PEDESTRIAN BUTTON BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51


 TUGAS BESAR MIKROKONTROLER 1 PEDESTRIAN BUTTON BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51 

 



Dosen Pengampu: Dr.Samuel Beta Kuntardjo,Ing.Tech.,M.T.

 

Disusun Oleh :

 

 

1.  Baron Aswin M

EK-2C

3.32.24.2.04

2.  Friska Sandra W. K.

EK-2C

3.32.24.2.10

3.  Rasya Ladefara

EK-2C

3.32.24.2.19

4.  Zulfi Azmi

EK-2C

3.32.24.2.21

 

 

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

2025


 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat, hidayah, dan karunia-Nya, jurnal proyek yang berjudul “Pedestrian Button Berbasis Mikrokontroler AT89C51” ini dapat disusun dan diselesaikan dengan baik. Penyusunan jurnal ini merupakan salah satu bentuk pemenuhan tugas mata kuliah Mikrokontroler sekaligus sebagai sarana untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari ke dalam bentuk perancangan sistem nyata berbasis mikrokontroler.Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat kekurangan, baik dari segi teknis maupun penyajian. Untuk itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan peningkatan kualitas laporan di masa mendatang.

Jurnal ini membahas perancangan dan simulasi sistem lampu lalu lintas sederhana yang dilengkapi dengan tombol khusus untuk pejalan kaki. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler AT89C51 dengan pemrograman bahasa Assembly serta disimulasikan menggunakan perangkat lunak EDSIM dan Proteus. Dengan adanya proyek ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami konsep dasar input–output mikrokontroler, pengaturan waktu menggunakan delay, serta penerapan logika kontrol dalam sebuah sistem tertanam.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan jurnal ini masih terdapat keterbatasan, baik dari segi isi maupun penyajiannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar jurnal ini dapat disempurnakan di masa yang akan datang. Semoga jurnal ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan bagi pembaca, khususnya bagi mahasiswa yang mempelajari bidang mikrokontroler dan sistem kendali.

Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing, laboran, serta seluruh rekan yang telah memberikan bimbingan, dukungan, dan kerja sama selama proses pengerjaan proyek ini. Semoga laporan ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pembaca sekalian.


 

 

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR......................................................................................... 2

DAFTAR ISI....................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 4

1.1   Latar Belakang............................................................................................ 4

1.2   Rumusan Masalah....................................................................................... 5

1.3   Tujuan........................................................................................................ 5

1.4   Manfaat...................................................................................................... 5

1.5   Batasan Masalah......................................................................................... 6

1.6   Metodologi Masalah.................................................................................... 6

BAB II DASAR TEORI....................................................................................... 7

2.1   Traffic Light (Lampu Lalu Lintas)................................................................ 7

2.2   Sistem Otomatis Traffic Light..................................................................... 7

2.3   Mikrokontroler 8051.................................................................................... 7

2.4   LED (Light Emitting Diode)........................................................................ 8

2.5   Timer dan Delay pada Mikrokontroler 8051.................................................. 9

2.6   Layar Display (Seven Segmen...................................................................... 9

BAB III METODOLOGI.................................................................................. 11

3.1   Flowchart................................................................................................. 11

3.2   Alat Dan Bahan......................................................................................... 11

3.3   Prosedur Kerja.......................................................................................... 12

3.4   Program.................................................................................................... 12

3.5   Skema Rangkaian...................................................................................... 16

BAB IV PEMBAHASAN................................................................................... 17

BAB V PENUTUP............................................................................................. 18

5.1   Kesimpulan............................................................................................... 18

5.2   Saran........................................................................................................ 18

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ LAMPIRAN........................................................................................................................... 2


 

 

 

 

 BAB I 

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Lampu lalu lintas merupakan salah satu sistem pengendali yang sangat penting dalam menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan raya. Keberadaan lampu lalu lintas membantu mengatur pergerakan kendaraan sehingga dapat mengurangi kemacetan dan meminimalkan risiko kecelakaan. Namun, selain kendaraan bermotor, pejalan kaki juga merupakan pengguna jalan yang membutuhkan perhatian khusus, terutama pada titik penyeberangan.

Pada kondisi tertentu, pejalan kaki sering kali mengalami kesulitan untuk menyeberang jalan dengan aman karena tidak tersedianya waktu khusus atau sistem yang mendukung. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang mampu memberikan prioritas kepada pejalan kaki tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas kendaraan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan tombol pejalan kaki (pedestrian button) yang terintegrasi dengan sistem lampu lalu lintas.

Perkembangan teknologi mikrokontroler memungkinkan perancangan sistem kontrol lalu lintas yang sederhana namun efektif. Mikrokontroler AT89C51 sebagai bagian dari keluarga 8051 memiliki kemampuan yang cukup untuk mengendalikan input dan output, serta mengatur waktu melalui pemrograman bahasa Assembly. Dengan memanfaatkan mikrokontroler ini, sistem traffic light dapat dirancang secara terstruktur dan mudah disimulasikan.Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan mikrokontroler sebagai pusat pengendali sistem menjadi solusi yang efektif. Mikrokontroler8051 memiliki kemampuan mengelola input-output, timer, dan logika pemrosesan sehingga sangat cocok untuk mengendalikan urutan pengoperasian lampu lalu lintas. Dengan memanfaatkan mikrokontroler, sistem traffic light dapat diatur menggunakan timer sehingga menghasilkan durasi lampu merah, kuning, dan hijau yang lebih presisi. Penggunaan sistem otomatis ini tidak hanya mengurangi beban operator, tetapi juga memungkinkan pengaturan lampu berjalan lebih konsisten dan mampu meningkatkan keselamatan baik bagi pengendara maupun pejalan kaki.


 1.2    Rumusan Masalah

1.     Bagaimana merancang sistem pendestrian button sederhana yang aman bagi pejalan kaki?

2.     Bagaimana mengatur logika pergantian lampu menggunakan mikrokontroler AT89C51?

3.     Bagaimana mengimplementasikan pendestrian button pada sistem traffic light?

  1.3    Tujuan

1.     Memberikan kesempatan yang aman bagi pejalan kaki untuk menyeberang jalan dengan mengatur waktu khusus pada lampu lalu lintas.

2.     Mengintegrasikan tombol pejalan kaki dengan sistem lampu lalu lintas berbasis mikrokontroler AT89C51.

 1.4 Manfaat

1.     Membantu menciptakan lalu lintas yang lebih tertib karena pengendara mendapatkan sinyal yang jelas saat harus berhenti.

2.     Mengurangi risiko kecelakaan dengan memberikan jeda waktu yang jelas, akurat, dan terstruktur antara perubahan sinyal lampu.

3.     Meningkatkan keselamatan pejalan kaki melalui penyediaan waktu khusus menyeberang yang terkontrol aman tidak bersamaan dengan pergerakan kendaraan.

4.     Mengurangi ketergantungan pada operator manusia, sehingga meminimalkan kesalahan manusia (human error).

5.     Menjadi media pembelajaran dalam pemrograman mikrokontroler, sistem tertanam, dan otomatisasi.


1.5 Batasan Masalah

1.     Sistem hanya menggunakan tiga LED (merah lalu lintas, hijau lalu lintas, hijau pejalan kaki).

2.     Waktu pergantian lampu menggunakan delay tetap.

3.     Tidak menggunakan sensor tambahan selain push button.


 1.6 Metodologi Masalah

1.       Studi Literatur, mempelajari konsep pedestrian traffic light serta prinsip kerjamikrokontroler sebagai dasar perancangan sistem.

2.       Perancangan dan Implementasi Sistem, merancang rangkaian perangkat keras dan membuat program mikrokontroler untuk mengatur lampu kendaraan dan lampu pejalan kaki secara otomatis.

3.       Pengujian dan Analisis, melakukan pengujian sistem untuk memastikan urutan nyala lampu dan waktu penyeberangan bekerja sesuai dengan perancangan..


 

 BAB II

DASAR TEORI

 

2.1  Mikrokontroler 8051


Gambar 2.1 Mikrokontroler 8051


Mikrokontroler 8051 merupakan mikrokontroler 8-bit yang dikembangkan oleh Intel dan banyak digunakan dalam sistem kendali sederhana hingga menengah. AT89C51 memiliki CPU, memori program, memori data, serta port input/output (I/O) yang terintegrasi dalam satu chip.

AT89C51 memiliki 4 port I/O (Port 0 sampai Port 3) masing-masing berukuran 8-bit, sehingga total tersedia 32 pin I/O. Selain itu, mikrokontroler ini dilengkapi dengan timer/counter, sistem interupsi, serta rangkaian osilator internal yang membutuhkan kristal eksternal untuk menghasilkan sinyal clock. Mikrokontroler 8051 bekerja sebagai pusat pengendali yang memproses input dari push button dan mengendalikan output berupa LED sesuai program yang ditanamkan.

 

2.2 
LED



 

LED (Light Emitting Diode) adalah komponen semikonduktor yang dapat memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik dalam arah maju (forward bias). LED sering digunakan sebagai indikator visual pada sistem elektronik. Dalam rangkaian mikrokontroler, LED berfungsi sebagai output untuk menampilkan status logika dari port mikrokontroler. Ketika pin mikrokontroler berada pada kondisi logika tertentu (HIGH atau LOW), arus akan mengalir melalui LED sehingga LED menyala atau mati. LED harus selalu dipasang bersama resistor pembatas arus untuk mencegah kerusakan akibat arus berlebih.

 

2.3  Push Button

 

Push button adalah sakelar mekanik yang bekerja secara sesaat (momentary switch). Ketika tombol ditekan, kontak di dalam push button akan terhubung sehingga memungkinkan arus listrik mengalir. Ketika dilepas, kontak kembali terbuka. Pada sistem berbasis mikrokontroler 8051, push button digunakan sebagai perangkat input. Push button memberikan sinyal logika HIGH atau LOW ke pin input mikrokontroler. Sinyal ini kemudian diproses oleh mikrokontroler untuk menjalankan fungsi tertentu, misalnya mengaktifkan atau mengubah kondisi LED.

 

2.4  Resistor


Resistor adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur aliran arus listrik dalam suatu rangkaian. Nilai hambatan resistor dinyatakan dalam satuan ohm (Ω). Dalam rangkaian mikrokontroler 8051, resistor digunakan sebagai:

1.     Pembatas arus pada LED agar arus tidak melebihi batas maksimum LED.

2.     Resistor pull-up atau pull-down pada push button untuk memastikan kondisi logika input stabil dan tidak melayang (floating).

Dengan penggunaan resistor yang tepat, komponen aktif seperti LED dan mikrokontroler dapat bekerja dengan aman dan stabil.

 

2.5  Kapasitor



Kapasitor adalah komponen pasif yang mampu menyimpan muatan listrik sementara. Kapasitor memiliki dua pelat konduktor yang dipisahkan oleh bahan dielektrik. Pada rangkaian mikrokontroler 8051, kapasitor berfungsi sebagai:

1.     Komponen osilator yang bekerja bersama kristal untuk menghasilkan sinyal clock.

2.     Penyaring (filter) untuk meredam noise dan menjaga kestabilan tegangan.

3.     Bagian dari rangkaian reset untuk menghasilkan delay sesaat saat sistem pertama kali dinyalakan.

Nilai kapasitor yang umum digunakan pada rangkaian osilator 8051 adalah sekitar 22–33 pF.

2.6  Kristal Osilator (X1)

 


Kristal osilator (crystal oscillator) adalah komponen yang berfungsi sebagai sumber sinyal clock eksternal bagi mikrokontroler. Kristal bekerja berdasarkan efek piezoelektrik, di mana kristal akan bergetar pada frekuensi tertentu saat diberi tegangan.

 

2.5 Timer dan Delay pada Mikrokontroler 8051

Timer 8051 digunakan untuk menghasilkan waktu tunda (delay) antara pergantian lampu. Dengan kristal 12 MHz, mikrokontroler dapat menghasilkan timing yang presisi.


BAB III

METODOLOGI 

3.1    Flowchart

 

Gambar 3.1 Flowchart


 

3.2    Alat Dan Bahan

1.     LED (Merah, Kuning, Hijau)

 

2.     Mikrokontroler 8051

 

3.     Kabel Jumper

 

4.     LED Display

 

 

3.3    Prosedur Kerja

Alat Pengendali Lampu Lalu Lintas Otomatis berbasis mikrokontroler 8051 (AT89C51) ini bekerja mengatur persimpangan empat arah dengan mengawali operasinya melalui inisialisasi port untuk menetapkan kondisi aman dan mencegah ghosting pada tampilan. Sistem menggunakan teknik Time Division Multiplexing untuk menampilkan hitungan mundur pada empat layar 7- Segment secara bergantian dengan kecepatan tinggi melalui Port 2 dan Port 3, sembari menjalankan logika timer satu detik menggunakan register internal untuk mengurangi nilai waktu di memori RAM. Ketika durasi pada jalur hijau habis, mikrokontroler secara otomatis memindahkan status lampu hijau ke jalur berikutnya secara berurutan (Atas, kanan, bawah, kiri, ) dan memuat ulang data waktu, menciptakan siklus pengaturan lalu lintas yang berjalan kontinu dan stabil. 

3.4    Program

ORG 00H

 

LJMP MAIN ORG 300H

TBL:  DB 0C0H,0F9H,0A4H,0B0H,99H,92H,82H,0F8H,80H,90H  ;7seg data for comm.

anode type he hem ORG 30H

 

 

 

MAIN: MOV P2,#00H MOV P3,#00H ACALL FRONT MOV DPTR,#TBL CLR A

MOV 40H,#10 MOV 43H,#10 MOV 46H,#20 MOV 49H,#20 MOV R0,#35 MOV R6,#30 MOV R7,#40

 

 

X1: MOV A,40H MOV B,#10 DIV AB


 

 

 

MOV 41H,A MOV 42H,B

 

 

 

 

 

A1: SETB P3.0 CLR P3.1 MOV A,41H

MOVC A,@A+DPTR MOV P2,A

ACALL DELAY MOV P3,#00H SETB P3.1

CLR P3.0 MOV A,42H

MOVC A,@A+DPTR MOV P2,A

ACALL DELAY MOV P3,#00H SJMP X3

X2:     SJMP X1

 

X3: MOV A,43H MOV B,#10 DIV AB

MOV 44H,A MOV 45H,B SETB P3.2 CLR P3.3

MOV A,44H

 

MOVC A,@A+DPTR MOV P2,A

ACALL DELAY MOV P3,#00H SETB P3.3

CLR P3.2 MOV A,45H


MOVC A,@A+DPTR MOV P2,A

ACALL DELAY MOV P3,#00H

 

 

 

 

 

MOV A,46H MOV B,#10

 

DIV AB MOV 47H,A MOV 48H,B SETB P3.4 CLR P3.5

MOV A,47H

 

MOVC A,@A+DPTR MOV P2,A

ACALL DELAY MOV P3,#00H SETB P3.5

CLR P3.4 MOV A,48H

MOVC A,@A+DPTR MOV P2,A

ACALL DELAY MOV P3,#00H

 

 

 

 

 

MOV A,49H MOV B,#10 DIV AB MOV 50H,A MOV 51H,B SETB P3.6 CLR P3.7

MOV A,50H

 

MOVC A,@A+DPTR MOV P2,A


ACALL DELAY MOV P3,#00H SETB P3.7

CLR P3.6 MOV A,51H

MOVC A,@A+DPTR MOV P2,A

 

ACALL DELAY MOV P3,#00H

 

 

 

 

 

DJNZ R0,X2 MOV R0,#35

DJNZ 40H,Q1 MOV 40H,#20

 

 

Q1:     DJNZ 43H,Q2 MOV 43H,#10 ACALL RIGHT

 

 

Q2:     DJNZ 46H,Q3 MOV 43H,#20 MOV 46H,#10

 

 

Q3:     DJNZ 49H,Q4 MOV 49H,#10 ACALL BACK

 

 

Q4:     DJNZ R6,X4


ACALL LEFT MOV 40H,#10 MOV 43H,#10

MOV 46H,#30

 

 

 

X4:     DJNZ R7,L1

 

LJMP MAIN L1:          LJMP X1

 

 

DELAY: MOV R4,#5

 

H2:     MOV R5,#0FFH H1:  DJNZ R5,H1

DJNZ R4,H2 RET

 

 

 

FRONT: MOV P1,#54H MOV P0,#02H RET

 

 

 

RIGHT: MOV P1,#0A1H MOV P0,#02H

RET

 

 

 

BACK: MOV P1,#09H MOV P0,#05H RET

 

LEFT: MOV P1,#4AH MOV P0,#08H RET


 

 

 

 

3.5    Skema Rangkaian

Gambar 3.2 Skema Rangkaian


 

 BAB IV

PEMBAHASAN

Sistem Pedestrian Button yang dirancang menggunakan mikrokontroler AT89C51 merupakan sebuah solusi teknologi transportasi yang bertujuan untuk meningkatkan standar keselamatan pejalan kaki, terutama di lokasi padat kendaraan di mana fasilitas penyeberangan konvensional seperti zebra cross tanpa lampu sering kali diabaikan oleh pengendara. Dalam pembahasannya, sistem ini mengintegrasikan komponen input berupa tombol penyeberangan yang dihubungkan ke pin P3.2 dengan konfigurasi aktif LOW, serta tiga buah LED sebagai output visual yang merepresentasikan lampu lalu lintas kendaraan (Merah dan Hijau) dan lampu penyeberang (Hijau).

Mekanisme kerja sistem ini didasarkan pada logika permintaan aktif ; pada kondisi normal atau standby, lampu hijau lalu lintas untuk kendaraan akan menyala terus-menerus guna menjamin kelancaran arus lalu lintas. Namun, ketika seorang pejalan kaki menekan tombol, mikrokontroler akan menangkap interupsi tersebut dan memulai transisi keamanan dengan memberikan jeda waktu (delay) selama 3 detik untuk memberikan kesempatan bagi pengemudi menurunkan kecepatan sebelum lampu kendaraan berubah menjadi merah. Setelah fase jeda berakhir, lampu merah kendaraan akan aktif dan lampu hijau bagi pejalan kaki akan menyala selama 5 detik, memberikan jeda waktu yang aman untuk menyeberang tanpa risiko konflik dengan kendaraan yang melintas. Setelah jeda untuk pejalan kaki menyebrang, lampu hijau lalu lintas akan menyala Kembali sehingga kendaraan bisa melaju Kembali.

Secara keseluruhan, implementasi sistem berbasis AT89C51 ini menunjukkan efisiensi dalam manajemen waktu dan prioritas jalan, di mana kontrol lalu lintas tidak lagi bekerja secara statis melainkan responsif terhadap kebutuhan nyata pengguna jalan, sehingga mampu meminimalkan angka kecelakaan sekaligus menjaga efisiensi mobilitas di area perkotaan.


 

 BAB V 

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Proyek Traffic Light + Pedestrian Button berhasil menunjukkan bagaimana mikrokontroler AT89C51 dapat digunakan untuk mengatur sistem lampu lalu lintas yang responsif dan aman bagi pejalan kaki.

Dengan menggunakan tiga LED (merah dan hijau lalu lintas serta hijau pejalan kaki) dan satu tombol pejalan kaki, sistem mampu bekerja secara otomatis berdasarkan logika waktu yang telah diprogram.

Pada kondisi normal, lampu hijau lalu lintas menyala untuk memberi jalan kendaraan. Ketika tombol ditekan oleh pejalan kaki, mikrokontroler mendeteksi input pada pin P3.2 dan memulai proses pengalihan lampu: setelah jeda 3 detik, lampu lalu lintas berubah menjadi merah dan lampu hijau pejalan kaki menyala. Kondisi ini dipertahankan selama 5 detik agar pejalan kaki dapat menyeberang dengan aman. Setelah itu, sistem kembali ke kondisi awal dengan hijau lalu lintas menyala. Dengan memanfaatkan logika aktif LOW, timer berbasis delay, dan konfigurasi port yang sesuai, sistem bekerja stabil serta mudah diimplementasikan pada simulasi EDSIM dan rangkaian Proteus. Proyek ini membuktikan bahwa AT89C51 dapat digunakan untuk membuat sistem kontrol sederhana namun fungsional dalam dunia traffic control.

 

5.2  Saran

Untuk meningkatkan performa sistem, pengembangan selanjutnya dapat mencakup :

1.     Penambahan sensor pendeteksi kendaraan untuk sistem adaptif.

2.     Penggunaan AI/machine learning untuk prediksi dan analisis kepadatan lalu lintas.

3.     Penambahan modul komunikasi agar dapat terintegrasi dengan pusat kontrol lalu lintas.

4.     Penerapan countdown timer untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.


 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Adiwarsa, M. H. J. (2018). Perancangan traffic light berbasis mikrokontroler dan triac (Skripsi). Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Makassar. Diakses pada 3 Desember 2025 dari https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/1594-Full_Text.pdf

 

Microchip Technology Inc. (n.d.). USB enumeration implementation on the AT8xC5131/32/22, AT8xC51SND1. Diakses pada 3 Desember 2025 dari https://ww1.microchip.com/downloads/en/devicedoc/doc4315.pdf

 

Oematan, M. Z. (2010). 8051 microprocessor (memory structure and organization, SFR register). Universitas Komputer Indonesia. Diakses pada 3 Desember 2025 dari https://repository.unikom.ac.id/33818/1/mikro1.pdf

 

Setiyo, M. (2017). Light emitting diode (LED). UNIMMA Blog. Diakses pada 3 Desember 2025 dari https://muji.blog.unimma.ac.id/light-emitting-diode-led/




 LAMPIRAN

Power point dapat diakses melalui link dibawah : https://www.canva.com/design/DAG6an5lLcA/eBiXy3j1jQOukIAt3gdZtg/edit?utm_co ntent=DAG6an5lLcA&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source= sharebutton


Video :



Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIR TEMPERATURE SWITCHING AND MONITORING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM35 BERBASIS ATMEGA 16

RANCANG BANGUN KALKULATOR DIGITAL OPERASI KALI DAN BAGI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

SISTEM LAMPU LALU LINTAS PERTIGAAN BERBASIS AT89s51 DENGAN SENSOR INFRAMERAH