

 

            BUZZER = 1;                 // Hidupkan buzzer

            RELAY  = 1;                 // Relay ON

            LED_RED    = 1;             // LED merah ON

            LED_GREEN  = 0;             // LED hijau mati

        }

        else

        {

            lcd_gotoxy(0,1);

            lcd_putsf("Status: Aman");

 

            BUZZER = 0;

            RELAY  = 0;

            LED_RED    = 0;             // LED merah mati

            LED_GREEN  = 1;             // LED hijau ON

        }

 

        delay_ms(250);

    }

}

 

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 




PROTOTIPE



2.8 Prototipe Project

4.2  CARA KERJA RANGKAIAN

      Sistem bekerja dengan memantau kadar gas LPG di sekitar area menggunakan sensor MQ-2. Sensor ini mendeteksi adanya peningkatan konsentrasi gas di udara, lalu mengirimkan data ke mikrokontroler ATmega16A untuk diproses. ATmega16A menampilkan nilai konsentrasi gas secara real-time pada LCD I2C agar dapat dipantau pengguna.

    Jika kadar gas masih dalam batas normal, sistem berada dalam kondisi aman dan solenoid valve tetap terbuka sehingga aliran gas berjalan seperti biasa. Namun, ketika konsentrasi gas melebihi ambang batas berbahaya, ATmega16A akan segera mengaktifkan relay yang memutus arus ke solenoid valve sehingga katup menutup dan aliran gas berhenti. Pada saat yang sama, buzzer menyala sebagai alarm peringatan bahaya kebocoran gas.

 

4.3  LAMPIRAN

Link PPT : https://www.canva.com/design/DAG6OSBTT6k/hxUjMQ_GRqHX5gJQEyaxrQ/edit?utm_content=DAG6OSBTT6k&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton

Link Video :

https://youtu.be/O7YGP8ywhHg?si=xshOQ1-FlKEjrMdq

https://drive.google.com/drive/folders/1n0rA6lGNAJdWutlLH3Mmz7rMig6nZL0c?usp=drive_link

BAB V
PENUTUP

 

5.1  KESIMPULAN

Sistem ini berfungsi untuk mendeteksi kebocoran gas LPG secara otomatis menggunakan sensor MQ-2 yang terus memantau kadar gas di udara. Data yang terbaca diproses oleh mikrokontroler ATmega16A dan ditampilkan pada LCD I2C. Selama kadar gas normal, solenoid valve tetap terbuka sehingga aliran gas berjalan aman. Namun ketika konsentrasi gas melebihi ambang bahaya, mikrokontroler memerintahkan relay untuk menutup solenoid valve dan menghentikan aliran gas, sekaligus menyalakan buzzer sebagai alarm peringatan. Dengan demikian, sistem mampu memberikan respons cepat untuk mencegah risiko kebakaran akibat kebocoran gas.


DAFTAR PUSTAKA

 

Academia.edu. (n.d.). Modul Mikrokontroler AVR. Retrieved from Academia.edu: https://www.academia.edu/download/83229919/2851.pdf

Arduino Indonesia. (2024, Juni). Review Sensor Gas MQ-2: Deteksi Gas dengan Arduino. Retrieved from Arduino Indonesia: https://www.arduinoindonesia.id/2024/06/review-sensor-gas-mq-2-deteksi-gas-dengan-arduino.html

Holihuh. (2008, Agustus). ATmega16. Retrieved from IlmuKomputer.org: https://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2008/08/sholihul-atmega16.pdf

Indonesia, A. (2023, January). Pengertian dan Penjelasan tentang Mikrokontroler ATmega16. Retrieved from Arduino Indonesia: https://www.arduinoindonesia.id/2023/01/pengertian-dan-penjelasan-tentang-mikrokontroler-atmega16.html

Polgan, J. M. (2022). Analisis Perancangan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas LPG Berbasis Sensor MQ-2 dan Arduino Uno. Retrieved from Jurnal Minfo Polgan: https://jurnal.polgan.ac.id/index.php/jmp/article/view/11804

Triazis13. (2014, November 18). Sistem Minimum Mikrokontroler AVR. Retrieved from WordPress: https://triazis13.wordpress.com/2014/11/18/sistem-minimum-mikrokontroler-avr/

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIR TEMPERATURE SWITCHING AND MONITORING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM35 BERBASIS ATMEGA 16

RANCANG BANGUN KALKULATOR DIGITAL OPERASI KALI DAN BAGI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

SISTEM LAMPU LALU LINTAS PERTIGAAN BERBASIS AT89s51 DENGAN SENSOR INFRAMERAH