TIMER OVEN DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C52

TIMER OVEN DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C52

      
           Desember 19,2025

 

 

TIMER OVEM DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C52

Azhar nurrama saputra1.,Benita Putri Darmoyo2.Muhammad Yusril Amiruddin3.,

Muhammad Takhfif Fikriyansyah4Samuel Beta Kuntarjo5. 

Email : 1azharsptrrr@gmail.com,2benitaputri276@gmail.com,3amiruddinyusril@gmail.com ,

4muhammadtakhfif@gmail.com,  5sambetak2@gmail.com. 

Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Semarang

Jl. Prof. H. Sudharto, S.H., Tembalang, Semarang, Jawa Tengah Indonesia, 50275

Telp. (024)7473417, Website: www.polines.ac.id, Email: sekretariat@polines.ac.id


Projek oven timer digital ini dirancang untuk membantu pengguna dalam mengatur waktu pemanggangan secara akurat dan mudah digunakan. Sistem ini menggunakan mikrokontroler AT89C52 sebagai pengendali utama yang berfungsi untuk memproses input dan mengatur waktu kerja oven. Tiga buah tombol digunakan sebagai antarmuka pengguna, yaitu tombol tambah untuk menaikkan waktu, tombol kurang untuk menurunkan waktu, dan tombol start untuk memulai proses penghitungan waktu. Informasi waktu ditampilkan menggunakan seven segment sehingga mudah dibaca oleh pengguna. Timer akan menghitung mundur sesuai waktu yang telah diatur dan memberikan indikasi saat waktu telah habis. Dengan adanya oven timer digital ini, diharapkan proses pemanggangan menjadi lebih terkontrol, efisien, dan mengurangi kesalahan akibat pengaturan waktu secara manual.

Kata kunci : Oven timer digital, AT89C52, Seven segment, Mikrokontroler, Sistem pengatur waktu.

Abstract - This digital oven timer project is designed to assist users in setting baking time accurately and conveniently. The system uses the AT89C52 microcontroller as the main controller to process inputs and manage the oven timing operation. Three push buttons are implemented as the user interface: an increment button to increase the time, a decrement button to decrease the time, and a start button to begin the countdown process. The time information is displayed using a seven-segment display, making it easy for users to read. The timer performs a countdown based on the set time and provides an indication when the time has elapsed. This digital oven timer is expected to improve control, efficiency, and reduce errors caused by manual time settings during the baking process.

Keyword : Digital oven timer, AT89C52, Seven-segment display, Microcontroller, Timing system.

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1        Latar Belakang

Oven merupakan peralatan yang banyak digunakan dalam bidang industri makanan, laboratorium, maupun rumah tangga untuk proses pemanasan dan pemanggangan. Pada oven konvensional, pengaturan waktu pemanasan masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan ketidaktepatan waktu, menurunkan kualitas hasil pemanasan, serta meningkatkan risiko pemborosan energi. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengatur waktu yang lebih akurat dan andal agar proses pemanasan dapat berjalan secara optimal.

Perkembangan teknologi elektronika memungkinkan penerapan sistem kendali digital berbasis mikrokontroler untuk meningkatkan kinerja oven. Dengan menggunakan timer oven digital, pengaturan waktu pemanasan dapat dilakukan secara presisi dan otomatis sesuai dengan nilai yang telah ditentukan. Mikrokontroler AT89C52 dipilih karena memiliki arsitektur sederhana, mudah diprogram, serta mampu diintegrasikan dengan perangkat pendukung seperti keypad, LCD, dan rangkaian kendali daya, sehingga cocok digunakan dalam perancangan sistem timer oven digital.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penerapan mikrokontroler pada sistem pengendalian oven dan timer digital mampu meningkatkan efisiensi serta keandalan proses pemanasan dibandingkan sistem manual. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan perancangan dan simulasi timer oven digital berbasis mikrokontroler AT89C52 yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan akurasi pengaturan waktu pemanasan serta menjadi dasar pengembangan sistem oven digital yang lebih modern.

 

1.2    Tujuan

Tujuan dari perancangan alat ini, yaitu:

1. Merancang dan merealisasikan sistem timer oven digital berbasis mikrokontroler AT89C52 sebagai pengatur waktu pemanasan secara otomatis dan presisi.

2. Mensimulasikan kinerja timer oven digital untuk mengetahui keandalan sistem sebelum diimplementasikan pada perangkat keras secara langsung.

3.  Meningkatkan efisiensi dan akurasi pengaturan waktu pemanasan oven dibandingkan dengan sistem pengaturan waktu manual.

 

1.3    Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka ada beberapa rumusan masalah yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Bagaimana merancang sistem timer oven digital yang mampu mengatur waktu pemanasan secara akurat dan otomatis?

2. Bagaimana mengimplementasikan mikrokontroler AT89C52 sebagai pengendali utama dalam sistem timer oven digital?

3. Bagaimana hasil simulasi kerja timer oven digital berbasis AT89C52 dalam mengendalikan waktu operasi oven sesuai dengan pengaturan yang ditentukan?

 

 


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1    IC AT89C52 

     AT89C52 merupakan sebuah mikrokontroler keluarga MCS-51 yang diproduksi oleh Atmel (sekarang Microchip Technology). Mikrokontroler ini banyak digunakan pada sistem kendali dan aplikasi embedded sederhana karena memiliki arsitektur yang stabil, mudah diprogram, serta konsumsi daya yang relatif rendah. AT89C52 bekerja pada tegangan operasi 5 V dan menggunakan osilator eksternal dengan frekuensi hingga 24 MHz.


Gambar 2.1 IC AT89C52


AT89C52 memiliki memori Flash internal sebesar 8 KB yang digunakan untuk menyimpan program, serta RAM internal sebesar 256 byte. Selain itu, mikrokontroler ini dilengkapi dengan 32 jalur input/output (I/O) yang terbagi dalam empat port, dua buah timer/counter 16-bit, satu port serial (UART), serta sistem interupsi yang mendukung pengolahan data secara real-time. Fitur-fitur tersebut memungkinkan AT89C52 digunakan dalam berbagai aplikasi kendali, termasuk sistem timer digital.


Dalam pengembangannya, AT89C52 dapat diprogram menggunakan bahasa assembly maupun bahasa tingkat tinggi seperti C dengan bantuan perangkat lunak pengembang seperti Keil uVision. Proses pemrograman dilakukan melalui rangkaian downloader atau programmer khusus. Meskipun tidak memiliki modul komunikasi nirkabel seperti mikrokontroler modern, AT89C52 tetap banyak digunakan karena kemudahan integrasi dengan perangkat eksternal seperti LCD, keypad, dan relay. Dengan karakteristik tersebut, AT89C52 sangat sesuai digunakan sebagai pengendali utama pada perancangan dan simulasi sistem timer oven digital.

 

2.2  Seven Segment Anoda

   Seven segment anoda (common anode) merupakan perangkat display elektronik yang digunakan untuk menampilkan angka desimal dari 0 sampai 9. Pada jenis common anode, seluruh kaki anoda dari LED pada setiap segmen dihubungkan menjadi satu dan dihubungkan ke tegangan positif (Vcc). Segmen akan menyala apabila kaki katodanya diberi logika rendah (LOW), sehingga arus mengalir dari anoda ke katoda melalui segmen LED tersebut.


Gambar 2.2 Seven Segment


Seven segment anoda terdiri dari tujuh buah segmen utama yang diberi label a, b, c, d, e, f, dan g, serta satu segmen tambahan berupa titik desimal (dp). Kombinasi penyalaan segmen-segmen tersebut memungkinkan pembentukan berbagai angka dan beberapa karakter sederhana. Karena menggunakan LED sebagai elemen tampilannya, seven segment anoda memiliki konsumsi daya yang relatif rendah dan tingkat keterbacaan yang baik.


Dalam sistem berbasis mikrokontroler seperti AT89C52, seven segment anoda dihubungkan ke port input/output melalui resistor pembatas arus untuk melindungi LED dari arus berlebih. Pengendalian tampilan dilakukan dengan memberikan logika LOW pada pin segmen yang ingin dinyalakan. Seven segment anoda banyak digunakan pada aplikasi penghitung waktu, jam digital, dan timer oven digital karena rangkaiannya sederhana, mudah dikendalikan, serta mampu menampilkan informasi numerik secara jelas.

 

2.3  Light Emitting Diode (LED) 

Light Emitting Diode (LED) merupakan komponen semikonduktor yang dapat memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik searah (forward bias). LED bekerja berdasarkan prinsip elektroluminesensi, yaitu proses pemancaran cahaya akibat rekombinasi elektron dan hole pada sambungan PN. Berbeda dengan dioda biasa yang hanya berfungsi sebagai penyearah arus, LED memiliki kemampuan tambahan sebagai sumber cahaya yang efisien dan banyak digunakan sebagai indikator maupun penerangan.


Gambar 2.3 Ligh Emitting Diode (LED)

Secara struktur, LED tersusun dari material semikonduktor tipe P dan tipe N yang membentuk junction PN. Ketika diberi tegangan maju, elektron dari sisi N berpindah ke sisi P dan menghasilkan energi dalam bentuk cahaya. Warna cahaya yang dihasilkan LED ditentukan oleh bahan semikonduktor dan nilai celah pita energi (band gap). Tegangan kerja LED relatif rendah, umumnya berkisar antara 1,8 V hingga 3,3 V tergantung pada warna dan jenis LED.


Dalam penggunaannya, LED memerlukan resistor pembatas arus untuk mencegah kerusakan akibat arus berlebih. LED memiliki keunggulan berupa konsumsi daya rendah, umur pakai yang panjang, ukuran kecil, serta respon yang cepat. Oleh karena itu, LED banyak diaplikasikan pada rangkaian elektronika seperti indikator status, display tujuh segmen, sistem kendali berbasis mikrokontroler, serta perangkat elektronik modern lainnya.

2.4   Kapasitor

 Kapasitor merupakan komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik dalam jangka waktu tertentu. Kapasitor tersusun dari dua buah pelat konduktor yang dipisahkan oleh bahan dielektrik. Ketika diberi tegangan, kapasitor akan mengisi muatan listrik, dan saat sumber dilepaskan, muatan tersebut akan dilepaskan kembali ke rangkaian. Besarnya kemampuan kapasitor dalam menyimpan muatan dinyatakan dalam satuan farad (F).


Gambar 2.4 Kapasitor


Berdasarkan jenisnya, kapasitor dibedakan menjadi kapasitor polar dan non-polar. Kapasitor polar, seperti kapasitor elektrolit, memiliki kutub positif dan negatif sehingga pemasangannya harus sesuai polaritas rangkaian. Sementara itu, kapasitor non-polar, seperti kapasitor keramik dan film, dapat dipasang tanpa memperhatikan arah polaritas. Nilai kapasitor bervariasi mulai dari pikofarad (pF) hingga milifarad (mF), tergantung pada fungsi dan kebutuhan rangkaian.


Dalam sistem berbasis mikrokontroler seperti AT89C52, kapasitor memiliki peran penting, antara lain sebagai filter untuk meredam noise pada catu daya, sebagai penstabil tegangan, serta sebagai komponen pendukung pada rangkaian osilator dan reset. Penggunaan kapasitor yang tepat dapat meningkatkan kestabilan dan keandalan sistem timer oven digital, sehingga rangkaian dapat bekerja dengan lebih optimal dan aman.

 

2.5   Resistor

 

Resistor merupakan komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran arus listrik dalam suatu rangkaian. Nilai hambatan resistor dinyatakan dalam satuan ohm (Ω). Dengan adanya resistor, arus yang mengalir pada rangkaian dapat dikendalikan sehingga komponen lain, seperti LED dan mikrokontroler, dapat bekerja dengan aman sesuai spesifikasi yang ditentukan.


Gambar 2.5 Resistor

Berdasarkan jenisnya, resistor dibedakan menjadi resistor tetap dan resistor variabel. Resistor tetap memiliki nilai hambatan yang konstan, sedangkan resistor variabel, seperti potensiometer dan trimpot, memungkinkan perubahan nilai hambatan sesuai kebutuhan. Resistor juga memiliki toleransi dan daya maksimum yang menunjukkan batas penyimpangan nilai dan kemampuan resistor dalam menahan panas akibat arus listrik yang mengalir.


Dalam sistem berbasis mikrokontroler seperti AT89C52, resistor banyak digunakan sebagai pembatas arus pada LED dan seven segment, sebagai resistor pull-up atau pull-down pada jalur input, serta sebagai bagian dari rangkaian pembagi tegangan. Penggunaan resistor dengan nilai yang tepat sangat penting untuk menjaga kestabilan dan keandalan sistem, termasuk pada perancangan dan simulasi timer oven digital. 

2.6  Crystal Oscillator 

     Kristal atau crystal oscillator merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai sumber sinyal clock pada rangkaian digital. Kristal bekerja berdasarkan prinsip resonansi mekanik kristal kuarsa yang menghasilkan frekuensi osilasi sangat stabil ketika diberi tegangan listrik. Frekuensi osilasi ini digunakan sebagai acuan waktu bagi mikrokontroler dalam menjalankan instruksi secara sinkron dan teratur.

Gambar 2.6 Crystal Oscillator

Kristal memiliki nilai frekuensi tertentu, seperti 4 MHz, 8 MHz, 11,0592 MHz, dan 12 MHz, yang dipilih sesuai dengan kebutuhan sistem. Pada mikrokontroler AT89C52, kristal dihubungkan pada pin XTAL1 dan XTAL2 serta didukung oleh dua kapasitor untuk menstabilkan osilasi. Pemilihan frekuensi kristal yang tepat sangat berpengaruh terhadap kecepatan eksekusi program, akurasi timing, dan kestabilan komunikasi serial.

Dalam sistem timer oven digital berbasis AT89C52, kristal berperan penting dalam menentukan ketepatan perhitungan waktu. Frekuensi osilasi yang stabil memastikan proses penghitungan timer berjalan akurat dan konsisten. Oleh karena itu, penggunaan kristal yang sesuai dan pemasangan yang benar sangat diperlukan untuk menjamin kinerja sistem secara optimal.

2.7 Push Button 

Tombol atau push button merupakan komponen input yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus listrik secara sesaat ketika ditekan. Push button bekerja dengan prinsip mekanik, di mana saat tombol ditekan kontak akan terhubung, dan saat dilepas kontak kembali ke kondisi semula. Komponen ini banyak digunakan sebagai antarmuka antara pengguna dan sistem elektronika untuk memberikan perintah secara langsung.


Gambar 2.7 Push Button

Dalam sistem timer oven digital berbasis mikrokontroler AT89C52, push button digunakan sebagai sarana pengaturan dan pengendalian waktu. Pada perancangan ini digunakan tiga buah tombol, yaitu tombol tambah waktu untuk menambah nilai waktu pemanasan, tombol kurang waktu untuk mengurangi nilai waktu yang telah diatur, dan tombol start untuk memulai proses perhitungan waktu. Ketiga tombol tersebut dihubungkan ke port input mikrokontroler dengan konfigurasi pull-up atau pull-down resistor agar kondisi logika dapat terbaca dengan stabil.

Penggunaan push button memungkinkan pengoperasian sistem menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami oleh pengguna. Dengan adanya tombol tambah, kurang, dan start, pengaturan waktu dapat dilakukan secara fleksibel dan presisi sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, push button merupakan komponen input yang penting dalam menunjang fungsi dan keandalan sistem timer oven digital. 

 


BAB III

PERANCANGAN ALAT

 

3.1    Daftar Komponen

Komponen yang kami gunakan untuk perancangan alat ini, yaitu:

1.     IC AT89C52

2.     Seven Segment

3.     LED

4.     Kapasitor

5.     Resistor

6.     Crystal Oscillator

7.     Push Button

 

3.2   Diagram Blok

 



Gambar 3.1 Diagram blok

 

3.3    Diagram Alir

Gambar 3.2 Diagram Alir

 

3.4   Gambar Rangkaian

 

Gambar 3.3 Gambar Rangkaian

3.5   Kode Program

$MOD51


; TIMER OVEN 1 DIGIT (0-9 detik)

; MCU      : AT89C51 / AT89S52 (12MHz)

; DISPLAY  : Seven Segment Common Anode (P1.0-P1.7)

;

; P2.1 : tombol TAMBAH  (aktif LOW)

; P2.3 : tombol KURANG  (aktif LOW)

; P2.2 : tombol START   (aktif LOW)

; P2.4 : RELAY          (aktif LOW)

; P2.0 : LED WAKTU HABIS (aktif LOW)

ORG 0000H

    SJMP INIT


; RAM

COUNT   EQU 30H        ; nilai timer 0-9


; Seven Segment Table (Common Anode)

ORG 0200H

SEGTAB:

    DB 0C0H

    DB 0F9H

    DB 0A4H

    DB 0B0H

    DB 099H

    DB 092H

    DB 082H

    DB 0F8H

    DB 080H

    DB 090H


; INIT

ORG 0030H

INIT:

    MOV P1,#0FFH

    MOV P2,#0FFH

    MOV COUNT,#05

    SETB P2.0

    SETB P2.4

    SJMP MAIN


; MAIN LOOP

MAIN:

    ACALL DISPLAY


    JNB P2.1,BTN_INC

    JNB P2.3,BTN_DEC

    JNB P2.2,BTN_START


    SJMP MAIN


; DISPLAY SUB

DISPLAY:

    MOV A,COUNT

    MOV DPTR,#SEGTAB

    MOVC A,@A+DPTR

    MOV P1,A

    RET


; TOMBOL TAMBAH

BTN_INC:

    ACALL DEBOUNCE

WAIT_INC:

    JNB P2.1,WAIT_INC


    MOV A,COUNT

    CJNE A,#09,INC_OK

    SJMP MAIN

INC_OK:

    INC COUNT

    SJMP MAIN


; TOMBOL KURANG

BTN_DEC:

    ACALL DEBOUNCE

WAIT_DEC:

    JNB P2.3,WAIT_DEC


    MOV A,COUNT

    JZ MAIN

    DEC COUNT

    SJMP MAIN


; TOMBOL START

BTN_START:

    ACALL DEBOUNCE

WAIT_START:

    JNB P2.2,WAIT_START


    CLR P2.4    ; relay ON (aktif LOW)

    SETB P2.0   ; indikator OFF


COUNTDOWN:

    MOV A,COUNT

    JZ TIME_UP


    ACALL DELAY_1S

    DEC COUNT

    ACALL DISPLAY

    SJMP COUNTDOWN


; WAKTU HABIS

TIME_UP:

    SETB P2.4   ; relay OFF

    CLR P2.0    ; indikator ON

    SJMP MAIN


; DEBOUNCE ~40 ms

DEBOUNCE:

    MOV R2,#20

DB1:

    MOV R3,#250

DB2:

    DJNZ R3,DB2

    DJNZ R2,DB1

    RET


; DELAY ~1s (perkiraan @12MHz)

DELAY_1S:

    MOV R4,#12

D1:

    MOV R3,#200

D2:

    MOV R2,#200

D3:

    DJNZ R2,D3

    DJNZ R3,D2

    DJNZ R4,D1

    RET


END


 

BAB IV

PEMBAHASAN


4.1    Cara Kerja

 Rangkaian timer oven digital bekerja dengan mikrokontroler AT89C52 sebagai pengendali utama yang mulai beroperasi saat rangkaian diberi catu daya dan memperoleh sinyal clock dari kristal osilator. Pengaturan waktu dilakukan melalui tiga buah push button, yaitu tombol tambah waktu, kurang waktu, dan start, yang dibaca oleh mikrokontroler melalui port input dengan bantuan resistor agar logika stabil. Nilai waktu yang diatur ditampilkan pada seven segment anoda yang dikendalikan oleh mikrokontroler dengan memberikan logika LOW pada segmen yang aktif. Setelah tombol start ditekan, sistem akan menjalankan proses penghitungan waktu mundur hingga mencapai nol, kemudian memberikan indikator bahwa waktu pemanasan telah selesai, sehingga rangkaian mampu mengatur waktu oven secara otomatis dan akurat.

 

4.2    Hasil Percobaan

 

Gambar 4.1 Hasil percobaan


BAB V

PENUTUP


5.1    Kesimpulan

 Berdasarkan hasil perancangan dan simulasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem timer oven digital berbasis mikrokontroler AT89C52 berhasil dirancang dan berfungsi sesuai dengan tujuan perancangan. Seluruh komponen utama seperti mikrokontroler, seven segment anoda, push button, serta komponen pendukung lainnya dapat bekerja dengan baik dalam mengatur dan menampilkan waktu pemanasan. Dengan adanya sistem ini, pengaturan waktu oven dapat dilakukan secara otomatis dan lebih akurat dibandingkan dengan pengaturan waktu manual.


5.2    Saran

Untuk pengembangan lebih lanjut, sistem timer oven digital berbasis mikrokontroler AT89C52 ini dapat ditingkatkan dengan menambahkan fitur pengendalian suhu agar proses pemanasan menjadi lebih optimal. Selain itu, penggunaan media tampilan seperti LCD dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kejelasan informasi waktu. Implementasi rangkaian pada perangkat keras secara nyata juga disarankan agar kinerja dan keandalan sistem dapat diuji dalam penggunaan jangka panjang.

DAFTAR PUSTAKA

Atmel Corporation. (2011). AT89C52 8-bit Microcontroller with 8K Bytes In-System Programmable Flash. Datasheet.

Malvino, A. P., & Brown, J. A. (2016). Digital Computer Electronics. New York: McGraw-Hill Education.

Mazidi, M. A., Mazidi, J. G., & McKinlay, R. D. (2011). The 8051 Microcontroller and Embedded Systems: Using Assembly and C. Pearson Education.

Setiawan, D. (2018). Sistem Kendali Digital Berbasis Mikrokontroler. Yogyakarta: Andi Offset.

Budiharto, W. (2015). Panduan Praktis Mikrokontroler AT89S51/52. Jakarta: Elex Media Komputindo.

 Kadir, A. (2017). Pemrograman Mikrokontroler AT89C51 dengan Bahasa C. Yogyakarta: Andi Offset.


 BIODATA

 






Azhar Nurrama Saputra. Penulis dilahirkan di Bekasi 10 oktober 2005. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMKS 1 KARYA GUNA BHAKTI 1 KOTA BEKASI. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Progam Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.3.06 



Benita Putri Darmoyo. Dilahirkan di Semarang, 23 November 2006. Telah menempuh pendidikan formal di SMA N 6 SEMARANG. Masuk sebagai mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika dengan jalur SNBP, Jurusan Teknik Elektro.  terdaftar dengan NIM 3.32.24.3.07

 




Muhammad Yusril Amiruddin. Penulis dilahirkan di Kudus, 27 Maret 2006. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMKN 2 KUDUS. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.3.19




Muhammad Takhfif Fikriyansyah. Dilahirkan di Pati, 19 April 2007. Telah menempuh pendidikan formal di SMK BHINA TUNAS BHAKTI JUWANA. Masuk sebagai mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika dengan jalur mandiri SM-KPN, Jurusan Teknik Elektro.  terdaftar dengan NIM 3.32.24.3.18

LAMPIRAN

Link Youtube : https://youtu.be/dIWS-yAkHtk?si=LNM5pit_XZPxrrdt

Link PPT : https://www.canva.com/design/DAG6QvQZJmo/U2NLUQuPFKcDwK8BTtD3tA/edit?utm_content=DAG6QvQZJmo&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton



 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIR TEMPERATURE SWITCHING AND MONITORING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM35 BERBASIS ATMEGA 16

RANCANG BANGUN KALKULATOR DIGITAL OPERASI KALI DAN BAGI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

SISTEM LAMPU LALU LINTAS PERTIGAAN BERBASIS AT89s51 DENGAN SENSOR INFRAMERAH