TIMER OVEN DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C52
TIMER OVEN DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C52
TIMER OVEM DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C52
Azhar nurrama saputra1.,Benita Putri Darmoyo2., Muhammad Yusril Amiruddin3.,
Muhammad Takhfif Fikriyansyah4, Samuel Beta Kuntarjo5.
Email : 1azharsptrrr@gmail.com,2benitaputri276@gmail.com,3amiruddinyusril@gmail.com ,
4muhammadtakhfif@gmail.com, 5sambetak2@gmail.com.
Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. H. Sudharto, S.H., Tembalang, Semarang, Jawa Tengah Indonesia, 50275
Email : 1azharsptrrr@gmail.com,2benitaputri276@gmail.com,3amiruddinyusril@gmail.com ,
4muhammadtakhfif@gmail.com, 5sambetak2@gmail.com.
Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. H. Sudharto, S.H., Tembalang, Semarang, Jawa Tengah Indonesia, 50275
Telp. (024)7473417, Website: www.polines.ac.id, Email: sekretariat@polines.ac.id
Projek oven timer digital ini dirancang untuk membantu pengguna dalam mengatur waktu pemanggangan secara akurat dan mudah digunakan. Sistem ini menggunakan mikrokontroler AT89C52 sebagai pengendali utama yang berfungsi untuk memproses input dan mengatur waktu kerja oven. Tiga buah tombol digunakan sebagai antarmuka pengguna, yaitu tombol tambah untuk menaikkan waktu, tombol kurang untuk menurunkan waktu, dan tombol start untuk memulai proses penghitungan waktu. Informasi waktu ditampilkan menggunakan seven segment sehingga mudah dibaca oleh pengguna. Timer akan menghitung mundur sesuai waktu yang telah diatur dan memberikan indikasi saat waktu telah habis. Dengan adanya oven timer digital ini, diharapkan proses pemanggangan menjadi lebih terkontrol, efisien, dan mengurangi kesalahan akibat pengaturan waktu secara manual.
Kata kunci : Oven timer digital, AT89C52, Seven segment, Mikrokontroler, Sistem pengatur waktu.
Abstract - This digital oven timer project is designed to assist users in setting baking time accurately and conveniently. The system uses the AT89C52 microcontroller as the main controller to process inputs and manage the oven timing operation. Three push buttons are implemented as the user interface: an increment button to increase the time, a decrement button to decrease the time, and a start button to begin the countdown process. The time information is displayed using a seven-segment display, making it easy for users to read. The timer performs a countdown based on the set time and provides an indication when the time has elapsed. This digital oven timer is expected to improve control, efficiency, and reduce errors caused by manual time settings during the baking process.
Keyword : Digital oven timer, AT89C52, Seven-segment display, Microcontroller, Timing system.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Oven merupakan peralatan yang banyak
digunakan dalam bidang industri makanan, laboratorium, maupun rumah tangga
untuk proses pemanasan dan pemanggangan. Pada oven konvensional, pengaturan
waktu pemanasan masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan
ketidaktepatan waktu, menurunkan kualitas hasil pemanasan, serta meningkatkan
risiko pemborosan energi. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengatur waktu
yang lebih akurat dan andal agar proses pemanasan dapat berjalan secara
optimal.
Perkembangan teknologi elektronika
memungkinkan penerapan sistem kendali digital berbasis mikrokontroler untuk
meningkatkan kinerja oven. Dengan menggunakan timer oven digital, pengaturan
waktu pemanasan dapat dilakukan secara presisi dan otomatis sesuai dengan nilai
yang telah ditentukan. Mikrokontroler AT89C52 dipilih karena memiliki
arsitektur sederhana, mudah diprogram, serta mampu diintegrasikan dengan
perangkat pendukung seperti keypad, LCD, dan rangkaian kendali daya, sehingga
cocok digunakan dalam perancangan sistem timer oven digital.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penerapan mikrokontroler pada sistem pengendalian oven dan timer digital mampu meningkatkan efisiensi serta keandalan proses pemanasan dibandingkan sistem manual. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan perancangan dan simulasi timer oven digital berbasis mikrokontroler AT89C52 yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan akurasi pengaturan waktu pemanasan serta menjadi dasar pengembangan sistem oven digital yang lebih modern.
1.2
Tujuan
Tujuan dari perancangan alat ini, yaitu:
1. Merancang
dan merealisasikan sistem timer oven digital berbasis mikrokontroler AT89C52 sebagai pengatur waktu pemanasan secara otomatis dan presisi.
2. Mensimulasikan
kinerja timer oven digital untuk mengetahui keandalan sistem sebelum diimplementasikan pada perangkat keras secara langsung.
3. Meningkatkan
efisiensi dan akurasi pengaturan waktu pemanasan oven dibandingkan dengan sistem pengaturan waktu manual.
1.3
Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian di
atas, maka ada beberapa rumusan masalah yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Bagaimana
merancang sistem timer oven digital yang mampu mengatur waktu pemanasan secara
akurat dan otomatis?
2. Bagaimana
mengimplementasikan mikrokontroler AT89C52 sebagai pengendali utama dalam
sistem timer oven digital?
3. Bagaimana hasil simulasi kerja timer oven digital berbasis AT89C52 dalam mengendalikan waktu operasi oven sesuai dengan pengaturan yang ditentukan?
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 IC AT89C52
AT89C52 merupakan sebuah mikrokontroler
keluarga MCS-51 yang diproduksi oleh Atmel (sekarang Microchip Technology).
Mikrokontroler ini banyak digunakan pada sistem kendali dan aplikasi embedded
sederhana karena memiliki arsitektur yang stabil, mudah diprogram, serta
konsumsi daya yang relatif rendah. AT89C52 bekerja pada tegangan operasi 5 V
dan menggunakan osilator eksternal dengan frekuensi hingga 24 MHz.
AT89C52 memiliki memori
Flash internal sebesar 8 KB yang digunakan untuk menyimpan program, serta RAM
internal sebesar 256 byte. Selain itu, mikrokontroler ini dilengkapi dengan 32
jalur input/output (I/O) yang terbagi dalam empat port, dua buah timer/counter
16-bit, satu port serial (UART), serta sistem interupsi yang mendukung
pengolahan data secara real-time. Fitur-fitur tersebut memungkinkan AT89C52
digunakan dalam berbagai aplikasi kendali, termasuk sistem timer digital.
Dalam pengembangannya,
AT89C52 dapat diprogram menggunakan bahasa assembly maupun bahasa tingkat
tinggi seperti C dengan bantuan perangkat lunak pengembang seperti Keil
uVision. Proses pemrograman dilakukan melalui rangkaian downloader atau
programmer khusus. Meskipun tidak memiliki modul komunikasi nirkabel seperti
mikrokontroler modern, AT89C52 tetap banyak digunakan karena kemudahan
integrasi dengan perangkat eksternal seperti LCD, keypad, dan relay. Dengan
karakteristik tersebut, AT89C52 sangat sesuai digunakan sebagai pengendali
utama pada perancangan dan simulasi sistem timer oven digital.
2.2 Seven Segment Anoda
Seven segment anoda
(common anode) merupakan perangkat display elektronik yang digunakan untuk
menampilkan angka desimal dari 0 sampai 9. Pada jenis common anode, seluruh
kaki anoda dari LED pada setiap segmen dihubungkan menjadi satu dan dihubungkan
ke tegangan positif (Vcc). Segmen akan menyala apabila kaki katodanya diberi
logika rendah (LOW), sehingga arus mengalir dari anoda ke katoda melalui segmen
LED tersebut.
Seven segment anoda
terdiri dari tujuh buah segmen utama yang diberi label a, b, c, d, e, f, dan g,
serta satu segmen tambahan berupa titik desimal (dp). Kombinasi penyalaan
segmen-segmen tersebut memungkinkan pembentukan berbagai angka dan beberapa
karakter sederhana. Karena menggunakan LED sebagai elemen tampilannya, seven
segment anoda memiliki konsumsi daya yang relatif rendah dan tingkat
keterbacaan yang baik.
Dalam sistem berbasis
mikrokontroler seperti AT89C52, seven segment anoda dihubungkan ke port
input/output melalui resistor pembatas arus untuk melindungi LED dari arus
berlebih. Pengendalian tampilan dilakukan dengan memberikan logika LOW pada pin
segmen yang ingin dinyalakan. Seven segment anoda banyak digunakan pada
aplikasi penghitung waktu, jam digital, dan timer oven digital karena
rangkaiannya sederhana, mudah dikendalikan, serta mampu menampilkan informasi
numerik secara jelas.
2.3 Light Emitting Diode (LED)
Light
Emitting Diode (LED) merupakan komponen semikonduktor yang dapat memancarkan
cahaya ketika dialiri arus listrik searah (forward bias). LED bekerja
berdasarkan prinsip elektroluminesensi, yaitu proses pemancaran cahaya akibat
rekombinasi elektron dan hole pada sambungan PN. Berbeda dengan dioda biasa
yang hanya berfungsi sebagai penyearah arus, LED memiliki kemampuan tambahan
sebagai sumber cahaya yang efisien dan banyak digunakan sebagai indikator
maupun penerangan.
Gambar 2.3 Ligh Emitting Diode (LED)
Secara
struktur, LED tersusun dari material semikonduktor tipe P dan tipe N yang
membentuk junction PN. Ketika diberi tegangan maju, elektron dari sisi N
berpindah ke sisi P dan menghasilkan energi dalam bentuk cahaya. Warna cahaya
yang dihasilkan LED ditentukan oleh bahan semikonduktor dan nilai celah pita
energi (band gap). Tegangan kerja LED relatif rendah, umumnya berkisar antara
1,8 V hingga 3,3 V tergantung pada warna dan jenis LED.
Dalam penggunaannya, LED memerlukan resistor pembatas arus untuk mencegah kerusakan akibat arus berlebih. LED memiliki keunggulan berupa konsumsi daya rendah, umur pakai yang panjang, ukuran kecil, serta respon yang cepat. Oleh karena itu, LED banyak diaplikasikan pada rangkaian elektronika seperti indikator status, display tujuh segmen, sistem kendali berbasis mikrokontroler, serta perangkat elektronik modern lainnya.
2.4 Kapasitor
Kapasitor merupakan
komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik dalam
jangka waktu tertentu. Kapasitor tersusun dari dua buah pelat konduktor yang
dipisahkan oleh bahan dielektrik. Ketika diberi tegangan, kapasitor akan
mengisi muatan listrik, dan saat sumber dilepaskan, muatan tersebut akan
dilepaskan kembali ke rangkaian. Besarnya kemampuan kapasitor dalam menyimpan
muatan dinyatakan dalam satuan farad (F).
Berdasarkan jenisnya,
kapasitor dibedakan menjadi kapasitor polar dan non-polar. Kapasitor polar,
seperti kapasitor elektrolit, memiliki kutub positif dan negatif sehingga
pemasangannya harus sesuai polaritas rangkaian. Sementara itu, kapasitor
non-polar, seperti kapasitor keramik dan film, dapat dipasang tanpa
memperhatikan arah polaritas. Nilai kapasitor bervariasi mulai dari pikofarad
(pF) hingga milifarad (mF), tergantung pada fungsi dan kebutuhan rangkaian.
Dalam sistem berbasis
mikrokontroler seperti AT89C52, kapasitor memiliki peran penting, antara lain
sebagai filter untuk meredam noise pada catu daya, sebagai penstabil tegangan,
serta sebagai komponen pendukung pada rangkaian osilator dan reset. Penggunaan
kapasitor yang tepat dapat meningkatkan kestabilan dan keandalan sistem timer
oven digital, sehingga rangkaian dapat bekerja dengan lebih optimal dan aman.
2.5 Resistor
Resistor merupakan komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran arus listrik dalam suatu rangkaian. Nilai hambatan resistor dinyatakan dalam satuan ohm (Ω). Dengan adanya resistor, arus yang mengalir pada rangkaian dapat dikendalikan sehingga komponen lain, seperti LED dan mikrokontroler, dapat bekerja dengan aman sesuai spesifikasi yang ditentukan.
Berdasarkan jenisnya, resistor dibedakan menjadi resistor tetap dan resistor variabel. Resistor tetap memiliki nilai hambatan yang konstan, sedangkan resistor variabel, seperti potensiometer dan trimpot, memungkinkan perubahan nilai hambatan sesuai kebutuhan. Resistor juga memiliki toleransi dan daya maksimum yang menunjukkan batas penyimpangan nilai dan kemampuan resistor dalam menahan panas akibat arus listrik yang mengalir.
Dalam sistem berbasis mikrokontroler seperti AT89C52, resistor banyak digunakan sebagai pembatas arus pada LED dan seven segment, sebagai resistor pull-up atau pull-down pada jalur input, serta sebagai bagian dari rangkaian pembagi tegangan. Penggunaan resistor dengan nilai yang tepat sangat penting untuk menjaga kestabilan dan keandalan sistem, termasuk pada perancangan dan simulasi timer oven digital.
2.6 Crystal Oscillator
Kristal atau crystal oscillator merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai sumber sinyal clock pada rangkaian digital. Kristal bekerja berdasarkan prinsip resonansi mekanik kristal kuarsa yang menghasilkan frekuensi osilasi sangat stabil ketika diberi tegangan listrik. Frekuensi osilasi ini digunakan sebagai acuan waktu bagi mikrokontroler dalam menjalankan instruksi secara sinkron dan teratur.
Kristal memiliki nilai frekuensi tertentu, seperti 4 MHz, 8 MHz, 11,0592 MHz, dan 12 MHz, yang dipilih sesuai dengan kebutuhan sistem. Pada mikrokontroler AT89C52, kristal dihubungkan pada pin XTAL1 dan XTAL2 serta didukung oleh dua kapasitor untuk menstabilkan osilasi. Pemilihan frekuensi kristal yang tepat sangat berpengaruh terhadap kecepatan eksekusi program, akurasi timing, dan kestabilan komunikasi serial.
Dalam sistem timer oven digital berbasis AT89C52, kristal berperan penting dalam menentukan ketepatan perhitungan waktu. Frekuensi osilasi yang stabil memastikan proses penghitungan timer berjalan akurat dan konsisten. Oleh karena itu, penggunaan kristal yang sesuai dan pemasangan yang benar sangat diperlukan untuk menjamin kinerja sistem secara optimal.
2.7 Push Button
Tombol
atau push button merupakan komponen input yang berfungsi sebagai
penghubung dan pemutus arus listrik secara sesaat ketika ditekan. Push button
bekerja dengan prinsip mekanik, di mana saat tombol ditekan kontak akan
terhubung, dan saat dilepas kontak kembali ke kondisi semula. Komponen ini
banyak digunakan sebagai antarmuka antara pengguna dan sistem elektronika untuk
memberikan perintah secara langsung.
Dalam
sistem timer oven digital berbasis mikrokontroler AT89C52, push button
digunakan sebagai sarana pengaturan dan pengendalian waktu. Pada perancangan
ini digunakan tiga buah tombol, yaitu tombol tambah waktu untuk menambah nilai
waktu pemanasan, tombol kurang waktu untuk mengurangi nilai waktu yang telah
diatur, dan tombol start untuk memulai proses perhitungan waktu. Ketiga tombol
tersebut dihubungkan ke port input mikrokontroler dengan konfigurasi pull-up
atau pull-down resistor agar kondisi logika dapat terbaca dengan stabil.
Penggunaan push button memungkinkan pengoperasian sistem menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami oleh pengguna. Dengan adanya tombol tambah, kurang, dan start, pengaturan waktu dapat dilakukan secara fleksibel dan presisi sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, push button merupakan komponen input yang penting dalam menunjang fungsi dan keandalan sistem timer oven digital.
BAB III
PERANCANGAN
ALAT
3.1
Daftar
Komponen
Komponen
yang kami gunakan untuk perancangan alat ini, yaitu:
1.
IC AT89C52
2.
Seven Segment
3.
LED
4.
Kapasitor
5.
Resistor
6.
Crystal Oscillator
7.
Push Button
3.2 Diagram
Blok
Gambar 3.1 Diagram blok
3.3 Diagram Alir
Gambar 3.2 Diagram Alir
3.4 Gambar
Rangkaian
Gambar 3.3 Gambar Rangkaian
3.5 Kode
Program
$MOD51
; TIMER OVEN 1 DIGIT (0-9 detik)
; MCU : AT89C51 / AT89S52 (12MHz)
; DISPLAY : Seven Segment Common Anode (P1.0-P1.7)
;
; P2.1 : tombol TAMBAH (aktif LOW)
; P2.3 : tombol KURANG (aktif LOW)
; P2.2 : tombol START (aktif LOW)
; P2.4 : RELAY (aktif LOW)
; P2.0 : LED WAKTU HABIS (aktif LOW)
ORG 0000H
SJMP INIT
; RAM
COUNT EQU 30H ; nilai timer 0-9
; Seven Segment Table (Common Anode)
ORG 0200H
SEGTAB:
DB 0C0H
DB 0F9H
DB 0A4H
DB 0B0H
DB 099H
DB 092H
DB 082H
DB 0F8H
DB 080H
DB 090H
; INIT
ORG 0030H
INIT:
MOV P1,#0FFH
MOV P2,#0FFH
MOV COUNT,#05
SETB P2.0
SETB P2.4
SJMP MAIN
; MAIN LOOP
MAIN:
ACALL DISPLAY
JNB P2.1,BTN_INC
JNB P2.3,BTN_DEC
JNB P2.2,BTN_START
SJMP MAIN
; DISPLAY SUB
DISPLAY:
MOV A,COUNT
MOV DPTR,#SEGTAB
MOVC A,@A+DPTR
MOV P1,A
RET
; TOMBOL TAMBAH
BTN_INC:
ACALL DEBOUNCE
WAIT_INC:
JNB P2.1,WAIT_INC
MOV A,COUNT
CJNE A,#09,INC_OK
SJMP MAIN
INC_OK:
INC COUNT
SJMP MAIN
; TOMBOL KURANG
BTN_DEC:
ACALL DEBOUNCE
WAIT_DEC:
JNB P2.3,WAIT_DEC
MOV A,COUNT
JZ MAIN
DEC COUNT
SJMP MAIN
; TOMBOL START
BTN_START:
ACALL DEBOUNCE
WAIT_START:
JNB P2.2,WAIT_START
CLR P2.4 ; relay ON (aktif LOW)
SETB P2.0 ; indikator OFF
COUNTDOWN:
MOV A,COUNT
JZ TIME_UP
ACALL DELAY_1S
DEC COUNT
ACALL DISPLAY
SJMP COUNTDOWN
; WAKTU HABIS
TIME_UP:
SETB P2.4 ; relay OFF
CLR P2.0 ; indikator ON
SJMP MAIN
; DEBOUNCE ~40 ms
DEBOUNCE:
MOV R2,#20
DB1:
MOV R3,#250
DB2:
DJNZ R3,DB2
DJNZ R2,DB1
RET
; DELAY ~1s (perkiraan @12MHz)
DELAY_1S:
MOV R4,#12
D1:
MOV R3,#200
D2:
MOV R2,#200
D3:
DJNZ R2,D3
DJNZ R3,D2
DJNZ R4,D1
RET
END
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Cara
Kerja
Rangkaian timer oven
digital bekerja dengan mikrokontroler AT89C52 sebagai pengendali utama yang
mulai beroperasi saat rangkaian diberi catu daya dan memperoleh sinyal clock
dari kristal osilator. Pengaturan waktu dilakukan melalui tiga buah push
button, yaitu tombol tambah waktu, kurang waktu, dan start, yang dibaca oleh
mikrokontroler melalui port input dengan bantuan resistor agar logika stabil.
Nilai waktu yang diatur ditampilkan pada seven segment anoda yang dikendalikan
oleh mikrokontroler dengan memberikan logika LOW pada segmen yang aktif.
Setelah tombol start ditekan, sistem akan menjalankan proses penghitungan waktu
mundur hingga mencapai nol, kemudian memberikan indikator bahwa waktu pemanasan
telah selesai, sehingga rangkaian mampu mengatur waktu oven secara otomatis dan
akurat.
4.2
Hasil
Percobaan
Gambar 4.1 Hasil percobaan
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil
perancangan dan simulasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem
timer oven digital berbasis mikrokontroler AT89C52 berhasil dirancang dan
berfungsi sesuai dengan tujuan perancangan. Seluruh komponen utama seperti
mikrokontroler, seven segment anoda, push button, serta komponen pendukung
lainnya dapat bekerja dengan baik dalam mengatur dan menampilkan waktu
pemanasan. Dengan adanya sistem ini, pengaturan waktu oven dapat dilakukan
secara otomatis dan lebih akurat dibandingkan dengan pengaturan waktu manual.
5.2 Saran
Untuk pengembangan lebih
lanjut, sistem timer oven digital berbasis mikrokontroler AT89C52 ini dapat
ditingkatkan dengan menambahkan fitur pengendalian suhu agar proses pemanasan
menjadi lebih optimal. Selain itu, penggunaan media tampilan seperti LCD dapat
dipertimbangkan untuk meningkatkan kejelasan informasi waktu. Implementasi
rangkaian pada perangkat keras secara nyata juga disarankan agar kinerja dan
keandalan sistem dapat diuji dalam penggunaan jangka panjang.
DAFTAR
PUSTAKA
Atmel Corporation. (2011). AT89C52 8-bit Microcontroller with 8K Bytes In-System Programmable Flash. Datasheet.
Malvino, A. P., & Brown, J. A. (2016). Digital Computer Electronics. New York: McGraw-Hill Education.
Mazidi, M. A., Mazidi, J. G., & McKinlay, R. D. (2011). The 8051 Microcontroller and Embedded Systems: Using Assembly and C. Pearson Education.
Setiawan, D. (2018). Sistem Kendali Digital Berbasis Mikrokontroler. Yogyakarta: Andi Offset.
Budiharto, W. (2015). Panduan Praktis Mikrokontroler AT89S51/52. Jakarta: Elex Media Komputindo.
BIODATA
Azhar Nurrama Saputra. Penulis dilahirkan di Bekasi 10 oktober 2005. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMKS 1 KARYA GUNA BHAKTI 1 KOTA BEKASI. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Progam Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.3.06
Benita Putri Darmoyo. Dilahirkan di Semarang, 23 November 2006. Telah menempuh pendidikan formal di SMA N 6 SEMARANG. Masuk sebagai mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika dengan jalur SNBP, Jurusan Teknik Elektro. terdaftar dengan NIM 3.32.24.3.07
Muhammad Yusril Amiruddin. Penulis dilahirkan di Kudus, 27 Maret 2006. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SMKN 2 KUDUS. Penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.24.3.19
Muhammad Takhfif Fikriyansyah. Dilahirkan di Pati, 19 April 2007. Telah menempuh pendidikan formal di SMK BHINA TUNAS BHAKTI JUWANA. Masuk sebagai mahasiswa baru Diploma 3 (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika dengan jalur mandiri SM-KPN, Jurusan Teknik Elektro. terdaftar dengan NIM 3.32.24.3.18







.png)


