EK-2C_KELOMPOK 6_SISTEM MEJA CERDAS CERMAT BERBASIS AT89C51

 

ARTIKEL PEMBUATAN PROJEK

SISTEM MEJA CERDAS CERMAT BERBASIS AT89C51



 

 

Dosen Pengampu,

DR. Samuel Beta K.,Ing.Tech,M.T.

Disusun oleh :

1.

Dimas Fakhri Ardiansayh

3.32.24.2.06

2.

Efram Ghevara S

3.32.24.2.07

3.

Renjiro Vivaldi

3.32.24.2.22

4.

Restu Aji

3.32.24.2.23

 



PROGRAM STUDI D3 TEKNIK ELEKTRONIKA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

2025/2026


PENDAHULUAN

1.1.  LATAR BELAKANG

        Perkembangan teknologi menuntut sistem evaluasi dan kegiatan kompetisi pendidikan menjadi lebih interaktif dan efektif. Pada kegiatan quiz, dibutuhkan sistem yang mampu mendeteksi peserta tercepat menekan tombol untuk menjawab pertanyaan. Penggunaan mikrokontroler memungkinkan pembuatan sistem meja quiz otomatis yang responsif, akurat, dan mudah digunakan, sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran dan hiburan edukatif.

 

1.2.  RUMUSAN MASALAH

        1)     Bagaimana cara kerja dari sistem meja cerdas cermat?

        2)     Bagaimana merancang sistem meja cerdas cermat?

1.3.  TUJUAN

        1)     Merancang dan membangun sistem quiz dua pemain dal LED sebagai indikator dengan respon cepat.

        2)     Mengimplementasikan mikrokontroler 8051 dalam sistem input-output digital.

        3)     Menghasilkan sistem yang handal, real-time, dan dapat digunakan pada kegiatan kuis.

 

    2.     TINJAUAN PUSTAKA

        Komponen dan Software yang kami gunakan dalam merancang dan membuat sistem meja cerdas cermat

    2.1.  AT89C51

        AT89C51 adalah mikrokontroler CMOS 8-bit berperforma tinggi dan berdaya rendah. AT89C51 diproduksi oleh Atmel (sekarang bagian dari Microchip). Chip ini berbasis pada arsitektur Intel 8051 yang sangat populer dan menjadi standar industri dalam sistem tertanam (embedded systems).

Gambar 2.1 AT89C51

       Secara teknis, AT89C51 dilengkapi dengan 128 byte RAM internal serta 32 jalur I/O (Input/Output) yang dapat diprogram, yang terbagi ke dalam empat port 8-bit. Mikrokontroler ini juga memiliki dua buah timer/counter 16-bit. Karena menggunakan teknologi memori non-volatile kepadatan tinggi, chip ini sangat ideal untuk aplikasi kontrol yang membutuhkan efisiensi biaya dan fleksibilitas dalam pembaruan kode program.

2.2.  SEVEN SEGMENT


Gambar 2.2 Seven Segment

Seven segment merupakan perangkat display yang terdiri dari tujuh segmen LED yang dapat menyala secara kombinasi untuk menampilkan angka desimal. Display ini sering digunakan sebagai penunjuk waktu atau penghitung mundur pada berbagai sistem kendali. Pada simulasi sistem penyeberangan ini, seven segment digunakan untuk menampilkan informasi waktu penyeberangan sehingga membantu pejalan kaki mengetahui sisa waktu yang tersedia.

 

2.3.  LED

Gambar 2.3 Lampu LED

      LED (Light Emitting Diode) adalah komponen elektronika semikonduktor yang berfungsi sebagai indikator atau media tampilan dengan memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik. LED bekerja berdasarkan prinsip elektroluminesensi, yaitu perubahan energi listrik menjadi energi cahaya. Dalam sistem elektronik, LED umumnya digunakan karena memiliki konsumsi daya rendah, umur pakai yang panjang, dan respon yang cepat. Pada proyek dadu acak otomatis berbasis AT89C51, LED digunakan sebagai output untuk menampilkan hasil angka dadu, di mana kombinasi nyala LED merepresentasikan nilai angka yang dihasilkan oleh mikrokontroler.

 

2.4.  TOMBOL PUSH BUTTON

Gambar 2.4 Push button

 

     Push button adalah saklar sederhana yang memberi input ke mikrokontroler ketika ditekan, di mana saat ditekan ia menghubungkan rangkaian sehingga pin mikrokontroler membaca perubahan logika (HIGH/LOW) untuk menjalankan fungsi tertentu, seperti mereset penghitung, memulai atau menghentikan proses, atau memberikan perintah manual lainnya; push button harus dipasangi pull-up atau pull- down resistor agar pin tidak “floating” dan pembacaan tombol tetap stabil, sehingga sistem counter dapat mendeteksi tekanan tombol dengan benar tanpa error.

2.5.  SOFTWARE

2.5.1.     Edsim8051

Gambar 2.5.1 Software Edsim8051

    EdSim51 adalah simulator khusus untuk mikrokontroler keluarga 8051 yang digunakan untuk menguji dan mempelajari cara kerja program sebelum diterapkan pada perangkat nyata. Dengan tampilan yang sederhana dan interaktif, EdSim memungkinkan pengguna melihat bagaimana instruksi mikrokontroler dijalankan melalui port I/O, register, maupun komponen pendukung yang tersedia dalam simulator. Pada project ini, EdSim digunakan untuk mengecek dan memastikan bahwa program pada mikrokontroler AT89C51 sudah bekerja sesuai logika, seperti membaca input dan mengaktifkan output. Setelah program berjalan dengan benar di EdSim, file hex dapat diekspor dan digunakan di Proteus untuk simulasi rangkaian lengkap.

2.5.2.     Proteus

Gambar 2.5.2 Software Proteus

             Proteus merupakan software simulasi elektronika yang digunakan untuk merancang, memvisualisasikan, dan menguji rangkaian tanpa memerlukan perangkat fisik. Melalui Proteus, pengguna dapat menyusun rangkaian yang berisi komponen seperti sensor, LED, motor, 7-segment, maupun mikrokontroler seperti AT89C51. Software ini memungkinkan rangkaian dijalankan secara real-time sehingga dapat dilihat apakah sistem bekerja sesuai dengan program dan desain yang dibuat. Dalam project ini, Proteus berfungsi sebagai alat simulasi untuk memastikan rangkaian dan program mikrokontroler berjalan dengan benar sebelum dibuat ke perangkat nyata.

3.     PERANCANGAN SISTEM

3.1.  DIAGRAM BLOK 

Gambar 3.1 Diagram Blok

 

 

3.2.  FLOW CHART

Gambar 3.2 Flowchart

3.3.  PROGRAM Edsim

Gambar 3.3 Program Sistem

 

 

3.4.  RANGKAIAN

Gambar 3.4 Rangkaian Sistematik

 

 

3.5.  CARA KERJA

       Saat tombol pemain 1 ditekan maka akan menyalakan lampu pemain 1 dan menyalakan seven segment yang manampilkan nomor pemain yang menekan terlebih dahulu, jika pemain 1 lebih dahulu menekan tombol makan seven segmen akan menampilkan angka 1, begitu pula jika pemain 2 yang menekan tombol terlebih dahulu.

Saat pemain 1 atau 2 menekan tombol maka tombol yang tertekan terlebih dahulu yang akan menyalakan lampu dan menampilkan seven segmen, saat tombol 1 sudah ditekan maka tombol 2 tidak akan menyalakan lampu dan seven segment \, begitu pula sebaliknya. Jika ingin memulai kembali maka tekan tombol reset yang mana akan memulai ulang sistem.

 

4.     PENUTUP

4.1.  KESIMPULAN

        Melalui perancangan dan simulasi sistem meja quiz berbasis mikrokontroler AT89C51, dapat disimpulkan bahwa sistem mampu menentukan pemain tercepat secara otomatis menggunakan dua tombol input yang aktif-LOW. Mikrokontroler dapat memproses sinyal dari kedua tombol, membandingkannya, dan mengunci hasil sehingga hanya pemain pertama yang menekan tombol yang dinyatakan sebagai pemenang. Indikator LED, serta tampilan angka pada 7-segmen bekerja secara terpadu untuk menunjukkan pemain yang menang dengan jelas dan cepat. Penambahan tombol Reset memberikan fleksibilitas kepada moderator untuk mengembalikan sistem ke kondisi awal sehingga ronde berikutnya dapat dimulai dengan mudah. Secara keseluruhan, projek ini membuktikan bahwa mikrokontroler 8051 dapat diterapkan secara efektif dalam sistem penentuan kecepatan respon, memberikan solusi yang praktis, akurat, dan andal pada aplikasi edukasi maupun kompetisi berbasis quiz.

 

4.2.  SARAN

1)     Sistem dapat dikembangkan dengan menambahkan jumlah pemain.

2)     Sistem dapat dikembangkan dengan menambahkan indikator buzzer.


DAFTAR PUSTAKA

1.  Labcenter Electronics. (2014). Proteus Design Suite 8.1 Professional [Software].
2. Atmel Corporation. (n.d.). AT89C51: 8-bit Microcontroller with 4K Bytes Flash. Microchip Technology.
3. Rogers, J. (2021). EdSim51: 8051 Simulator for Educators and Students (Version 2.1.29) [Software].



LINK VIDEO :

LINK VIDEO

CANVA:

https://www.canva.com/design/DAG6cJ8hu9Q/3-gscwqIjL_I3HaKU5cTvA/edit?utm_content=DAG6cJ8hu9Q&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton

BIODATA PENULIS

 



Restu Aji Damawanto. Saya lahir di Cilacap, dan lahir pada 22 Oktober 2006. Pendidikan terakhir SMK NEGERI NUSAWUNGU, sekarang sedang menempuh Pendidikan Diploma Tiga (D3) di Prodi D3 Teknik Elektronika Politeknik Negeri Semarang. Tertarik dengan bidang Elektronik dan intrumentasi atau pengendalian, pernah melakukan proyek /penelitian/ pengabdian di bidang pengabdian ke pada Masyarakat dalam bentuk bakti sosial yang Bernama FKBSE 2024.



Efram Ghevara Sitompul. Palembang, Sumatera Selatan, 21 Desember 2006. Pendidikan terakhir SMA Yos Sudarso Cilacap, sekarang menempuh Pendidikan Diploma Tiga (3) di Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro, Prodi D3 Teknik Elektronika. Saya tertarik di bidang Elektro dan Informatika. Pernah melakukan proyek/penelitian/pengabdian di bidang pengabdian ke pada masyarakat dalam bentuk Bakti Sosial FKBSE 2024



Dimas Fakhri Ardiansyah. Saya lahir di semarang, dan lahir pada 19 Maret 2006. Pendidikan terakhir SMA Negeri 4 Semarang, sekarang sedang menempuh Pendidikan Diploma Tiga (D3) di Prodi D3 Teknik Elektronika Politeknik Negeri Semarang. pernah melakukan proyek /penelitian/ pengabdian di bidang pengabdian ke pada Masyarakat dalam bentuk bakti sosial yang Bernama FKBSE 2024



Renjiro Vivaldi Yuwono. Saya lahir di semarang, dan lahir pada 18 juni 2006. Pendidikan terakhir SMA Terang Bangsa Semarang, sekarang sedang menempuh Pendidikan Diploma Tiga (D3) di Prodi D3 Teknik Elektronika Politeknik Negeri Semarang. Tertarik dengan bidang Elektronik dan intrumentasi atau pengendalian, pernah melakukan proyek /penelitian/ pengabdian di bidang pengabdian ke pada Masyarakat dalam bentuk bakti sosial yang Bernama FKBSE 2025


Komentar

Postingan populer dari blog ini

AIR TEMPERATURE SWITCHING AND MONITORING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM35 BERBASIS ATMEGA 16

RANCANG BANGUN KALKULATOR DIGITAL OPERASI KALI DAN BAGI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

SISTEM LAMPU LALU LINTAS PERTIGAAN BERBASIS AT89s51 DENGAN SENSOR INFRAMERAH