SMART PARKING CAPACITY MONITORING SYSTEM DENGAN ASSEMBLY 8051 KELOMPOK 6 - RE 2B

 SMART PARKING CAPACITY MONITORING SYSTEM DENGAN ASSEMBLY 8051

1Calysta Aurien Adya Khairana, 2Danish Putratosa, 3Muhammad Naufal Musthafa, 4Nabil Fachruli Ikhsan.

Email : 1auriencalysta@gmail.com , 2danisputra637@gmail.com ,

3muhammadnaufalmusthafa@gmail.com , 4nabilikhsan24@gmail.com 

Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Elektronika

Politeknik Negeri Semarang

Jl. Prof. H. Sudarto, S.H., Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. 50275.




Abstrak — Sistem monitoring parkir merupakan salah satu penerapan teknologi sistem tertanam yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan area parkir. Pada praktiknya, pengelolaan parkir secara manual masih sering menimbulkan berbagai permasalahan, seperti ketidaktepatan pencatatan jumlah kendaraan dan keterlambatan informasi kondisi parkir. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang mampu memantau kondisi parkir secara otomatis dan terstruktur.

Pada artikel ini dibahas perancangan dan simulasi sistem monitoring parkir berbasis mikrokontroler 8051 menggunakan bahasa Assembly. Proses pengembangan sistem dilakukan dengan memanfaatkan simulator EDSim51 sebagai media pemrograman dan pengujian tanpa menggunakan perangkat keras fisik. Sistem dirancang untuk mendeteksi kendaraan yang masuk dan keluar area parkir, menghitung jumlah kendaraan, serta menampilkan informasi kondisi parkir secara real-time. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem dapat berjalan sesuai dengan rancangan dan menjadi media pembelajaran yang efektif dalam memahami konsep dasar mikrokontroler 8051, pemrograman Assembly, dan penerapan simulator EDSim51 pada sistem sederhana.

Kata Kunci: Sistem monitoring parkir, Mikrokontroler 8051, Assembly 8051, EDSim51, Sistem tertanam


I. PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG 

Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor berdampak langsung pada kebutuhan sistem parkir yang lebih terorganisir dan mudah dipantau. Pada banyak tempat, pengelolaan parkir masih dilakukan secara manual, sehingga sering menimbulkan kendala seperti kesalahan perhitungan kendaraan, keterlambatan informasi ketersediaan lahan parkir, dan kurang efisiennya proses pengawasan. Kondisi ini dapat mengurangi kenyamanan pengguna serta menurunkan efektivitas manajemen parkir secara keseluruhan.

Perkembangan teknologi sistem tertanam (embedded system) membuka peluang untuk menghadirkan solusi yang lebih modern melalui pemanfaatan mikrokontroler. Salah satu mikrokontroler yang masih banyak digunakan dalam pembelajaran adalah 8051. Mikrokontroler ini memiliki struktur yang sederhana, mudah dipahami, dan sangat sesuai untuk mempelajari pemrograman tingkat rendah menggunakan bahasa Assembly, yang memberikan kendali penuh terhadap perangkat keras.

Dalam pembuatan sistem monitoring parkir ini, simulator EDSim51 digunakan sebagai sarana untuk menulis, menjalankan, dan menguji program Assembly 8051. Penggunaan EDSim51 memungkinkan proses pembelajaran dilakukan tanpa memerlukan perangkat keras fisik, sehingga lebih praktis, aman, dan efisien. Melalui simulator ini, berbagai komponen seperti sensor, tombol, dan tampilan dapat disimulasikan untuk menggambarkan proses keluar-masuk kendaraan di area parkir.

Sistem monitoring parkir yang dirancang bertujuan untuk memantau jumlah kendaraan secara otomatis dan menyajikan informasi kondisi parkir secara real-time. Dengan adanya sistem ini, proses monitoring menjadi lebih akurat dan terstruktur dibandingkan metode konvensional. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang efektif bagi pembaca blog dalam memahami konsep dasar mikrokontroler 8051, pemrograman Assembly, serta penerapan EDSim51 dalam pengembangan sistem sederhana berbasis mikrokontroler.


1.2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka rumusan masalah dalam pembuatan sistem monitoring parkir ini adalah sebagai berikut:

1.Bagaimana cara merancang sistem monitoring parkir berbasis mikrokontroler 8051 menggunakan bahasa Assembly?

2.Bagaimana proses pemrograman dan simulasi sistem monitoring parkir menggunakan EDSim51?

3.Bagaimana cara mendeteksi dan menghitung jumlah kendaraan yang masuk dan keluar area parkir secara otomatis?

4.Bagaimana menampilkan informasi kondisi parkir agar mudah dipahami oleh pengguna?

5.Bagaimana memanfaatkan simulator EDSim51 sebagai media pembelajaran pemrograman mikrokontroler 8051?


1.3 TUJUAN

Tujuan dari pembuatan sistem monitoring parkir ini adalah sebagai berikut:

1.Merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring parkir berbasis mikrokontroler 8051 menggunakan bahasa Assembly.

2.Menghasilkan program Assembly 8051 yang dapat dijalankan dan diuji melalui simulator EDSim51.

3.Membuat sistem yang mampu memantau jumlah kendaraan masuk dan keluar secara otomatis.

4.Menyajikan informasi kondisi parkir secara real-time melalui media tampilan yang disimulasikan.

5.Menjadi sarana pembelajaran bagi pembaca blog dalam memahami dasar-dasar mikrokontroler 8051, pemrograman Assembly, dan penggunaan EDSim51.


II. TINJAUAN PUSTAKA

Penjelasan dan uraian teori penunjang yang digunakan dalam membuat alat ini diperlukan untuk mempermudah pemahaman tentang cara kerja rangkaian maupun dasar-dasar perencanaan alat.

A.MIKROKONTROLLER ATMEGA8535



Gambar 1.1 Mikrokontroller ATMega8535

Atmega8535 adalah mikrokontroler 8-bit keluarga AVR dari Atmel, berbasis arsitektur RISC tinggi dan hemat daya, yang berfungsi sebagai otak pengontrol sistem elektronik, memiliki fitur seperti memori flash, SRAM, EEPROM, ADC 10bit, dan port I/O yang dapat diprogram. Spesifikasi:

1. Arsitektur : 8-bit AVR, RISC (Reduced Instruction Set Computer)

2. Kecepatan : 16 MHz (mencapai 16 MIPS)

3. Memori flash : 8 KB (untuk program) 

4. Input/Output : 32 pin I/O yangapat diprogram (Port A, B, C, D)

5. ADC : 8 channel, 10-bit

6. Timer/Counter : 2x8-bit dan 1x16-bit (termasuk-time counter)

7. Komunikasi serial : USART, SPI, TWI (I2C)

8. PWM : 4 channel

9. Fitur lain : 6 mode sleep, watchdog timer, komparator analog

10. Tegangan operasi : 4,5V – 5,5V 


B. LCD 16X2


                                                                Gambar 1.2 LCD 16x2

LCD 16x2 adalah layar kristal cair (LCD) yang dapat menampilkan 16 karakter per baris dan 2 baris. LCD sering digunakan untuk menampilkan data sensor, pesan teks, dan informasi status dalam proyek-proyek DIY, robotik, dan sistem otomasi. Spesifikasi:

1. Jenis Layar : Liquid Crystal Display (LCD) dengan matriks titik.

2. Dimensi Tampilan : 16 karakter perbaris dan 2 baris total

3. Kontroler : menggunakan IC kontroler LCD seperti HD44780.

Konektivitas :

1. Pin VSS : ground (0V)

2.  Pin VCC : catu daya positif (biasanya +5V)

3. Pin V0/VEE : untuk mengatur kontras

4. Pin Register Select (RS) : memilih antara perintah atau data

5. Pin Read/Write (RW) : memilih operasi baca atau tulis

6. Pin Enable (E) : untuk mengaktifkan atau mengunci data ke LCD

7.Pin data (8-bit) D0-D7 : untuk mengirim 8 bit data atau perintah paralel

8. Pin  LED+ : positif untuk lampu latar (disambungkan ke VCC)

9. Pin LED- : negatif untuk lampu latar (disambungkan ke ground) 


C. BUZZER  

               

Gambar 1.3 Buzzer

 Buzzer adalah komponen elektronika yang sering digunakan dalam berbagai proyek Arduino untuk menghasilkan suara atau nada. Komponen ini memiliki peran penting dalam sistem peringatan, notifikasi, atau bahkan dalam pembuatan musik sederhana. Dalam dunia elektronika, buzzer dapat ditemukan dalam dua jenis utama, yaitu buzzer aktif dan buzzer pasif. Setiap jenis memiliki karakteristik dan cara kerja yang berbeda. Buzzer berfungsi untuk mengubah sinyal listrik menjadi getaran suara. Komponen ini biasanya terdiri dari sebuah membran yang bergetar ketika dialiri arus listrik, sehingga menghasilkan bunyi. Buzzer banyak digunakan dalam perangkat seperti alarm, timer, notifikasi pada ponsel, dan berbagai proyek berbasis mikrokontroler seperti Arduino.


D. LIGHT EMITTING DIODE

Gambar 1.4 LED

LED (Light Emitting Diode) adalah komponen elektronik yang dapat memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik dalam arah maju (forward bias). LED merupakan salah satu jenis dioda, namun berbeda karena fungsinya mengubah energi listrik menjadi cahaya.


E. PUSH BUTTON


Gambar 1.5 Push Button

Push button yang digunakan pada sistem ini merupakan saklar tekan sesaat (momentary switch) yang berfungsi sebagai perangkat input manual. Push button bekerja dengan prinsip normally open (NO), yaitu dalam kondisi normal rangkaian terbuka dan akan tertutup ketika tombol ditekan. Komponen ini dirancang untuk dioperasikan dengan tegangan kerja rendah, umumnya 5 V DC, sehingga aman dan sesuai untuk digunakan pada rangkaian mikrokontroler atau sistem digital. Push button memiliki dua hingga empat kaki terminal yang terbuat dari bahan konduktor berkualitas, dengan bodi plastik isolator yang kuat dan tahan terhadap panas ringan serta tekanan mekanis. Tombol ini mampu bekerja secara responsif dengan umur mekanis yang panjang, mencapai puluhan ribu hingga ratusan ribu kali penekanan. Dalam sistem, push button digunakan sebagai media input pengguna, seperti perintah masuk atau keluar, reset sistem, maupun konfirmasi proses tertentu, sehingga berperan penting dalam pengendalian dan interaksi antara pengguna dan alat.


III. PERANCANGAN ALAT

3.1 DAFTAR KOMPONEN

Komponen yang di gunakan dalam pembuatan diantaranya:

1.Mikrokontroler 8051 (disimulasikan menggunakan EDSim51)

2.LCD 16x2 (mode 4-bit

3.Komponen Input

- Push Button / Switch Masuk Terhubung ke P2.0

- Push Button / Switch Keluar Terhubung ke P2.1

4.Komponen Output

- LED Hijau Terhubung ke P0.0

- LED Merah Terhubung ke P0.1

- Buzzer Terhubung ke P0.7

5.Komponen Pendukung (Simulasi)

- EDSim51 Simulator 


3.2 DIAGRAM BLOCK



3.3 DIAGRAM ALIR



3.6 PROGRAM

ORG 0000H

LJMP MAIN

ORG 0030H


MAIN:

MOV SP, #70

MOV R0, #00H     ; Jumlah mobil saat ini

MOV R1, #09H     ; Kapasitas maksimal

MOV R2, #00H     ; State SW masuk (0=tidak ditekan, 1=ditekan)

MOV R3, #00H     ; State SW keluar (0=tidak ditekan, 1=ditekan)

MOV R4, #0FFH    ; Previous count (untuk deteksi perubahan)

LCALL LCD_INIT

LCALL DELAY_LONG

LCALL SHOW_WELCOME

LCALL DELAY_2


; Update LCD pertama kali

LCALL UPDATE_LCD

MOV A, R0

MOV R4, A         ; Simpan count awal

MAIN_LOOP:

LCALL UPDATE_LED

LCALL CHECK_SW_MASUK

LCALL CHECK_SW_KELUAR


; Update LCD hanya jika ada perubahan

MOV A, R0

XRL A, R4         ; Compare R0 dengan R4

JZ MAIN_LOOP      ; Jika sama, loop lagi


; Ada perubahan, update LCD

LCALL UPDATE_LCD

MOV A, R0

MOV R4, A         ; Simpan count baru

SJMP MAIN_LOOP


; Cek switch masuk (P2.0) - Tombol untuk mobil masuk

CHECK_SW_MASUK:

PUSH ACC

JB P2.0, SW_MASUK_RELEASED   ; Jika tombol tidak ditekan (high)

 

; Tombol ditekan (low)

MOV A, R2

JNZ SW_M_DONE           ; Sudah diproses, skip (debouncing)

   

; Tombol baru ditekan, proses mobil masuk

MOV R2, #01H            ; Set state = ditekan

    

; Cek apakah parkir penuh

MOV A, R0

CJNE A, #09H, ADD_CAR

    

; Parkir penuh

LCALL BEEP_3X

PUSH 0

PUSH 4

LCALL SHOW_FULL

LCALL UPDATE_LCD

MOV A, R0

MOV R4, A

POP 4

POP 0

SJMP SW_M_DONE

ADD_CAR:I

NC R0                  ; Tambah jumlah mobil

LCALL BEEP_SHORT

SJMP SW_M_DONE

SW_MASUK_RELEASED:


; Tombol dilepas (high)

MOV R2, #00H            ; Reset state

 SW_M_DONE:

POP ACC

RET


; Cek switch keluar (P2.1) - Tombol untuk mobil keluar

CHECK_SW_KELUAR:

PUSH ACC

JB P2.1, SW_KELUAR_RELEASED  ; Jika tombol tidak ditekan (high)

     

 ; Tombol ditekan (low)

MOV A, R3

JNZ SW_K_DONE           ; Sudah diproses, skip (debouncing)

     

 ; Tombol baru ditekan, proses mobil keluar

MOV R3, #01H            ; Set state = ditekan

     

; Cek apakah parkir kosong

MOV A, R0

JZ SW_K_DONE            ; Sudah kosong, skip

DEC R0                  ; Kurangi jumlah mobil

LCALL BEEP_SHORT

SJMP SW_K_DONE   

SW_KELUAR_RELEASED:


; Tombol dilepas (high)

MOV R3, #00H            ; Reset state

SW_K_DONE:

POP ACC

RET

UPDATE_LCD:

PUSH ACC

PUSH 0

PUSH 4


; Clear display

MOV A, #01H

LCALL LCD_CMD

LCALL DELAY_LONG

    

; Baris 1: PARKIR= X/9

MOV A, #80H

LCALL LCD_CMD

MOV A, #'P'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'A'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'R'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'K'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'I'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'R'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'='

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #' '

LCALL LCD_CHAR

    

; Tampilkan jumlah mobil saat ini

MOV A, R0

ADD A, #30H

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'/'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'9'

LCALL LCD_CHAR

    

; Baris 2: TERSEDIA= X

MOV A, #0C0H

LCALL LCD_CMD

MOV A, #'T'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'E'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'R'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'S'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'E'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'D'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'I'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'A'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'='

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #' '

LCALL LCD_CHAR

    

; Hitung slot tersedia (9 - R0)

MOV A, R1

CLR C

SUBB A, R0

ADD A, #30H

LCALL LCD_CHAR

POP 4

POP 0

POP ACC

RET

UPDATE_LED:

PUSH ACC

MOV A, R0

CJNE A, #09H, GREEN_ON

    

; Parkir penuh - LED merah

SETB P0.1

CLR P0.0

SJMP LED_DONE

GREEN_ON:

    

; Parkir tersedia - LED hijau

SETB P0.0

CLR P0.1

    

LED_DONE:

POP ACC

RET


BEEP_SHORT:

PUSH 7

SETB P0.7

LCALL DELAY_100MS

CLR P0.7

POP 7

RET


BEEP_3X:

PUSH 7

MOV R7, #03H


BEEP_LP:

ETB P0.7

LCALL DELAY_100MS

CLR P0.7

LCALL DELAY_100MS

DJNZ R7, BEEP_LP

POP 7

RET

SHOW_WELCOME:

PUSH ACC

MOV A, #01H

LCALL LCD_CMD

LCALL DELAY_LONG

    

; Baris 1: SISTEM PARKIR

MOV A, #80H

LCALL LCD_CMD

MOV A, #'S'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'I'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'S'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'T'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'E'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'M'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #' '

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'P'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'A'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'R'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'K'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'I'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'R'

LCALL LCD_CHAR

   

; Baris 2: OTOMATIS

MOV A, #0C0H

LCALL LCD_CMD

MOV A, #'O'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'T'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'O'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'M'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'A'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'T'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'I'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'S'

LCALL LCD_CHAR

POP ACC

RET


SHOW_FULL:

PUSH ACC

MOV A, #01H

LCALL LCD_CMD

LCALL DELAY_LONG

    

; Baris 1: PARKIR PENUH

MOV A, #80H

LCALL LCD_CMD

MOV A, #'P'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'A'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'R'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'K'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'I'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'R'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #' '

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'P'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'E'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'N'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'U'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'H'

LCALL LCD_CHAR

    

; Baris 2: MAAF

MOV A, #0C0H

LCALL LCD_CMD

MOV A, #'M'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'A'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'A'

LCALL LCD_CHAR

MOV A, #'F'

LCALL LCD_CHAR

LCALL DELAY_2S

POP ACC

RET


LCD_INIT:

LCALL DELAY_LONG

CLR P1.3

CLR P1.7

CLR P1.6

SETB P1.5

CLR P1.4

SETB P1.2

CLR P1.2

LCALL DELAY_LONG

SETB P1.2

CLR P1.2

LCALL DELAY

SETB P1.7

SETB P1.2

CLR P1.2

LCALL DELAY_LONG

CLR P1.7

CLR P1.6

CLR P1.5

CLR P1.4

SETB P1.2

CLR P1.2

SETB P1.6

SETB P1.5

SETB P1.2

CLR P1.2

LCALL DELAY_LONG

CLR P1.7

CLR P1.6

CLR P1.5

CLR P1.4

SETB P1.2

CLR P1.2

SETB P1.7

SETB P1.6

CLR P1.5

CLR P1.4

SETB P1.2

CLR P1.2

LCALL DELAY_LONG

MOV A, #01H

LCALL LCD_CMDLCALL DELAY_LONG

RET


LCD_CMD:

CLR P1.3

LCALL SEND_BYTE

RET


LCD_CHAR:

SETB P1.3

LCALL SEND_BYTE

RET


SEND_BYTE:

PUSH ACC

MOV C, ACC.7

MOV P1.7, C

MOV C, ACC.6

MOV P1.6, C

MOV C, ACC.5

MOV P1.5, C

MOV C, ACC.4

MOV P1.4, C

SETB P1.2

CLR P1.2

LCALL DELAY

POP ACC

PUSH ACC

MOV C, ACC.3

MOV P1.7, C

MOV C, ACC.2

MOV P1.6, C

MOV C, ACC.1

MOV P1.5, C

MOV C, ACC.0

MOV P1.4, C

SETB P1.2

CLR P1.2

LCALL DELAY

POP ACC

RET


DELAY:

PUSH 2

MOV R2, #100


DL_LOOP:

DJNZ R2, DL_LOOP

POP 2

RET


DELAY_LONG:

PUSH 2

PUSH 3

MOV R2, #10


DL_LONG1:

MOV R3, #250


DL_LONG2:

DJNZ R3, DL_LONG2

DJNZ R2, DL_LONG1

POP 3

POP 2

RET


DELAY_100MS:

PUSH 2

PUSH 3

MOV R2, #200

DL4:

MOV R3, #250

DL5:

DJNZ R3, DL5

DJNZ R2, DL4

POP 3

POP 2

RET


DELAY_2S:

PUSH 2

MOV R2, #20


DL6:

LCALL DELAY_100MS

DJNZ R2, DL6

POP 2

RET

END


3.7 Cara Kerja Alat

Sistem monitoring parkir ini bekerja dengan memanfaatkan mikrokontroler 8051 sebagai pusat pengendali, yang disimulasikan menggunakan EDSim51.Sistem menggunakan tombol sebagai simulasi kendaraan masuk dan keluar, serta menampilkan informasi parkir melalui LCD, LED, dan buzzer.

1.Inisialisasi Sistem

Saat sistem dijalankan, mikrokontroler melakukan inisialisasi awal, meliputi pengaturan stack pointer, register, LCD, LED, dan buzzer. Setelah itu, LCD menampilkan pesan sambutan sebagai tanda bahwa sistem siap digunakan.

2.Pembacaan Tombol Masuk dan Keluar

Sistem secara terus-menerus membaca kondisi tombol masuk (P2.0) dan tombol keluar (P2.1). Tombol masuk digunakan untuk mensimulasikan kendaraan yang memasuki area parkir, sedangkan tombol keluar digunakan untuk mensimulasikan kendaraan yang keluar.

3.Proses Kendaraan Masuk

Ketika tombol masuk ditekan maka sistem mengecek apakah jumlah kendaraan sudah mencapai kapasitas maksimum. Jika parkir belum penuh, jumlah kendaraan akan bertambah satu dan buzzer berbunyi singkat. Jika parkir sudah penuh, sistem menampilkan pesan “PARKIR PENUH” pada LCD dan buzzer berbunyi tiga kali sebagai peringatan.

4.Proses Kendaraan Keluar

Ketika tombol keluar ditekan makasistem mengecek apakah area parkir masih memiliki kendaraan.Jika masih ada, jumlah kendaraan akan dikurangi satu dan buzzer berbunyi singkat. Jika parkir kosong, sistem tidak melakukan perubahan jumlah kendaraan.

5.Update Tampilan dan Indikator

Setiap kali terjadi perubahan jumlah kendaraan LCD akan diperbarui untuk menampilkan jumlah kendaraan saat ini dan jumlah slot parkir yang masih tersedia. LED hijau akan menyala jika parkir masih tersedia sedangkan LED merah akan menyala jika parkir dalam kondisi penuh.

6.Proses Berulang (Looping)

Seluruh proses di atas berjalan secara berulang selama sistem aktif, sehingga kondisi parkir selalu terpantau secara real-time melalui simulasi EDSim51.

   

IV. KESIMPULAN

Berdasarkan perancangan dan simulasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem monitoring parkir berbasis mikrokontroler 8051 menggunakan bahasa Assembly dan simulator EDSim51 dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan tujuan perancangan. Sistem mampu mendeteksi kendaraan masuk dan keluar, menghitung jumlah kendaraan secara akurat, serta menampilkan informasi kondisi parkir melalui LCD, LED, dan buzzer.

Penggunaan EDSim51 terbukti efektif sebagai media pembelajaran karena memungkinkan proses pengujian sistem dilakukan tanpa perangkat keras fisik. Selain itu, penerapan bahasa Assembly memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai cara kerja mikrokontroler dan pengendalian perangkat keras secara langsung. Sistem ini dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan lebih lanjut, misalnya dengan mengganti tombol menggunakan sensor otomatis atau menambahkan fitur komunikasi data untuk sistem parkir yang lebih kompleks.


DAFTAR PUSTAKA

[1] M. A. Mazidi, J. G. Mazidi, and R. D. McKinlay, The 8051 Microcontroller and Embedded Systems: Using Assembly and C. Pearson Education, 2014.

[2] K. J. Ayala, The 8051 Microcontroller: Architecture, Programming, and Applications. West Publishing Company, 1996.

[3] EdSim51, “8051 Simulator for Assembly Language Programming,” [Online]. Available: https://edsim51.com

[4] A. P. Malvino and J. A. Brown, Digital Computer Electronics. McGraw-Hill, 2011.

[5] A. Kadir, Panduan Praktis Mempelajari Aplikasi Mikrokontroler. Andi Offset, 2013.

[6] A. E. Putra, Mikrokontroler dan Aplikasinya. Andi Offset, 2018.

[7] Hitachi Ltd., HD44780 LCD Controller Datasheet.


      


   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIR TEMPERATURE SWITCHING AND MONITORING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM35 BERBASIS ATMEGA 16

RANCANG BANGUN KALKULATOR DIGITAL OPERASI KALI DAN BAGI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

SISTEM LAMPU LALU LINTAS PERTIGAAN BERBASIS AT89s51 DENGAN SENSOR INFRAMERAH